
Sasak Tinju Raih Juara 1 pada POP Competition UIN Sunan Kalijaga
Jatinangor – Sasak Tinju meraih Juara 1 dalam ajang Party of Public Relations (POP) Competition di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 26-28 Mei 2025. Sasak Tinju, tim mahasiswa Humas UNPAD beranggotakan Dewi Maryam, Zaim Zukhruf, dan Adisti Juliani mengusung kampanye bertajuk “JAKARA”. JAKARA berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif Bulukumba melalui strategi komunikasi berbasis data.
JAKARA, Solusi Ideal Sasak Tinju bagi Bulukumba
Party of Public Relations (POP) Competition adalah lomba tahunan kehumasan nasional yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kompetisi ini menantang kreativitas peserta dalam merancang kampanye public relations yang berdampak dan relevan secara sosial. Bertemakan “Public Relations Strategies for Creative Economy”, peserta diharapkan dapat menciptakan PR Campaign yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif pariwisata Indonesia.
Mengusung kampanye bertajuk “JAKARA: Jelajah Khatulistiwa Nusantara”, Sasak Tinju menyoroti pengembangan ekonomi kreatif di Bulukumba, Sulawesi Selatan, melalui pendekatan komunikasi berbasis data. Kampanye ini dikemas seolah-olah berada di bawah platform Traveloka, dengan pesan utama “Kesana kemari, kolaborasi membangun negeri.”
“Kami ingin program yang berdampak nyata dan berkelanjutan, khususnya untuk daerah kaya potensi tapi kurang mendapat perhatian,” ujar Dewi.
Ilmu Kampus Jadi Bekal Utama Sasak Tinju
Proses pengerjaan kampanye berlangsung satu bulan, dimulai akhir April, dan juga menjadi bagian dari tugas mata kuliah Strategi dan Taktik Humas. “Kalau mau dapat nilai A, salah satu syaratnya ikut lomba dan menang,” tambah Dewi.
Meski terbiasa tampil, Disti mengakui tantangan terberat adalah menjaga akurasi saat presentasi final. “Satu kata saja bisa mengubah pemahaman juri,” ujarnya.
Zaim menambahkan, mereka ingin masyarakat lebih sadar akan potensi pariwisata Bulukumba. “Kami ingin mereka merasakan sendiri pengalaman pertama yang berkesan,” katanya.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa ilmu kampus dan pengalaman organisasi dapat diimplementasikan secara nyata. Sasak Tinju pun mendorong mahasiswa lain untuk berani ikut lomba. “Itu cara terbaik untuk menguji kreativitas dan berpikir strategis,” tutup mereka. (SNR)
