EPICENTRUM 2019: SEE THE INVISIBLE-MENTAL HEALTH

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran sukses menggelar kegiatan lomba karya komunikasi tahunan terbesar di Indonesia, Epicentrum Padjadjaran Communication Festival. Pada tahun pelaksanaan yang ke-4 ini, Epicentrum mengambil tema besar komunikasi kesehatan dengan fokus kesehatan jiwa yang dituangkan dalam tagline “Epicentrum 2019: See The Invisible-Mental Health”. Rangkaian kegiatan yang diadakan sejak 28 hingga 31 Oktober 2019 ini antara lain membahas berbagai isu terkait kesehatan jiwa, khususnya di kalangan remaja. Isu tersebut ditelaah dengan berbagai sudut pandang keilmuan komunikasi yang ada di Fikom, melalui bantuan 145 peserta terpilih dari 18 perguruan tinggi di Indonesia.

Kesehatan Jiwa dipilih menjadi tema besar tahun ini, dengan tagline “See the Invisible : Mental Health” dengan maksud untuk mengkomunikasikan pentingnya kesehatan jiwa yang ada, tidak terlihat, namun dinormalisasi di kalangan remaja. Mengekor pada kesuksesan pelaksanaan Epicentrum tahun sebelumnya dengan tagline “Voicing the Voiceless” yang menjadi cikal-bakal semangat komunikasi untuk para disabilitas. Melalui tema kesehatan jiwa ini, Epicentrum menuntut ide, gagasan, semangat dan kepedulian mahasiswa untuk mengkomunikasikan kesehatan jiwa dengan cara yang lebih “EPIC”.
Tema “Epicentrum 2019: See The Invisible-Mental Health” ini berangkat dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2014 oleh World Health Organization (WHO).Dalam survei itu, dijelaskan bahwa suicide merupakan silent killer terbesar di Indonesia, dan masih menjadi isu yang nyata sampai hari ini. Ini menjadi bukti nyata bahwa mental health adalah suatu isu yang tidak dapat dipandang dengan sebelah mata
Seluruh perlombaan dibentuk berdasarkan 7 program studi yang ada di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Terdiri dari Prodi Humas yang menggelar Padjadjaran Public Relations Fair (PPRF) yang terbagi menjadi dua sub lomba, yakni “OlymPRday” dan “Public Relations Student Forum (PRSF)”, sementara Prodi Jurnalistik mengadakan kompetisi bertajuk “Parade Jurnalistik”. Selain itu, terdapat pula Seminar “Ideation” dan lokakarya dari Prodi Manajemen Komunikasi, serta lomba konsep perpustakaan “Liblicious” yang diampu Prodi Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Untuk Prodi Ilmu Komunikasi, mengadakan rangkaian kegiatan “Remind” yakni Research Mindedness yang berisikan lomba, seminar, dan company visit. Tak ketinggalan, Prodi Televisi dan Film mengadakan lomba bertajuk “Tell a Vision”, serta “Echo” pada Prodi Manajemen Produksi Media yang bertujuan untuk meningkatkan minat content creator dalam memproduksi konten berkualitas.

Ketujuh lomba ini berfokus kepada pemecahan masalah nasional yang akan para peserta kaitkan melalui fokus keilmuan masingmasing.
Menggandeng Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Epicentrum berkolaborasi dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Kegiatan diisi oleh banyak seminar dan talkshow oleh para pemerhati, akademisi, pemangku kepentingan serta media yang saling berdiskusi mengenai arah penyelesaian masalah kesehatan jiwa yang ada. Mahasiswa dalam hal ini diharapkan mampu menciptakan solusi konkret yang dapat diimplementasikan pada problematika kesehatan jiwa secara regional, nasional, hingga internasional.
Malam penganugerahan Lomba Karya Komunikasi, Epicentrum 2019 telah selesai dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung yang diramaikan dengan kehadiran tamu undangan yang terdiri dari perwakilan-perwakilan direktur rumah sakit jiwa se-Indonesia, kepala dinas kesehatan se-Indonesia, wakil-wakil organisasi profesi kesehatan jiwa, LSM, komunitas peduli kesehatan jiwa, para finalis lomba serta kehadiran para panitia penyelenggara.
Acara dimulai dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh ketua pelaksana Epicentrum 2019, Fauzy Akmal Muslimin yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan Dr. Anung Sugihantono, M.Kes selaku Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Lalu, Direktur P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr. dr. Fidiansyah, SpKJ, M.Ph menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan mental dan peran pemuda dalam mengkomunikasikannya. Sebagai tuan rumah, Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Drs. H. Daud Achmad, M.Ap. mewakili Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang menjadi representasi kepedulian pemerintah terhadap isu kesehatan mental. Tak lupa sambutan hangat Dekan Fikom Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, M.Si. kepada para hadirin tamu undangan, para finalis dan mahasiswa panitia penyelenggara kegiatan.
Sebelum masuk ke acara hiburan, Epicentrum melangsungkan talkshow yang dilanjutkan dengan apresiasi terhadap komunitas-komunitas yang peduli dan bergerak untuk kesehatan jiwa. Sebagai puncaknya, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang atau awarding mata lomba dari Lomba Karya Komunikasi Mahasiswa, Epicentrum 2019. Para pemenang menerima hadiah dalam bentuk uang dollar dengan total hadiah senilai $6000. Di penghujung acara, peserta disuguhi penampilan Kunto Aji dengan lagu andalannya “REHAT” dalam album ‘Mantra Mantra’, yang erat kaitannya dengan tema besar Epicentrum 2019, yakni “Epicentrum 2019 : See The Invisible-Mental Health”.


Tag:EPICENTRUM
