Soleh Solihun, Ternyata Pernah Bercita-cita Jadi Da’i.

 
Soleh Solihun (Foto Koleksi Pribadi)

Soleh Solihun (Foto Koleksi Pribadi)

ALUMNI Departemen (dulu Jurusan) Jurnalistik Fikom Unpad Soleh Solihun yang saat ini namanya melejit di blantika hiburan dan komedi, ternyata pernah punya cita-cita jadi da’i. Kenapa? Karena terkesan dengan gaya dakwah penuh humor Zainudin MZ (alm).

 
Nama Soleh Solihun makin berkibarsetelah sering tampil membuka dan menutup acara stand-up comedy di sebuah stasiunTV. Acara “ngabodor sorangan di panggung” bukan barang baru baginya. Itu sudah dilakukannya sejak dia menjadi mahasiswa Fikom Unpad. Soleh tercatat sebagai mahasiswa Fikom Unpad setelah lulus dari UMPTN tahun 1997.

 
Saat menjadi mahasiswa, dia seringkali tampil menjadi MC pertunjukan musik. Sebelumnya dia dikenal juga sebagai tukang ngomporin teman-temannya kalau jadi supporter pertandingan basket atau futsal melawan fakultas lain di kampus Unpad. Dia memang selalu sukses menjadi pemandu sorak kalau Fikom sedang bertanding melawan fakultas lain, bahkan tak segan-segan membawa pengeras suara toa ke arena pertandingan.
Soleh Solihun-1

Dalam dunia musik dia memiliki grup band yang namanya cukup melejit di kampus Unpad antara tahun 2002 – 2004. Namanya LLP Band singkatan dari Lalieur, Laleuleus Paregel (Pada pusing, lemas dan pegal). dia tidak pegang alat atau jadi vokalis, tetapI jadi frontman yang tugasnya hanya jadi juru bicara yang amat bodor. Tapi justru karena kebodorannya LLP Band sangat dikenal, anehnya jika LLP tampil tanpa kehadiran Soleh justru garing, ternyata orang-orang mau nonton LLP Band itu karena terkesan dengan tampilan dirinya yang hanya ikut nyanyi pada saat refrain!

 
Semasa kuliah di Jurusan Jurnalistik FIKOM Unpad, fakultas ini sempat dipanjangkan sebagai Fakultas Ilmu Komedi Olaharaga dan Musik karena mahasiswanya jago-jago di bidang ini. Namun dia pun memuji para seniornya yang juga memanjangkan FIKOM sebagai Fakultas Ilmu Ketok Magic karena beberapa bagian kampus Fikom saat itu dikelilingi oleh pagar seng karena tengah dilakukan pembangunan.

 
Soleh juga yang berani menerbitkan media-media kampus yang agak aneh dibanding para pendahulunya. Dia menerbitkan buletin bernama Karung Goni kependekan dari Kabar Ungkapan Gosip dan Opini. Isinya amat santai tetapi serius, media ini amat digemari oleh banyak mahasiswa. Setelah itu dia pun mempelopori majalah FIKOM BABE, semacam majalah hiburan tentang orang-orang Fikom yang cantik dan ganteng, tentunya cantik dan ganteng prestasnya juga. Majalah ini penggemarnya bukan hanya di Fikom tapi juga ke kampus-kampus tetangga seperti Unwim, Ikopin serta STPDN (sekarang IPDN).

 
Soleh Solihun-2Seusai lulus dari Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad dia hijrah ke Jakarta karena diterima menjadi wartawan musik di sebuah majalah. Karena bakatnya dia pun menjadi penyiar sebuah radio sehingga namanya makin melejit bahkan cikal bakal acara stand up komedi berawal darinya yang selalu ngabodor sorangan di atas panggung hingga dia ditawari bagaimana kalau acara itu menjadi mata cara tetap di sebuah stasiun TV.

 
Nah, lantas kenapa dia terkesan dengan Zainudin MZ ? Menurutnya dakwahnya berbobot tapi disampaikan dengan ringan. Seperti “Hay, orang-orang yang beriman… Jika tidak beriman, tidak hay” katanya. Karena kelucuannya itulah dia bercita-cita ingin menjadi orang hebat seperti Zainudin MZ. (AA)