
IKA Fikom Unpad Gelar Kuliah Umum Komunikasi Krisis bersama Pertamina Patra Niaga
Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA FIKOM Unpad) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Integrasi Strategi dalam Menghadapi Isu Kontemporer” di Auditorium Gedung Pascasarjana FIKOM Unpad, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, sebagai narasumber. Kuliah umum tersebut dimoderatori oleh Aziz Husaini dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat serta Program Studi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diajak memahami pentingnya strategi komunikasi dalam menghadapi isu kontemporer, terutama dalam konteks komunikasi krisis di dunia korporasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara alumni dan mahasiswa mengenai dinamika kerja profesional di bidang komunikasi.
Dalam sambutannya, Ketua IKA Fikom Unpad Hendri Satrio menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari komitmen alumni untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia kerja. Menurutnya, pembelajaran di ruang kelas perlu dilengkapi dengan wawasan praktis dari para profesional agar mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang tantangan industri.
“Pembelajaran di ruang kelas mungkin memberikan sekitar 60 persen pemahaman. Sisanya perlu diperkuat melalui pengalaman, praktik, dan wawasan langsung dari para profesional,” ujarnya.
Memasuki sesi diskusi, Aziz Husaini membuka pembahasan dengan menekankan pentingnya komunikasi krisis bagi korporasi. Menurutnya, perusahaan saat ini dituntut mampu membaca isu, merespons situasi dengan tepat, serta menjaga kepercayaan publik melalui strategi komunikasi yang terintegrasi.
Roberth MV Dumatubun, atau yang akrab disapa Kang Roberth, menjelaskan bahwa peran Corporate Secretary tidak hanya berkaitan dengan komunikasi internal perusahaan. Lebih dari itu, Corporate Secretary juga bertanggung jawab terhadap pengelolaan komunikasi perusahaan secara menyeluruh, termasuk dalam membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ia menyampaikan bahwa dalam konteks Badan Usaha Milik Negara (BUMN), stakeholder yang dihadapi sangat beragam. Mereka mencakup konsumen, pemerintah, media, NGO, lembaga legislatif, lembaga yudikatif, hingga masyarakat luas.
Menurut Kang Roberth, PT Pertamina Patra Niaga menjadi contoh yang relevan bagi mahasiswa komunikasi karena produk dan layanannya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berbagai barang yang digunakan masyarakat, mulai dari pakaian, kosmetik, hingga minyak wangi, memiliki keterkaitan dengan unsur minyak bumi.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Roberth juga berpesan kepada mahasiswa agar mulai membiasakan diri mengikuti perkembangan informasi. Menurutnya, kemampuan membaca berita dan memahami isu terkini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin terjun ke dunia profesional.
“Tolong biasakan mulai hari ini baca berita dan baca informasi. Apalagi kalau nantinya teman-teman mau terjun ke dunia kerja, saingannya banyak. Jadi harus familiar dengan berbagai informasi,” ujarnya.
Selain membahas strategi komunikasi krisis, Kang Roberth juga berbagi cerita mengenai masa kuliahnya di Fikom Unpad. Ia mengenang bahwa fasilitas kampus pada masa itu belum selengkap sekarang.
“Di angkatan saya, Fikom belum punya fasilitas seperti gedung auditorium sebagus ini. Waktu itu saya diskusinya masih di lapangan merah yang masih jadi lapangan bola. Jadi, fasilitas di Fikom sekarang bisa dikatakan sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu,” ungkapnya.
Ia pun mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Fikom Unpad secara maksimal, baik untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan diri, maupun persiapan memasuki dunia kerja.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara mahasiswa dan narasumber. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.
Penulis: Aulia Nur Ghaida
Editor: Humas FIKOM Unpad
Foto: Humas FIKOM Unpad




