Vice President NET TV, Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi di Unpad

 

BANDUNG – NET TV sebagai salah satu stasiun TV baru di Indonesia menerapkan multiplatform yang makin memperlihatkan dominasi media massa terhadap khalayaknya. Proses komodifikasi, spasilisasi dan strukturisasi juga telah berlangsung di Net TV. Selain itu, kemajuan teknologi di bidang media massa akan menambah ruang baru bagi media massa untuk memperoleh keuntungan baik secara ekonomi maupun politik.

Rahmat Edi Irawan yang sehari-hari dikenal sebagai Vice President of Service PT Net Mediatama Indonesia (Net TV) mengungkapkan hal itu dalam sidang promosi doktor, di Program Pascasarjana Fikom Unpad, Rabu (11/1), Rahmat mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji yang terdiri dari dari Promotor Prof.Deddy Mulyana,MA,PhD, Dr.Eni Maryani,MSi, dan Dr.Dadang Rahmat Hidayat,SH,MSi. Bertindak sebagai Tim Oponen ahli Prof.Dr.Soleh Soemirat,MS, Dr.Siti Karlinah,MSi dan Dr.Aceng Abdullah,MSi. Bertindak sebagai representasi Guru Besar, Prof.Dr.Ir.Mahfud Arifin,MS.

Tampil dengan judul disertasi “Dominasi dan Penguatan Kepentingan Stasiun TV melalui Multiflatform dalam industri Media (Kajian Ekononomi dan Politik Media pada Stasiun Televisi Net tahun 2013-2016). Menurutnya, Sebagai stasiun baru, Net TV harus memiliki strategi untuk bersaing dengan stasiun TV lain yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Multiflatform adalah salah satu strategi Net Tv yakni siarannya bukan hanya bisa dinikmati melalui saluran terestrial melalui pesawat TV di rumah, tetapi juga flatform streaming, media sosial, aplikasi maupun video on demand, sehingga orang bisa menonton TV kapan saja dan dimana saja melalui laptop atau HP-nya.

“Multiflatform ini telah memberi kemudahan bagi penonton, serta memberikan banyak hal baru dalam hal hubungan antara media televisi dan penontonnya” Ungkap Rahmat.

Rahmat dalam disertasinya menggunakan paradigma kritis dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus untuk dapat menggali bagaimana strategi ekonomi mpolitik media yang dijalankan pemilik dan pengelola Net TV, serta bagaimana dampak terhadap pola hubungan yang dibangun antara media dengan khalayaknya, karyawannya, regulator dan masyarakat lainnya. (AA)