
Perjalanan Raissa Menjadi Relawan Internasional dan Tumbuh Lewat Pengalaman Global
Raissa, mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan 2024, sejak kecil memimpikan karier sebagai diplomat. Ketertarikannya pada dunia internasional mendorongnya untuk mengikuti program Global Volunteer dari AIESEC in Unpad. “Setelah cari tahu lebih dalam, aku makin yakin karena programnya sesuai banget sama yang aku suka,” ujarnya.

Mengenal Program Global Volunteer
Pada Desember 2024 hingga Februari 2025, Raissa mengikuti project Global Classroom di Ho Chi Minh, Vietnam. Program ini bertujuan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas. AIESEC membuka seleksi bagi mahasiswa Unpad yang mampu berbahasa Inggris dan bersedia menjadi relawan selama enam minggu. Peserta menjalani serangkaian simulasi wawancara sebelum lanjut ke interview bersama AIESEC Vietnam.
Menjadi Pengajar dan Pelajar Sekaligus
Raissa tinggal di Enghouse Homestay bersama relawan lain. Setiap hari, ia mengajar anak-anak SD bahasa Inggris, matematika, dan pelajaran dasar lainnya. Ia menggunakan materi dari tim lokal dan juga membuat materi sendiri. Meskipun tidak mendapat uang saku, Raissa menerima 100 Vietnam Dong per sesi mengajar sebagai apresiasi.
Tantangan seperti kendala bahasa dan rasa rindu rumah justru memperkuat dirinya. Dukungan dari sesama relawan dan keluarga membuatnya tetap semangat. “Aku belajar jadi lebih kuat dan menghargai hal-hal kecil,” katanya.
Membangun Koneksi Lintas Negara
Raissa berkenalan dengan relawan dari Turki, Korea, Spanyol, China, Australia, hingga Jerman. Ia menjalin kedekatan dengan Hannah, staf iGV AIESEC Vietnam yang menjadi pendampingnya. “Kita sering shopping bareng, curhat, dan sampai sekarang masih sering kontak,” ungkap Raissa.

Malam Natal menjadi momen paling berkesan. Para relawan berkumpul di rooftop, bertukar hadiah untuk panti asuhan, dan menikmati sajian lokal. Naik water bus di malam hari juga menjadi pengalaman spesial. “Ho Chi Minh itu kota yang ramai dan hidup banget, aku merasa cocok (tinggal) di sana,” tambahnya.
Makanan di Vietnam yang didominasi kuah dan sayuran menjadi favorit Raissa. “Awalnya kaget karena hampir semua makanan berkuah dan penuh sayur, tapi lama-lama jadi favorit. Rasanya ringan tapi tetap enak dan bikin badan segar,” jelasnya.

Pelajaran Berharga dan Transformasi Diri
Setelah pulang, Raissa merasa lebih percaya diri, berani, dan siap menghadapi tantangan. “Aku belajar kenal diriku sendiri lebih dalam. Jadi versi terbaik dari diriku,” ujarnya. Pengalaman ini relevan dengan pekerjaannya sebagai staf hubungan internasional AIESEC in Unpad dan juga mendukung cita-citanya di dunia PR.
Koneksi global dan pelajaran hidup dari program ini menjadi hal yang sangat ia syukuri. “Ayahku bahkan diam-diam sudah menyiapkan dana sejak awal aku cerita tentang program ini. Aku bersyukur banget,” katanya.
Pesan dari Raissa untuk Mahasiswa Lain
“Justru kalau kamu takut, itu tandanya kamu harus coba. Percaya deh, kamu bakal pulang sebagai versi terbaik dari dirimu sendiri.” (ERM)
