WINDY HERVIDYA

 

Tak Pernah Surut untuk Berprestasi

WINDY HERVIDYA,  Alumni D3 Kehumasan 2009-2012, PR Prama Grand Preanger Hotel

WINDY HERVIDYA,
Alumni D3 Kehumasan 2009-2012, PR Prama Grand Preanger Hotel

Rasanya tak bosan memandangi paras cantik mojang satu ini. Bahasa tubuhnya mengisyaratkan dua kekuatan inner dan outer beuaty. Tubuhya yang ramping, ditunjang dengan kulit mulus dan sorot mata yang ekpresif.

Ketika berbincang, dari bibirnya yang mungil mengalir sederet harapan tentang kemajuan pariwisata di kawasan Bandung Selatan. Sosok kenes menggemaskan tak lain Windy Hervidya Damayanti. Kini, dia tercatat sebagai PR dari Hotel Prama Grand Preanger Bandung. Namun tak cukup itu saja, dia juga mempunyai beragam kiprah di blantika modeling dan dunia pariwisata.

Wiindy lahir dan tinggal di kawasan Kec.Kutawaringin, Kab Bandung. Siapa sangka gadis secantik ini lahir dan besar di sebuah kota kecamatan kecil nun jauh di Bandung selatan. Namun latar belakang sebagai orang daerah tak menyurutkan langkahnya untuk berprestasi. Anak tunggal ini pun tercatat pernah mengikuti berbagai kompetosi dan event besar modeling di Tanah Air.

“Hal yang paling berkesan, ketika aku terpilih sebagai mojang kewes pada ajang pemilihan Mojang dan Jajaka Parahyangan Kab Bandung 2011. Aduh malu nya aku ngomongnya, katanya sih, kewes itu artinya geulis, someah dan payusna Nyunda pisan” ujar Windy.

Menyandang status sebagai finalis Moka Kab Bandung bukan sekadar gelar tempelan bagi windy. Penyuka kucing ini juga mengemban tugas besar untuk mengenalkan sektor pariwisata dan daerah tersebut. Di sela-sela kesibukannya sebagai PR, dua juga berkeliling Indonesia guna mengenalkan keindahan kab Bandung ke berbabagi kalangan.

“Selama ini, Parijs Van Java, Kota Belanja, Kota Kuliner dan sebagainya hanya identik dengan Kota Bandung. Padahal di kabupaten Bandung banyak sekali obyek menarik yang bisa dieksplorasi. Saya selalu berusaha mengenalkan Ciwidey, Pangalengan dan beberapa tempat itu dan wajib dikunjungi” paparnya.

Masih tentang ambisinya mengembangkan tempat kelahirannya, Windy juga masih belum mendapatkan solusi tentang masih buruknya sarana infrastruktur menuju kawasan Bandung selatan. Banyaknya jalan yang rusak, problem kemacetan sulitnya akses menuju destinasi, baginya menjadi salah satu kendala.

Setengah berkelakar, Windy pun menyingkap pengalaman pribadinya soal percintaan. “Gara-gara jalannya banyak rusak dari pusat kota, kadang-kadang rekan dekat pria juga agak mikir kalau nganter saya pulang. Kalau pun sampai, itu pasti pasang muka cemberut lantaran aksen jalannya kurang nyaman” terangnya disusul gelak tawa.

Dibekali oleh sang maha Pencipta dengan rambut yang panjang dan indah beberapa tahun lalu, Windy sukses menggaet juara sebagai Clear Hair Model Regional Bandung. Selain lenggak-lenggok di atas catwalk, dia juga kerap memerkan rambut indahnya, Bahkan ia juga sempat didapuk menjadi Stop the Fall Loreal Amabassador yang masih seputar produk shampoo.

“Ya pokoknya di sela-sela ikut mempromosikan Kab Bandung dengan Dinas Pariwisata, saya juga mengikuti berbagai audisi rambut sehat. Alhamdulillah sempat menang dan pernah menjadi ambassador rambut sehat bersama Maudy Kusnaedi”ujarnya. (KORAN SINDO, EDISI MINGGU 15 JUNI 2014).