Vivian Hasna Afifa, Voulunteers sebuah SMP di Rusia

 

vivian-4-edit

MENJADI seorang guru bukanlah cita-cita dari Mahasiswa Program Studi Jurnalistik angkatan 2013 Fikom Unpad, Vivian Hasna Afifa. Akan tetapi keikutsertaannya dalam program Exchange Partisipant (EP) ke Rusia bernama Young and Perspective  yang diselenggrakan oleh AISEC (Association of Students in Economic and Commercial Sciences) belum lama ini, membuatnya tertarik dengan dunia pendidikan.

 
AISEC sendiri merupakan salah satu organisasi internasional yang ada di 124 negara yang fokusnya pada bidang dan pengembangan pemuda atau mahasiswa pada umumnya. EP merupakan salah satu program AISEC.

 
Vivian pun memilih Rusia untuk program EP nya dan melewati dua tahap seleksi, yang pertama seleksi administrasi dan interview oleh AISEC yang kedua seleksi interview langsung dengan ketua program yang ada di Rusia via skype. Vivian bersaing dengan seluruh peserta AISEC se Bandung, dan berhasil lolos mewakili AISEC Unpad bersama satu orang lainnya.

 

Vivian-dan-mhsw-internasional-edit

Vivian bersama mahasiswa internasional (Foto koleksi pribadi)

Vivi-biasa dia dipanggil- selama enam minggu tinggal di Rusia “Disana aku mengajar anak usia 14 sampai 17 tahunya kalo di Indonesia setara siswaSMP” ujarnya.
Disana bahasa Inggris tidak dijadikan sebagai mata pelajaran wajib hal ini juga yang membuatnya tertarik. Bagi Vivi ini salah satu hal yang membuatnya harus kerja keras untuk bisa menarik perhatian para murid dalam kelas bahasa Inggrisnya.

 

 

“Ada saat kelas ramai banyak anak-anak yang masuk dan ya mulai terlihat berbagai macam karakter anak-anaknya. Ada yang malas mengikuti kelas, ada yang selengean cuek gitu, ada yang excited dan semangat banget” tambah gadis lulusan SMA 8, Bandung ini.

 

 

Bagi Vivi ini juga merupakan tantangan tersendiri untuk bagaimana menarik perhatian anak-anak dan menjadikan pelajarannya seru dimata anak-anak. Tak jarang Vivi merasa bingung untuk bisa menemukan bagaimana cara untuk bisa membuat bahan yang menarik dalam kelasnya.

 

 

Vivi memang tidak sendirian setiap akan memasuki kelas. Dalam satu kali masuk kelas biasanya Vivi digabungkan dengan EP yang lainnya dan kebetulan ia sempat mendapatkan teman yang sama dari Indonesia.

 

 

Sebelum banyak memasuki materi bahasa Inggris.Pertemuan pertama Vivi di kelas adalah memperkenalkan budaya Indonesia, bahkan Vivi sempat menari Jaipong didepan kelas untuk memperkenalkan tarian Indonesia. Selain memperkenalkan Vivi juga sempat mengajarkan tari Jaipong kepada anak-anak. Hal ini membuat Vivi bangga dengan Indonesia.

 

Vivian di Jepang

Vivian di Jepang (Foto koleksi pribadi)

 

Mengajarkan tarian Indonesia juga merupakan salah satu bentuk yang diandalkan Vivi untuk bisa menarik perhatian anak-anak. Sehingga Vivi bisa banyak menarik perhatian dan membuatnya semakin dekat dengan anak-anak disana.

 

 

Project Untuk Anak Negeri
Walaupun mengajar ke luar Indonesia, Vivi tetap berusaha memberikan pengajaran kepada anak-anak dalam negeri dengan mendatangkan para Exchange Partisipant dari berbagai negara seperti, Portugal, Egypt dan lainnya yang melakukan exchange ke Indonesia.

 

 

“Aku mengola EP di daerah Jatinangor. Mereka ngajar di SMK Padjajaran Jatinangor dan road show juga ke beberapa sekolah yang ada di Jatinangor.” Tambah Vivi.

 

 

Bagi Vivi pengalaman mengelola para EP yang datang ke Indonesia lebih menantang dibandingkan saat ia mengajar di Rusia. Karena, ia menjadi lebih banyak tau lagi bagaimana cara menangani keluhan para EP yang rata-rata banyak mengalami culture shock di Indonesia.

 

 

“Iya stress banget waktu mengelola mereka semua apalagi kita cuman berlima dan perempuan semua. Mereka banyak mengeluhkan fasilitas dari mulai kamarlah, gak ada kulkas, gak ada air, tempat tidur gak nyamanya, pokoknya EP yang dateng ke Indonesia kemarin tuh lebih manja dari tahun-tahun sebelumnya.”tambah gadis yang bercita-cita menjadi diplomat ini.
Bagi Vivi pengalaman mengajar di Rusia sampai mengurus para EP dari luarnegeri yang datang ke Indonesia membuat Vivi mendapatkan banyak manfaat dan berefek bagi kehidupan Vivi sekarang

 

 

“Aku bisa menjadi orang yang lebih open minded melihat dari berbagai sisi seseorang yang berbeda-beda gitu aku juga sebenernya banyak mengalami ‘tekanan’ tapi seru dan membuat hidup aku lebih teratur, and do things come esaily” tutur Vivi yang memiliki IPK-4 ini dengan semangat
Bagi Vivi hidup itu memang harus penuh dengan kerja keras.

 

 

“Setiap orang pasti akan mengalami fase-fase bosannya sesuka apapun dengan suatu hal, tetapi kita harus tetap kerja keras dan jangan menyerah karena, sesusah apapun yang kita lakukan pasti akan sebanding dengan apa yang kita dapatkan” tambah Vivi dengan penuh keyakinan. (AUFA SABILA)