Perempuan Berdaya untuk Kemajuan Negara Bersama Ibu Atalia

Sudah dua bulan lebih masyarakat Indonesia harus tetap berada di rumah, bekerja di rumah, dan melakukan segala aktivitas di rumah. Hal tersebut disebabkan oleh COVID-19 yang sampai saat ini masih terus meningkat kasus positifnya. Banyak sekali yang terkena dampaknya, termasuk perempuan yang harus lebih banyak mengurus rumah tangga karena seluruh anggota keluarganya ada di rumah, perempuan karir yang harus bekerja di rumah, perempuan harus pintar mengelola keuangan karena kepala rumah tangga harus dirumahkan atau terkena potongan gaji, dan dampak lainnya.
Webinar yang disenggarakan oleh @masukunpad dan @knowlej.id menghadirkan sosok perempuan yang menginspirasi dan merupakan Ketua DP PKK Provinsi Jawa Barat yaitu Ibu Atalia untuk berbagi informasi terkait dengan pemberdayaan perempuan di masa pandemi COVID-19. Webinar tersebut dihadiri oleh hampir 1000 peserta yang mengaksesnya melalui siaran langsung YouTube Knowlej.id dan diskusi melalui aplikasi zoom. webinar tersebut dipandu oleh moderator yang merupakan Duta Baca Jawa Barat 2020 yaitu Rohman Hikmat.
Pembukaan webinar yang luar biasa oleh Ibu Atalia dengan memaparkan data kasus COVID-19 yang terjadi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Hal tersebut tentu membuat peserta langsung antusias dengan banyaknya pertanyaan yang masuk terkait materi yang diberikan. Selanjutnya, dipaparkan permasalahan yang terjadi akibat COVID-19 khususnya dampak yang terjadi pada perempuan. Beberapa yang disebutkan di antaranya yaitu pemasukan keuangan yang kurang akibat pemotongan gaji dan pekerja yang dirumahkan, perempuan dituntut untuk menjadi pendidik karena siswa belajar dari rumah sedangkan tidak ada panduan khusus untuk pengajaran di rumah, perempuan harus mengatur rumah tanggal lebih banyak karena seluruh anggota keluarga ada di rumah, dan dampak lainnya.
Pemberdayaan perempuan dapat dilakukan dari berbagai macam aspek untuk memecahkan permasalahan yang terjadi. Hal yang dapat dilakukan di bidang pendidikan yaitu dengan membuat modul pembelajaran yang memperhatikan aspek perkembangan siswa agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan untuk pemberdayaan perempuan juga bisa dengan pembekalan di bidang ekonomi, hal tersebut juga sesuai dengan tujuan program ini yaitu untuk memberdayakan ibu-ibu di Desa Nanggerang untuk mengolah hasil pertaniannya yang nantinya hasil olahan berbentuk makanan buka puasa akan diberikan kepada mahasiswa yang masih terjebak di Jatinangor (Jatinangor merupakan kawasan pendidikan yaitu Unpad, ITB, IKOPIN, dan IPDN).
Webinar ditutup dengan kata mutiara dari Ir. Soekarno tentang perempuan “Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara” – Ir. Soekarno. Oleh karena itu, perempuan harus diberdayakan karena dengannya bisa membuat negara jaya. Sebesar itu pengaruh perempuan dalam kemajuan bangsa. Perempuan daya, Indonesia Jaya!
Tag:Atalia Praratya
