
Fikom Unpad Gelar Lokakarya Kurikulum S2 untuk Perkuat Standar dan Relevansi Pendidikan Pascasarjana
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berkualitas melalui penyelenggaraan Lokakarya Kurikulum Program Magister (S2) pada Selasa, 21 April 2026 pukul 09.00 WIB di Fikom Knowledge Heritage.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Dr. Ira Mirawati, M.Si., bersama para Ketua Program Studi Magister serta tim penyusun kurikulum. Dalam sambutannya, Dr. Ira menekankan bahwa penyusunan dan penetapan kurikulum Program Magister menjadi kebutuhan yang mendesak, sejalan dengan arahan rektorat agar kurikulum segera disusun secara sistematis dan terstandar. Proses tersebut diharapkan dapat berjalan cepat tanpa mengabaikan kualitas akademik, sekaligus mendukung target peningkatan proporsi mahasiswa magister hingga 17 persen dari total mahasiswa sebagai bagian dari strategi penguatan institusi.
Lokakarya ini menjadi ruang diskusi strategis dalam merumuskan arah kurikulum yang selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi serta perkembangan ilmu komunikasi. Pembahasan menekankan pentingnya pendekatan Outcome-Based Education (OBE), di mana capaian pembelajaran lulusan menjadi fondasi utama dalam penyusunan kurikulum. Setiap elemen kurikulum, mulai dari bahan kajian hingga struktur mata kuliah, harus diturunkan secara sistematis dari capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, serta keterampilan umum dan khusus, sehingga menghasilkan lulusan yang utuh secara akademik maupun profesional.
Dalam sesi presentasi draft kurikulum, Program Magister Ilmu Komunikasi Fikom Unpad diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan profil yang kuat secara konseptual dan aplikatif. Lulusan tidak hanya diposisikan sebagai akademisi yang mampu mengembangkan ilmu komunikasi, tetapi juga sebagai peneliti, analis, perancang strategi, hingga konsultan komunikasi yang mampu merespons dinamika sosial, organisasi, dan industri secara kritis dan berbasis data.
Diskusi juga menyoroti sejumlah catatan penting dalam penyempurnaan kurikulum. Struktur kurikulum yang masih dinilai kompleks perlu ditata ulang agar lebih efektif dan proporsional, dengan memastikan keterkaitan yang jelas antara capaian pembelajaran, bahan kajian, dan mata kuliah. Selain itu, model pembelajaran yang lebih fleksibel mulai didorong, termasuk pemanfaatan pembelajaran daring dan pendekatan berbasis proyek sebagai alternatif dari model perkuliahan konvensional. Di sisi lain, pengembangan program seperti Recognition of Prior Learning (RPL), peluang kerja sama lintas disiplin melalui combined degree, serta wacana pembukaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) juga mulai dikaji sebagai bagian dari inovasi pengembangan program pascasarjana.
Melalui lokakarya ini, Fikom Unpad menunjukkan keseriusannya dalam membangun kurikulum yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan zaman. Proses penyempurnaan kurikulum yang tengah berlangsung diharapkan dapat menghasilkan sistem pembelajaran yang lebih relevan, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Fikom Unpad sebagai institusi pendidikan komunikasi yang unggul di tingkat nasiona maupun global.(DM)



