
Yudhis Salvania Pradana: Kisah Inspiratif dalam Mengejar Impian
Yudhis Salvania Pradana, lebih akrab disapa dengan panggilan Yudhis, adalah salah satu Alumni Fikom Unpad dengan track record yang sangat gemilang. Pria yang bertanah kelahiran di Bukittinggi ini memiliki ambisi dan semangat yang membara dalam mengejar impiannya.
Sebelum meraih pencapaian-pencapaian yang luar biasa, Yudhis juga melalui masa-masa yang berat. Demi mengejar impiannya untuk menjadi duta pariwisata, ia meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke tanah Padjadjaran.
Menjadi anak rantau bukanlah hal yang mudah. Yudhis sempat merasakan culture shock yang membuatnya kurang percaya diri dan kesulitan bersosialisasi. Namun, ia tetap berusaha berkembang dengan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan, seperti volunteering dan organisasi himpunan serta BEM. Ia juga turut mengikuti UKM Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) yang memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan public speaking dan mendapat banyak relasi.
Tidak hanya itu saja, Yudhis juga pernah mengalami permasalahan dengan kesehatan mentalnya yang membuatnya terpuruk. Bahkan, ia sempat menghentikan kegiatannya dan nonaktif dari media sosial selama beberapa waktu. Namun, hal itu tidak membuatnya lantas menyerah begitu saja. Yudhis menjadikannya sebagai batu loncatan untuk melangkah lebih jauh.
Di tahun 2021, Yudhis mencalonkan diri dalam ajang Putra Putri Padjadjaran dengan membawa advokasi isu mental health dan self love yang didasarkan pada pengalaman pribadinya. Dengan advokasi tersebut, Yudhis berhasil melewati tahapan seleksi tingkat fakultas dan menjadi Putra Putri Fikom bersama Fahrein Rachel Latisha. Yudhis terus melakukan usaha terbaiknya di ajang Putra Putri Padjadjaran tingkat kampus hingga akhirnya ia terpilih menjadi Putra Padjadjaran.
Perjuangan Yudhis tidak berhenti sampai di situ saja. Sembari menyusun skripsi di tingkat akhirnya, Yudhis juga mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pencarian duta pariwisata Abang None di Jakarta Pusat. Bukan hanya mempersiapkan mental dan fisik saja, Yudhis juga perlu mempersiapkan pengetahuan dan pemahamannya mengenai budaya Jakarta. Persiapan yang dilakukannya tidaklah mudah, mengingat Yudhis berasal dari luar pulau sehingga diperlukan usaha yang lebih untuk memahami budaya baru yang asing baginya.

Setelah lulus dengan predikat cumlaude pada awal 2023 lalu, Yudhis melancarkan rencananya. Yudhis bersaing dengan ratusan peserta lain yang turut berpartisipasi di ajang tersebut. Usaha yang dilakukan Yudhis tidak sia-sia, ia sukses menjadi finalis lima belas besar dan melaju ke babak berikutnya. Melalui dua bulan karantina, Yudhis mendapat Juara Harapan 1 Abang Jakarta Pusat. Dengan pencapaiannya tersebut, Yudhis juga mendapatkan eksposur secara internasional melalui ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) pada 43rd ASEAN Summit.
Bagi Yudhis, seberapapun hebatnya seseorang, semuanya sia-sia bila ia tidak bermanfaat untuk orang lain. Apa yang telah dilakukannya hingga saat ini, ditujukannya untuk memberikan dampak kepada lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Bagaikan ombak yang tidak pernah habis walau pecah di bibir pantai, semangat Yudhis untuk terus memberikan dampak kepada lingkungannya akan terus membara. (TDF)
