
Bedah Buku ‘Publisitas’: Kupas Publisitas Modern
Dalam rangka Dies Natalis ke-65, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar acara bedah buku untuk membahas tuntas karya terbaru Publisitas: Panduan Lengkap bagi Praktisi dan Mahasiswa Komunikasi. Buku ini ditulis oleh kedua pakar yang telah mendedikasikan publisitas sebagai mata kuliah yang terus bertahan dan berkembang hingga saat ini, yaitu Prof. Dr. Susanne Dida, M.M., dan Retasari Dewi, S.I.Kom., M.I.Kom.
Bertempat di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad pada Senin 15 September 2025, acara yang dipandu moderator Rinda Aunillah, S.Sos., M.I.Kom., ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Fikom Unpad Official.
Diskusi menjadi lebih tajam dengan kehadiran tiga penelaah ahli, yaitu Jaka Anindita, S.Sos. (Head of Research and Data Center Corporate Communications Sinar Mas), Wahyu Aji, S.Sos., M.Si. (CEO Good News From Indonesia), dan Syauqy Lukman, S.Sos., M.S.M., Ph.D. (Dosen Fikom Unpad).
Perspektif Penulis
Prof. Dr. Susanne Dida, sebagai salah satu penulis, membuka sesi dengan menjelaskan latar belakang penulisan buku. Menurutnya, buku ini dirancang untuk mengembalikan para praktisi dan mahasiswa pada fundamental publisitas yang strategis.
“Kami menulis buku ini karena melihat ada kebutuhan untuk kembali ke fundamental. Publisitas yang berhasil bukan soal seberapa banyak rilis yang kita kirim, tetapi seberapa kuat nilai berita (news value) yang kita tawarkan,” ujar Prof. Susanne.
Penulis lainnya, Retasari Dewi, M.I.Kom., menambahkan bahwa buku ini bertujuan menjadi jembatan antara teori dan praktik di era komunikasi modern.
“Di era di mana kecepatan dan kreativitas adalah kunci, buku ini mengulas cara mengubah data internal yang mungkin membosankan menjadi sebuah cerita yang menarik bagi para gatekeeper,” jelas Retasari.
Salah satu konsep baru yang menjadi sorotan utama dalam buku ini adalah network gatekeeping. Konsep ini menjelaskan bahwa “penjaga gerbang” informasi saat ini tidak lagi tunggal (media massa), melainkan sebuah jaringan yang kompleks. Algoritma media sosial, influencer, hingga admin grup komunitas kini turut berperan sebagai gatekeeper yang menentukan tersebarnya sebuah informasi.
Pembahasan Para Ahli Industri dan Akademisi
Jaka Anindita dari Sinar Mas menyatakan bahwa buku ini dapat memperkuat referensi bagi praktisi humas. Menurutnya, peran humas kini semakin kompleks dan terdiversifikasi, menuntut kemampuan mediasi di ranah media sosial. Sementara itu, Wahyu Aji dari Good News From Indonesia menyoroti tiga poin penting dari buku ini. Pertama, di era “katanya” ini, narasi yang kuat seringkali lebih berpengaruh daripada data. Kedua, publisitas adalah kegiatan 360 derajat yang melibatkan beragam strategi dan kanal. Ketiga, praktisi harus berpikir dalam kerangka ekosistem media yang saling menguntungkan.
Penelaah terakhir, Syauqy Lukman, Ph.D., mengapresiasi contoh-contoh yang kontekstual dan relevan dalam buku, seperti studi kasus Ruangguru dan bus odong-odong Unpad.
“Buku ini menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap pencapaian yang telah dilakukan penulis dan almamater. Tidak ada salahnya menyajikan karya kita sendiri selama itu kontekstual dan relevan,” puji Syauqy.
Acara ditutup oleh Prof. Dr. Susanne Dida yang mengapresiasi diskusi mendalam dari para penelaah. Sesi diskusi yang interaktif dengan audiens menjadi penegas bahwa buku ini berhasil menjawab kebutuhan dan rasa ingin tahu para praktisi serta mahasiswa komunikasi masa kini. (DM/TAH).

