
Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Berkolaborasi dengan Kappa Fikom Unpad Kembangkan Mini Maggot Farm
Pusat Studi Komunikasi Lingkungan (Pusdi Komling) dan Klub Aktivis Pegiat dan Pemerhati Alam (Kappa) Fikom Unpad mengembangkan Mini Maggot Farm untuk pengolahan limbah organik, khususnya di lingkungan Fikom Unpad. Maggot adalah larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dapat digunakan untuk mengurai sampah organik.
Kang Nunu, mahasiswa Program Studi Jurnalistik yang merupakan perwakilan dari Kappa Fikom Unpad menjelaskan bahwa ide awal Mini Maggot Farm adalah pada bulan Januari 2025, Dr. Herlina Agustin, M.T. atau kerap disapa “Bu Titin” dari Pusdi Komling menginisiasi untuk mempelajari Maggot, diawali dengan mengumpulkan dana dan mengusahakan terciptanya Mini Maggot Farm di Fikom Unpad. Pada tahap awal yang dilakukan adalah membentuk sebuah tim dan melakukan coaching dengan ahli Maggot di Jawa Barat. Selanjutnya, tim mulai menjalankan program Mini Maggot Farm ini di Fikom Unpad. Untuk lokasi pengolahan sampah saat ini, yakni di ruang bekas shelter hewan Pusdikomling Fikom Unpad, di belakang Gedung 2
Saat ini program yang dilaksanakan adalah pengolahan SOD, singkatan dari Sampah Organik Dapur, untuk saat ini Maggot belum mencukupi dan masih dibudidayakan untuk berbagai kebutuhan. Rencana selanjutnya, sivitas akademika dapat turut serta menjaga lingkungan dengan memilah sampah organik dan anorganik, kemudian diserahkan kepada tim untuk dapat diolah dengan baik oleh Maggot. Alurnya, Sampah organik dapur akan dimakan oleh maggot, kemudian selang beberapa hari sampah tersebut akan berkurang volumenya. Sisa-sisa SOD (Kasgot) ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Selain dapat mengurangi sampah organik di lingkungan kampus, Mini Maggot Farm Fikom Unpad juga memanfaatkan Maggot sebagai pakan ikan lele. Meskipun saat ini kolamnya masih terbatas, komunitas berencana membuat kolam lebih besar dikemudian hari apabila maggot sudah berkembang lebih banyak. “. “Pengelolaan Mini Maggot Farm merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, karena merupakan salah satu bentuk pengolahan sampah yang cukup baik” tuturnya. Dengan demikian,
program ini tidak hanya menjadi solusi bagi permasalahan sampah, tetapi juga menciptakan ekosistem berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan komunitas akademik
di Fikom Unpad. (HS)

