
Menyelami Dunia Riset: Cerita Dr. Phil. Aang Koswara dalam Meniti Perjalanan Post Doktoral di Jerman
Mengambil langkah melampaui batas wilayah kampus Universitas Padjadjaran, Dr. phil. Aang Koswara, menyelami tantangan baru dengan membawa tekad untuk mengembangkan pengetahuan, berkarya, dan menjalin kolaborasi lintas negara dan budaya. Perjalanan ini membuka pintu gerbang ilmu pengetahuan yang lebih luas, memperluas wawasan akademis, dan menciptakan peluang untuk memberi dampak bagi masyarakat global.
Aang Koswara telah memulai perjalanan nya sejak mendapatkan gelar sarjana di program studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad, lalu melanjutkan magister sains konsentrasi Psikologi Sumber Daya Manusia di Fakultas Psikologi Unpad, dan mendapatkan beasiswa Hanns Seidel Stiftung Jerman untuk melanjutkan Program doktoral dalam bidang Interkulturelle Kommunikation (komunikasi antarbudaya) di Ludwig Maximilians Universität München, Jerman.
Sejak 2001, Aang mengabdi sebagai dosen di program studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad. Namun tidak hanya menjadi dosen saja, di tahun 2010, Aang mengikuti program non-degree yang dilaksanakan oleh Institut für Kommunikationswissenschaft (Institut Ilmu Komunikasi) Ludwig Maximilians Universität München, yang berfokus pada dua mata kuliah, yaitu Risk und Krisenkommunikation dan The International Challenge of Corporate Communication. Program non-degree ini menjadi salah satu awal mula Aang sangat menikmati perjalanannya di Jerman dan menjadi cikal bakal beliau untuk melanjutkan S3 di universitas yang sama.
Selama di Jerman, tidak menjadi penghalang bagi beliau untuk tetap mengabdi menjadi dosen di Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad. Selama ini,membimbing, menguji ujian skripsi, dan pembelajaran kelas tetap berlangsung secara daring. Dengan perbedaan zona waktu yang kurang lebih 5 (summer time) sampai 6 jam (winter time), Aang terus berusaha memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswanya di program studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad.

Sebagai syarat memperoleh gelar doktor di Ludwig Maximilians Universität München, pada tahun 2022 Aang mempublikasikan disertasi nya dalam bentuk buku yang berjudul “Corporate Culture Practices of German Corporations in the Host Country Indonesia”. Buku ini membahas mengenai bagaimana praktik budaya perusahaan Jerman di Indonesia, dengan dianalisis dari perspektif karyawan, manajer, dan ekspatriat Jerman di Indonesia.
Aang memiliki latar belakang akademik yang multidisiplin, beliau belajar di program studi Hubungan Masyarakat pada S1, melanjutkan belajar Psikologi Sumber Daya Manusia pada S2, dan pada akhirnya mempelajari Komunikasi Antarbudaya pada S3. Pemilihan bidang akademik tersebut bukan tanpa alasan, Aang bertujuan untuk belajar dari bidang ilmu yang berbeda-beda agar pada akhirnya bisa melihat dari berbagai macam perspektif.
Dengan latar belakang yang sangat multidisiplin tersebut, Aang melanjutkan perjalanan nya dalam dunia riset dengan menjadi rekan post doktoral dan melakukan riset yang berjudul “Intercultural Communication Competence of Indonesian Elite Migrant Workers in Germany”. Aang sudah sejak lama memiliki keinginan untuk memperdalam riset mengenai komunikasi antarbudaya dan bagaimana seluruh latar belakangnya sejak S1 sampai S3, bisa menjadi bekal bagi beliau untuk melakukan riset dengan dasar dari berbagai macam perspektif bidang ilmu yang berbeda-beda.
Perjalanan S3 dan post doktoral tidak selalu berjalan mulus, terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti bahasa, manajemen waktu, dan kultur akademik yang berbeda dengan di Indonesia. Namun beliau tetap berjuang dan melakukan yang terbaik. “Dimulai dengan doa, tutup dengan doa, perkara hasil harus tawakal dan ikhlas. Give our best in everything. Kita harus bangkit lagi. Nggak apa-apa untuk mundur dikit supaya daya dorongnya lebih kuat lagi,” ujar Pak Aang ketika ditanya mengapa memiliki keinginan yang tinggi untuk bisa terus melanjutkan perjalanan risetnya meski banyak tantangan yang harus dihadapi.
Program post doktoral Pak Aang baru saja dimulai, dan masih akan terus berlanjut selama beliau melakukan riset di Jerman. Waktu selesainya yang belum pasti tidak membuat beliau gentar untuk melanjutkan perjalanannya di sana, ia berharap hasil dari riset nya nanti tidak hanya berguna bagi Jerman, tetapi juga berguna bagi Indonesia. (JJC)
