
Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi Krishna Murti: Mengupas Strategi Komunikasi Publik Polda Metro Jaya pada Masa Pandemi Covid-19
Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi digelar pada Kamis, 25 Juli 2024, pukul 09.00 WIB di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran. Acara ini menjadi momen penting bagi Krishna Murti, seorang perwira tinggi polisi dan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri. Lahir di Ambon pada 15 Januari 1970, Krishna Murti merupakan putra dari Alm. Brigjen TNI Purn. Bom Soerjanto dan Siwi Renoati. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian Semarang pada tahun 1991 dan memiliki karir yang panjang, termasuk sebagai Direskrimum Polda Metro Jaya pada 2015 dan Kepala Biro Misi Internasional Polri 2017-2022. Selain karir profesionalnya, ia juga menempuh pendidikan tinggi, menyelesaikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2000, Magister di Global University Indonesia pada 2007, dan berbagai pendidikan kedinasan lainnya. Pada 2019, ia terdaftar pada program studi Doktor Ilmu Komunikasi di Fikom Unpad. Kini, dengan disertasinya yang berjudul “Strategi Komunikasi Publik Polda Metro Jaya pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Akun Instagram @kapoldametrojaya pada Masa Pandemi Covid-19)”, ia siap meraih gelar doktor.
Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi ini dimulai dengan pembukaan oleh Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., yang bertindak sebagai ketua sidang. Setelah pembukaan, Promotor Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., membacakan riwayat hidup Krishna Murti, memberikan gambaran mengenai perjalanan karier dan akademis yang mengesankan dari kandidat doktor ini. Sidang berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Krishna Murti memaparkan disertasinya secara ringkas namun jelas, menarik perhatian seluruh hadirin dengan penjelasan yang mendetail dan sistematis.
Para penguji yang hadir dalam sidang ini terdiri dari delapan akademisi dan praktisi terkemuka, yaitu Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., Dr. Dadang Sugiana, M.Si., Dr. Asep Suryana, M.Si., Dr. Edwin Rizal, M.Si., Irjen. Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., dan Prof. Dr. Susanne Dida, M.M. Mereka memberikan berbagai pertanyaan kritis dan konstruktif yang dijawab dengan baik oleh Krishna Murti, menunjukkan kedalaman pengetahuan dan pemahaman yang kuat terhadap topik disertasinya. Sidang berlangsung dengan suasana akademis yang sangat mendukung, di mana diskusi-diskusi yang terjadi turut memperkaya pembahasan mengenai strategi komunikasi publik Polda Metro Jaya selama pandemi Covid-19.
Krishna Murti memilih topik disertasinya karena pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap tugas kepolisian. Selama pandemi, Polri diharapkan menjadi first responder yang menegakkan peraturan kesehatan, menjaga keamanan, dan memastikan layanan penting tetap berjalan. Polda Metro Jaya dipilih sebagai fokus penelitian karena wilayahnya yang strategis dan kompleks, serta dampaknya yang signifikan terhadap citra Polri secara nasional.
Tujuan utama dari disertasi ini adalah untuk mengetahui bagaimana Polda Metro Jaya melaksanakan tugasnya selama pandemi Covid-19, bagaimana Kapolda Metro Jaya menggunakan media sosial untuk komunikasi, serta strategi komunikasi publik yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dengan Kapolri, Kadiv Humas, Kapolda Metro Jaya, serta tim komunikasi media sosial Polda Metro Jaya. Teori-teori yang digunakan meliputi teori dramaturgi, pemrosesan informasi, keterpaparan selektif, framing, dan kognitif sosial, yang dipetakan dalam meta-tipologi komunikasi untuk menyesuaikan pesan dengan kelompok audiens yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi @kapoldametrojaya berhasil mempersempit gap komunikasi yang disebabkan oleh social distancing selama pandemi, dan memberikan kontribusi positif dalam interaksi dengan publik saat media informasi lainnya tidak efektif. Disertasi ini menekankan pentingnya strategi komunikasi yang komprehensif dan dinamis, merujuk pada meta-tipologi komunikasi Polri untuk mempertajam tujuan komunikasi, framing pesan, segmentasi target audiens, pemilihan platform media, dan representasi diri komunikator.
Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Komunikasi Krishna Murti berakhir dengan hasil yang membanggakan, di mana disertasinya diterima oleh para penguji. Ucapan selamat yang tulus disampaikan kepada Pak Krishna Murti atas pencapaian luar biasanya ini. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan dalam bidang komunikasi publik, terutama dalam konteks krisis seperti pandemi Covid-19. Dengan gelar doktor yang diraihnya, semoga Krishna Murti terus berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas strategi komunikasi Polri, serta memberikan inspirasi bagi peneliti dan praktisi komunikasi di Indonesia. (TDF)
