
Nujjiya Zhahirin: Mengejar Mimpi Hingga Negeri Eropa
Muhamad Nujjiya Zhahirin, atau lebih akrab disapa Nujjiya, adalah salah satu mahasiswa berbakat program studi Manajemen Produksi Media Fikom yang mengambil langkah berani dalam mengejar mimpinya melalui program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA). Pria kelahiran Bandung pada 7 Juli 2002 ini harus melalui perjalanan yang panjang dan tidak mudah untuk dapat meraih impiannya berkuliah di universitas terkemuka di Inggris, Arts University Bournemouth. Dengan berpegang teguh pada motto hidupnya, “every lesson shapes a life“, Nujjiya berhasil melangkah lebih jauh.

Nujjiya mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti program IISMA adalah pandangannya yang terus terpaku akan cita-cita dan masa depannya. Ia menyadari bahwa sumber daya manusia semakin bertambah dan teknologi semakin maju dari hari ke hari. Oleh karena itu, Nujjiya ingin memperluas pengetahuannya dengan belajar di lingkungan yang memiliki standar dunia dalam ilmu yang ia tekuni. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang berharga dan bersaing tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Nujjiya juga ingin mengembangkan perusahaannya untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat di daerah asalnya, Bandung.
Nujjiya menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa vokasi di program studi Manajemen Produksi Media, pilihannya dalam program IISMA cukup terbatas. Namun, karena minat dan latar belakangnya di bidang komunikasi dan seni, dia memilih program Visual Communication di Arts University Bournemouth sebagai pilihan pertamanya. Nujjiya juga mengungkapkan bahwa persiapan untuk seleksi IISMA tidak hanya tentang kemampuan berbahasa Inggris, penulisan esai yang baik, atau catatan akademis yang cemerlang, tetapi juga tentang mental yang kuat.
Menurut Nujjiya, program IISMA bukan untuk semua orang. Maksudnya, hanya orang-orang tertentu dengan mindset dan mental yang kuat, yang mampu mengikuti seluruh tahapan seleksi IISMA yang tidak mudah. Selain itu, Nujjiya juga memahami bahwa program ini membutuhkan modal yang tidak sedikit, sehingga persiapan dari aspek finansial juga perlu dimatangkan. Meskipun bukan dari keluarga yang berkecukupan, Nujjiya berhasil mengumpulkan modal tersebut melalui berbagai pekerjaan dan proyek freelance. Nujjiya yakin, dengan effort dan value yang dimilikinya, tidak ada satupun yang dapat menghentikannya untuk meraih cita-cita.
Benar saja, Nujjiya lulus pada tahap seleksi berkas dan wawancara. Nujjiya awalnya merasa bingung ketika mendapat kabar bahwa dia diterima dalam program IISMA. Namun, setelah memproses informasi tersebut, dia merasa senang dan bangga terhadap dirinya sendiri. Meskipun demikian, ia tetap fokus dan menyadari bahwa ini hanya awal dari perjalanan panjangnya.
Sebagai persiapan keberangkatan ke luar negeri, Nujjiya fokus pada penguatan kemampuan berbahasa Inggris dan mempersiapkan mentalnya. Selain itu, Nujjiya juga mengikuti program pre-departure yang disediakan oleh IISMA untuk membantu para awardee untuk lebih efektif belajar di luar negeri. Sebagai tambahan, Nujjiya juga berinisiatif membuat daftar terkait target kompetensi apa yang harus dicapainya sebagai tolak ukur perkembangannya ketika selesai mengikuti program IISMA.
Memulai kehidupannya di Inggris, Nujjiya mengungkapkan bahwa perbedaan budaya yang ia rasakan tidak terlalu signifikan, terutama jika sudah terbiasa dengan gaya hidup disiplin dan menggunakan transportasi umum. Namun, Nujjiya juga menekankan pentingnya bertanya jika mendapati budaya atau kebiasaan yang berbeda, dan menjauhi kebiasaan yang dianggap salah.
Sementara itu, perbedaan yang cukup terasa terdapat pada perkuliahan di Arts University Bournemouth, yang sangat terfokus pada satu subjek dalam satu program studi. Metode pembelajaran di universitas tersebut juga sangat berbeda, tepatnya menggunakan metode project based. Meskipun demikian, Nujjiya dipertemukan dengan dosen-dosen yang sangat suportif dan tidak enggan membantu mahasiswanya yang kesulitan. Selain itu, mahasiswa juga dibekali dengan fasilitas peminjaman peralatan untuk keperluan pendidikan seperti laptop, kamera, lighting, dan lain sebagainya, sehingga mahasiswa dapat mengerjakan tugasnya secara optimal.

Dengan lingkungan yang mendukung, Nujjiya aktif mengembangkan dirinya dengan mengikuti kegiatan di luar kampus, membuat konten, hingga bekerja paruh waktu. Ia terus mengingat tujuan utamanya untuk mempelajari perspektif yang berbeda dalam bidang komunikasi dan seni melalui kesempatan ini. Dengan demikian, ia berharap pengetahuan yang didapatnya bisa memberikan kontribusi berharga ketika kembali ke Indonesia.
Nujjiya mengakui bahwa kenyataan tidak selalu sesuai dengan ekspektasinya. Meskipun menemui rintangan, ia menganggap hal itu sebagai peluang untuk belajar hal-hal baru yang tidak terbayangkan sebelumnya. Bagi Nujjiya kepercayaan diri, mental, dan persiapan yang matang menjadi kunci penting yang membawanya meraih impiannya melalui IISMA. Kesampingkan rasa takut dan keraguan karena tidak ada yang dapat menghalangi seseorang untuk mencapai cita-cita, kecuali diri sendiri. (TDF)
