
Kuliah Umum Prodi Humas Fikom Unpad: Penggemar K-pop menjadi Aktivis Sosial dan Kemanusiaan

Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Prodi Humas Fikom Unpad) bekerja sama dengan University of Canberra, Australia mengadakan kuliah umum virtual pada Jumat, 3 September 2021. Kuliah umum ini mengangkat topik “K-pop and Social Media.” Menghadirkan Dr. Lee Jee Young, dari Faculty of Arts and Design, sebagai narasumber.
Dalam kuliah umum ini Dr. Lee Jee Young, memaparkan hasil risetnya tentang media digital dan masyarakat khususnya penggemar K-Pop. Fenomena Hallyu atau Korean Waves sebenarnya sudah masuk ke Asia, khususnya Indonesia sejak tahun 2000. Sejak saat itu, film (K-Movie), drama televisi (K-Drama), musik (K-Pop) dan mode (K-fashion) dari Korea Selatan, menjadi konsumsi sebagian masyarakat Indonesia. Riset terkait “demam Korea” di Indonesia juga sudah banyak dilakukan oleh para peneliti Humaniora. Namun hasil riset Dr. Young telah membuka perpektif baru terkait para penggemar Korea, khususnya musik Korea atau K-Pop. Riset tersebut menemukan, bahwa penggemar K-Pop era sekarang bukan hanya sebagai konsumen produk dan budaya korea, melainkan turut serta dalam pembentukan budaya partisipatif di ranah digital. Hal ini terlihat dari aktivitas digital para penggemar K-Pop. Mereka terlibat secara aktif dalam mengorganisasi beberapa kampanye dengan tema sosial, lingkungan, hingga pendidikan.
K-pop telah menjadi salah satu topik yang ramai dibahas di Twitter, terdapat 7,5 miliar cuitan yang berkaitan dengan K-pop sejak Juli 2020 s.d. Juni 2021. Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara yang paling banyak membicarakan K-pop sekaligus negara dengan penggemar K-pop terbanyak di Twitter. Indonesia juga berada di posisi kedua—setelah Korea Selatan—sebagai penonton K-pop terbanyak di platform YouTube (Statista, 2020).
ARMY—penggemar dari boy group BTS, tercatat mengumpulkan dana $1 juta dalam waktu 25 jam, untuk kampanye #MatchAMillion sebagai dukungan kepada gerakan Black Lives Matter. Di Indonesia, diketahui bahwa ada enam belas komunitas penggemar K-pop yang melakukan pengumpulan dana untuk membantu bencana alam di berbagai daerah.
Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad, Centurion Chandratama Priyatna, PhD., menyampaikan Tema K-Pop dan media sosial yang disampaikan Dr. Young, diharapkan dapat membuka wawasan baru untuk mahasiswa dan dosen, tentang pembentukan budaya partisipatif di ranah digital dilihat dari perkspektif akademis dan Public Relations.
Pak Cendi—begitu beliau biasa disapa, menambahkan bahwa kuliah umum ini merupakan tahap awal kerjasama antara Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad dengan University of Canberra, Australia. “Semoga kerjasama-kerjasama lain seperti penjajagan double degree atau student exchange bisa dilaksanakan di masa yang akan datang.” (NA)

