
FIKOM Unpad Hadirkan Aksi Nyata Hari Bumi melalui Program “Suara Hijau”
Jatinangor, 24 April 2026. Peringatan Hari Bumi di lingkungan Universitas Padjadjaran tahun ini tidak berhenti pada seremoni. Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Unpad melalui Pusat Studi Komunikasi Lingkungan (Pusdikomling) menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk Suara Hijau sebagai bentuk aksi nyata dalam pengelolaan lingkungan kampus.
Kegiatan yang dimulai pada 22 April 2026 ini berfokus pada pengelolaan limbah organik serta upaya pemulihan ekosistem kampus, khususnya di kawasan Ekoparian Leuwi Padjadjaran. Program ini tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga menghadirkan praktik langsung bagi sivitas akademika untuk terlibat dalam gerakan lingkungan yang konkret dan aplikatif.
Rangkaian hari pertama dibuka pada pukul 08.50 WIB, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fikom Unpad, Dr. Herlina Agustin, S.Sos., M.T., yang menekankan pentingnya momentum Hari Bumi sebagai pengingat sekaligus penggerak aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa isu lingkungan perlu direspons tidak hanya melalui wacana, tetapi juga melalui tindakan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu agenda utama pada hari pertama adalah kegiatan penyebaran eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tanah dan air. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi bagian dari solusi ekologis yang sederhana namun berdampak.


Momentum ini kemudian berlanjut pada 24 April 2026 melalui kegiatan penanaman pohon yang melibatkan mahasiswa, dosen, alumni, serta pimpinan universitas. Aksi ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan lingkungan kampus sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian alam.
Melalui Suara Hijau, Fikom Unpad menunjukkan bahwa peringatan Hari Bumi bukan sekadar simbol. Kegiatan ini menjadi respons atas tantangan krisis lingkungan, termasuk ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan. Fikom Unpad pun menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang turut mendorong kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Melalui keterlibatan lintas elemen sivitas akademika, program ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan. Penanaman pohon dan pengelolaan limbah yang dilakukan menjadi simbol sekaligus langkah konkret dalam membangun masa depan lingkungan yang lebih baik.(LP)

