
Eat An Cake: Usaha Kue Umu Afifah Mahasiswa Fikom Unpad
Umu Afifah atau yang akrab disapa Avi adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, angkatan 2022. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Avi berhasil mendirikan bisnis kue bernama Eat An Cake, yang kini telah memiliki toko fisik di kawasan Hegarmanah, Jatinangor, sejak 4 Oktober 2024. Akun Instagram bisnisnya, @eat.an.cake kini telah memiliki lebih dari 11 ribu pengikut, menjadikannya salah satu bisnis kue bento terpopuler khususnya di kalangan mahasiswa Jatinangor. Berkat usahanya yang konsisten dan inovatif, Avi dinobatkan sebagai Young Entrepreneur of the Year pada ajang Fikom Awards 2024.
Berawal dari Hobi dan Ketekunan Belajar Mandiri
Ketertarikan Avi terhadap dunia bisnis tumbuh sejak kecil. Ia sudah terbiasa berjualan sejak duduk di bangku SD, mulai dari es krim, kerudung, hingga mie. Namun, ide untuk mendirikan bisnis kue muncul saat pandemi COVID-19, tepatnya ketika Avi masih SMA.
“Saat itu aku bosan di rumah dan tertarik mencoba bikin cake, walau nggak punya basic bakery sama sekali. Tapi aku belajar semuanya sendiri lewat YouTube,” ungkapnya.
Inspirasi lainnya datang saat Avi melihat tren bento cake yang sedang viral di media sosial, terutama ketika banyak temannya mengunggah momen ulang tahun dengan kue lucu nan estetik. Kecintaannya terhadap menggambar juga menjadi dorongan tersendiri dalam merancang desain kue yang unik dan inovatif.
Lahirnya Eat An Cake di Jatinangor


Impian untuk membuka toko kue sebenarnya sudah ia rancang sejak sebelum menjadi mahasiswa Unpad. Kesempatan itu akhirnya datang ketika Avi memasuki semester 5, tanpa ragu ia mewujudkan impiannya tersebut hingga offline store Eat An Cake resmi berdiri di Jatinangor, menjangkau target pasar mahasiswa dari Unpad, ITB Kampus Jatinangor, IPDN, hingga IKOPIN yang didominasi oleh para remaja.
Menariknya, desain kue di Eat An Cake bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan, termasuk gambar karakter hingga wajah seseorang. Kombinasi antara hobi menggambar dan kreativitas membuat produk Avi berbeda dari kebanyakan bento cake lain.
Peran Ilmu Komunikasi dalam Membangun Bisnis Eat An Cake
Avi menyebutkan bahwa bekal ilmu dari program studi Manajemen Komunikasi sangat membantunya dalam membangun dan mengelola bisnis. Mata kuliah seperti Komunikasi Bisnis, Praktik Komunikasi Strategis, hingga Perilaku Konsumen memberikan pemahaman yang aplikatif tentang bagaimana membaca pasar dan membentuk brand yang kuat.
“Dosen-dosennya juga sangat suportif. Insight yang mereka berikan benar-benar bisa aku terapkan ke bisnis. Bahkan sejak semester 1, teman-teman di kampus juga selalu mendukung aku, itu yang bikin aku semangat terus jalanin usaha ini,” tutur Avi.
Tantangan, Target Pasar, dan Strategi Unggul

Membangun bisnis di lingkungan baru seperti di Jatinangor tentu bukan hal mudah. Avi harus memperkenalkan kembali brand-nya dari nol, apalagi sebelumnya bisnis ini pertama kali didirikan di kampung halamannya yaitu Padang.
Tantangan lain datang dari jadwal kuliah dan tugas-tugas akademik yang padat. Sebagai mahasiswa aktif, Avi harus membagi waktu antara urusan perkuliahan dan bisnis. Dengan keterbatasan tenaga kerja dan sumber daya, ia sempat merasa kewalahan. Namun, Avi tetap berusaha memaksimalkan apa yang ada, karena ia sadar bahwa tujuan utamanya adalah kuliah dan belajar. Berkat strategi fokus ke remaja atau gen z dan konsep self-decor cake yang sedang tren, Avi berhasil menjangkau pasar mahasiswa. Harga yang terjangkau dan desain custom menjadi keunggulan utama eat.an.cake.
Raih Omset dan Terus Bertumbuh
Dengan modal awal hanya Rp5 juta, Avi kini berhasil meraih omzet sekitar Rp3 juta per bulan. Angka ini terus berkembang seiring meningkatnya jumlah pesanan dan popularitas Eat An Cake. Pelanggan juga bisa memesan kue ukuran kecil maupun besar sesuai budget, yang menjadikan bisnis ini ramah di kantong pelajar dan tetap mengedepankan kualitas.
Pesan Avi untuk Mahasiswa Lain: “Just Do It!”
Avi mengajak mahasiswa lainnya untuk tak ragu memulai usaha.
“Pesanku untuk teman-teman yang juga ingin membuka usaha: just do it! Jangan ragu-ragu, karena kalau masih menunggu ‘waktu yang tepat’, yaa… Mau sampai kapan waktu itu akan datang? Kalau sudah dijalankan, insya Allah semuanya akan dipermudah. Aku yakin akan ada banyak dukungan untuk kamu. Memang banyak orang yang punya keinginan memulai usaha, tapi ketahuilah, keinginan saja nggak ada maknanya tanpa tindakan nyata. Good luck yaa!” Pesan Avi dengan semangat.

Umu Afifah membuktikan bahwa menjadi mahasiswa aktif tidak membatasi potensi untuk menjadi pengusaha muda. Dengan semangat belajar, kreativitas, dan dukungan lingkungan kampus, Avi layak disebut sebagai salah satu mahasiswa inspiratif Fikom Unpad yang menginspirasi generasi muda lainnya. (FWC)
