Warga Perbatasan RI Malaysia, Memaknai Dirinya sebagai Pejuang

 

Doktor-Lidia-Djukardi-edit

BANDUNG : Meski daerahnya jauh tertinggal, warga yang tinggal di perbatasan RI Malaysia, sebagian besar  memaknai dirinya sebagai pejuang. Mereka setiap saat melintasi perbatasan negara demi kebutuhan hidupnya karena di desa tetangga yang masuk wilayah negara tetangga, jauh lebih sejahtera.

Lidia Djuhardi mengungkapkan hal itu dalam disertasi berjudul “Makna Kesenjangan Pembangunan Wilayah Perbatasan”. Lidia melakukan penelitian di Desa Temajuk Kab Sambas Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Desa Melano di wilayah Malaysia.

Lidia mempertahankan disertasi ilmu komunikasinya belum lama ini hadapan tim penguji dengan tim promotor Dr. Atwar Bajari MSi, Prof.Dr. Nina Winangsih, MS dan Dr. Purwanti Hadisiwi Ext.Ed. Bertindak sebagai tim oponen ahli Prof.Dr Mien Hidauat,MS, Dr.Agus Rahmat,MPd dan Dr.Herlina Agustin. Sidang dipimpin Dr.Dadang Rahmat Hidayat S.Sos,SH,MSi di Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Unpad Bandung.

Menurut Lidia, meski pembangunan desa Temajuk masih amat tertinggal dibanding desa Melano Malaysia, namun masyarakat desa Temajuk sebagian besar memaknai dirinya sebagai diri yang positip. Mereka terus berjuang keras dalam menjalani kehidupan dengan kondisi sarana dan prasarana yang amat minim. Ini jauh  berbeda dengan desa Melano.  Melano sendiri dianggap sebagai mitra mereka sehari-hari dan kemakmurannya dijadikan rujukan oleh warga desa Temajuk.

Motif warga Temajuk berinteraksi ke Melano sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari yang selalu tersedia di sana. Selain itu, Melano juga didatangi untuk kebutuhan jasa kesehatan karena di sana ada pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh warganya.

Di tengah berbagai kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi oleh fasilitas yang ada di Melano, sebagian besar warga mengeluhkan pengalaman komunikasi dengan aparat pemerintahan di Temajuk. Menurut mereka komunikasi antara aparat pemerintah dengan warganya kurang bagus. Namun kondisi ini tidak mengurangi semangat berpartisipasi warga Temajuk untuk membangun desanya. (AA)