
Bangga! Mahasiswa Fikom UNPAD raih medali Emas di PON XXI
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Padjadjaran kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang PON XXI Aceh–Sumut, tim softball putra Jawa Barat berhasil meraih medali emas setelah 35 tahun. Salah satu atlet yang berjuang yaitu Argya Bimo Satyoadhi, mahasiswa Program Studi Manajemen Komunikasi FIKOM Unpad Angkatan 2024.
Pertandingan final cabang olahraga softball putra digelar di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Aceh. Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, tim Jawa Barat sukses mengalahkan tim DKI Jakarta dengan skor ketat 4-3. Ini menjadi medali emas pertama yang diraih tim softball putra Jawa Barat sejak terakhir kali mencapainya pada PON tahun 1989. Ini menjadi momen yang sangat bersejarah dan emosional bagi seluruh tim Softball Jawa Barat dan para penggemar Softball Jawa Barat.
Bimo tidak hanya menjadi bagian dari kemenangan tim softball putra Jawa Barat, tetapi juga menunjukkan dedikasinya sebagai mahasiswa aktif.
“Menjadi bagian dari tim PON XXI Softball ini adalah pengalaman pertama saya yang sangat luar biasa. Kami berlatih keras selama berbulan-bulan, dan hasilnya sangat memuaskan,” ujar Bimo.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FIKOM Unpad mampu berprestasi di luar kampus tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik. Bimo juga aktif dalam UKM Softball Unpad dan tetap menjaga performa akademiknya, hal membuktikan bahwa kedisiplinan dan manajemen waktu adalah kunci keberhasilannya.

Tim PON XXI Softball Jawa Barat
Prestasi ini diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa FIKOM lainnya untuk mengejar potensi mereka di berbagai bidang. Keterlibatan dalam PON juga memperkuat citra FIKOM Unpad sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan diri secara menyeluruh.
Medali emas PON XXI Softball Putra Jawa Barat bukan hanya milik tim softball Jawa Barat, tetapi juga menjadi kebanggaan besar bagi Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD. Setelah 35 tahun penantian sejak PON 1989, medali emas akhirnya kembali ke tangan tim softball putra Jabar dan Argya Bimo Satyoadhi menjadi bagian dari sejarah gemilang tersebut. (DN)
