One Day Communication & Public Relations Seminar 2019

Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengadakan “One Day Communication & Public Relations Seminar 2019” di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad Jatinangor pada Rabu, 09 Oktober 2019. Seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk kerjasama dengan Institute for Intercultural Communication, Ludwig – Maximilians University (LMU), Jerman. Pada seminar ini turut menghadirkan Prof. Dr. Alois Moosmuller dari LMU yang juga akan Seminar ini mengangkat topik Contemporary Issues in Intercultural Communication, yang berfokus pada komunikasi lintas budaya dan juga kaitannya dengan perkembangan komunikasi di era digital. Acara diawali dengan sambutan oleh Dekan Fikom Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat dan dibuka secara resmi oleh Dr. Keri Lestari selaku Wakil Rektor Universitas Padjadjaran untuk bidang Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Kerjasama dan Korporasi Akademik.
Sebagai keynote speaker, Prof. Deddy Mulyana menyampaikan presentasinya yang berjudul Intercultural Communication: Problems and Challenges in Digital Era. Dalam presentasi beliau menjelaskan perbedaan yang mendasar antara negara-negara yang menggunakan komunikasi konteks tinggi dan rendah seperti Jepang dan Amerika Serikat. “Perkembangan teknologi digital mengakibatkan berkurangnya komunikasi tatap muka sebagai bentuk komunikasi paling utama, yang menjadi masalah dan tantangan baru dalam konteks komunikasi antar budaya,” ungkap Prof. Deddy. Selanjutnya, presentasi dari Prof. Dr. Alois Moosmuller yang memaparkan tentang Ethnocultural Society and Multiculturalism dengan berfokus pada bagaimana menjaga keseimbangan antara kekayaan budaya dan identitas pribadi dengan proses pemahaman budaya lain. Beliau juga mengapresiasi Fikom Unpad yang berhasil menciptakan atmosfir kreatifitas di kalangan mahasiswa yang berkompetensi baik untuk menghadapi perbedaan perspektif dalam komunikasi antar budaya.
Pembicara selanjutnya yaitu Dr. Dadang Rahmat Hidayat yang menyampaikan materi tentang perkembangan digital komunikasi serta dampaknya terhadap masyarakat. Dari bidang komunikasi kesehatan, Dr. Susanne Dida menjelaskan hasil penelitiannya tentang “Culturally Sensitive Communication in Healthcare”. Topik bahasan tersebut sangat menarik karena menyajikan fakta dari kehidupan sehari-hari masyarakat di Jawa Barat, khususnya Bandung terkait penanganan medis oleh dokter untuk pasien yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Terakhir adalah presentasi dari Dr. Suwandi Sumartias yang memaparkan tentang
Diskusi dan tanya jawab dipandu oleh Centurion C. Priyatna, Ph.D. Hadirin yang terdiri dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana serta peserta seminar dari perguruan tinggi lainnya sangat antusias untuk mengajukan pertanyaan. Diskusi yang berlangsung hangat ini diharapkan dapat menginisasi terciptanya penelitian lebih lanjut dan kolaborasi riset dengan topik komunikasi lintas budaya. (Eve)

Tag:seminar
