Mahasiswa Fikom Unpad Berhasil Menjuarai Kompetisi “Hack Marathon Start Up”

The Next Dev Telkomsel dan Universitas Padjadjaran menggelar acara “Respectacular Unpad Hackathon Weekend”. Acara ini terselenggara dalam rangka mewujudkan pengembangan produk digital serta penguatan CDC Unpad (Career Development Center Unpad) yang digelar pada 22-23 Maret 2019 di Hall Basket Bale Santika Universitas Padjadjaran, Jatunangor. Kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih sekitar 100 orang yang memiliki latar belakang beragam. Dua orang di antaranya merupakan mahasiswa Fikom Unpad, mereka adalah Nabilah Putri Nurhaliza (Manajemen Komunikasi 2015) dan Raka P. Kostarian (Ilmu Komunikasi 2015) yang berhasil menjuarai kompetisi ini dan berhak mendapatkan dana pengembangan sebesar Rp100.000.000 bersama dengan timnya yang mengusung ide desain aplikasi Career Development bernama “Workaloka”.
Kompetisi yang berlangsung dalam 2 hari ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, komposisinya, antara lain terdiri dari tiga unsur, yaitu hustler, hacker, dan hipster. Tahapan ini bisa dijabarkan menjadi tahap dalam pengembangan ide yang dimiliki untuk kemudian membuat desain aplikasinya. Total dari keseluruhan peserta yang hadir terbentuklah menjadi 11 kelompok. Nabilah dan Raka yang awalnya mendaftarkan diri mereka masing-masing untuk keikutsertaannya dalam Respectacular Unpad Hackathon Weekend ini akhirnya mereka memutuskan untuk tergabung dalam satu kelompok yang sama bersama empat orang lainnya. Proses pengembangan ide desain aplikasi ini berlangsung selama kurang lebih 24 jam, proses panjang dan melelahkan dilalui dengan beragam ide dan gagasan dari masing-masing anggota kelompok. Setelah melalui proses kolaborasi ide, akhirnya muncul satu ide aplikasi bernama “Workaloka”.
Tahap kedua ialah presentasi atau Pitching desain aplikasi yang disaksikan oleh 5 orang Dewan Juri dari berbagai latar belakang, CEO dan Founder Start Up besar di Indonesia, VC (Venture Capitalist), VP Corporate Communication dari Telkomsel, hingga Direktur Tata Kelola Unpad. Team Nabilah dan Raka mendapatkan kesempatan untuk presentasi urutan ke-6 dari total 11 team. Pada sesi ini, perwakilan yang ditunjuk untuk menyampaikan hasil rancangan ide aplikasinya adalah Nabilah dan Raka. Pada tahap inilah ide Start Up diuji, hasilnya, Start-Up bernama Workaloka menjuarai kompetisi ini.
Kemenangan Workaloka semata-mata bukan hanya karena ide desain aplikasi yang ditawarkan dapat memukau dewan juri, melainkan konsep yang dibawa oleh team ini adalah yang paling mendekati tujuan dari career development itu sendiri. Nabilah menjelaskan, “Kompetisi ini temanya adalah Career Development sedangkan yang lain lebih ke Job Finder, jadi dari 11 itu lebih fokus ke job finder, online courses, tapi memang yang temanya paling mendekati dalam hal dasar untuk pengembangan karir itu cuma Workaloka, gak ada yang mirip”. “Disaat aplikasi job finder dan online course sudah banyak, disitulah kami mendapatkan sebuah celah yaitu kami melihat ada spot yang kosong yakni dalam hal development atau pengembangan skill dan itu adanya di workshop dan seminar yang kami tawarkan dalam Aplikasi Workaloka,” tambah mahasiswa Fikom, Raka.
Kemudian terciptalah sebuah ide untuk menciptakan platform aplikasi bernama “Workaloka” yang menghubungkan antara pelajar dengan event-event yang bertemakan career development seperti seminar, workshop maupun kompetisi. Workaloka ini juga memiliki fitur navigasi karier, yaitu untuk membantu siswa-siswi SMA/SMK menemukan minat dan bakatnya terhadap jurusan kuliah yang akan dipilih kemudian hari melalui informasi mengenai suatu bidang atau jurusan yang ditampilkan dalam aplikasi ini. Kedepannya Nabilah dan Raka berharap, Aplikasi Workaloka dapat semakin berkembang dalam memberikan manfaatnya sesuai dengan kebutuhan users-nya. Tutup Nabilah dan Raka saat diwawancarai Senin, 22/04/2019. (RMB)
