KULIAH UMUM: RISET KHALAYAK MEDIA DALAM JARINGAN & ANALISIS SEO

 

Rabu, 26 September 2019, Program Studi Jurnalistik Fikom Unpad mengundang Dr. Rully Nasrullah, M.SI, untuk memberikan kuliah umum dengan tema “Riset Khalayak Media dalam Jaringan & Analisi SEO.” Bertempat di Ruang Moestopo Fikom Unpad, hadir dosen-dosen Jurnalistik dan mahasiswa Fikom yang tertarik mengenai riset media.

Selama kurang lebih satu setengah jam, Kang Arul, panggilan akrab Dr. Rully Nasrullah, membagikan pengalamannya terkait riset digital untuk jurnalis. Kang Arul adalah akademisi, jurnalis dan penulis buku dibidang komunikasi digital yang cukup produktif. Bukunya banyak dikutip dan dijadikan referensi bagi mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dibidang komunikasi digital maupun media sosial, salah satunya adalah “Teori dan Riset Khalayak Media”, Etnografi Virtual, dan masih banyak lagi.

Penelitian komunikasi digital memang sedang menjadi trend bagi mahasiswa maupun akademinis komunikasi, hal ini karena dunia digital erat kaitannya dengan generasi millennial. Penelitian terkait perilaku anak-anak maupun dewasa pengguna media digital, aplikasi-aplikasi media sosial, fenome-fenomena yang menjadi perbincangan di media sosial atau dikenal dengan istilah ‘Viral,’ hingga fenomena buzzer.

Straubhaar dan LaRose (2002:14) mencatat bahwa adanya perubahan terminology menyangkut media. Perubahan tersebut berkaitan dengan perkembangan teknologi, cakupan area, produksi massal (mass production), distribusi massal (mass distribution), sampai pada efek yang berbeda dengan apa yang ada di media massa.

Menurut Dr. Rully, pembuat konten di media baru internet, harus memahami logika internet. Konten di internet merujuk pada kata kunci, kata kunci yang dibuat harus berjalan seperti dalam pencarian kata (konten) yang dilakukan oleh Google. Pemilihan dan penempatan kata kunci dalam sebuah konten media, akan memudahkan pengguna internet lain menemukan halaman tersebut. Hal ini karena pesan yang dikonsumsi masyarakat di media online tidak terbatas, sehingga media online saling bersaing untuk mendapatkan khalayak. Banyaknya sumber informasi juga membuat media online ditantang untuk menyajikan informasi singkat dan cepat saji. Sehingga tidak jarang, banyak media online yang judul beritanya cenderung mengedepankan sensasi.

Untuk itu amat penting adanya kajian terhadap media baru, karena kemunculannya di abad ke-20 ini kemudian mendorong kemunculan perspektif serta fenomena-fenomena baru. Penelitian seperti studi teks media, kajian terhadap efek media terhadap khalayak, studi relasi di internet dan identitas online dan masih banyak lagi. Menjadi menarik karena khalayak media kini telah bertransformasi bukan hanya pembaca, penonton ataupun pendengar, tapi juga pengguna. (RD)