
Elda Fahmi dan Wawa Gunawan Atlet di Ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua
Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 secara resmi dibuka pada 5 November 2021 lalu, setelah sebelumnya diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional XX atau PON Papua 2021 pada 2–15 Oktober 2021. Peparnas XVI Papua digelar pada tanggal 2–15 November 2021. Kompetisi olahraga nasional utama bagi penyandang disabilitas ini berlangsung di Kota dan Kabupaten Jayapura. Peparnas 2021 mempertandingkan 12 cabang olahraga dan menghadirkan sekitar 1.985 atlet dari 33 Provinsi. Tuan rumah Provinsi Papua merupakan Juara Umum pada Peparnas 2021 dengan 294 medali, posisi kedua ditempati Provinsi Jawa Barat dengan total 256 medali, dan posisi ketiga ditempati Provinsi Jawa Tengah dengan raihan 215 medali. Elda Fahmi Nur Taufiq dan Wawa Gunawan adalah dua atlet yang turut mengangkat Provinsi Jawa Barat pada posisi kedua.
Elda Fahmi Nur Taufiq, merupakan salah satu atlet yang mengharumkan nama Jawa Barat melalui prestasinya meraih medali emas di Peparnas Papua 2021 pada cabang olahraga judo tunanetra kategori putra kelas 66 kg.

Elda Fahmi Nur Taufiq, Atlet cabang olahraga judo tunanetra Sumber foto : Dokumentasi pribadi
Pada wawancara VOC Podcast #1, Elda menyampaikan bahwa ia sudah mengalami kebutaan sejak lahir, lalu saat berusia 18 bulan, Elda melakukan operasi yang berjalan lancar sampai akhirnya beliau dapat melihat. Sayangnya, saat usia Elda menginjak 3 tahun, ia mengidap glukoma dan katarak, sejak saat itu ia banyak melakukan pengobatan demi penglihatannya tersebut. Saat usia 6 tahun, kataraknya berhasil diangkat oleh dokter dan diganti dengan lensa buatan. Namun, sayangnya Elda mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lensa tersebut pecah. Setelah kejadian itu, kinerja mata Elda semakin menurun sampai pada akhirnya mengalami kebutaan total. Akan tetapi, Elda mengaku lebih senang dengan keadaannya saat ini, ia merasa sejak kecil sudah menghabiskan banyak waktu untuk pengobatan, dan hal itu membuat Elda merasa bersalah. Maka dari itu, Elda merasa bersyukur karena saat ini ia sudah bisa hidup secara mandiri.
Perkenalannya dengan dunia judo terbilang cukup menarik. Sebelum mengenal judo, Elda menyampaikan bahwa ia sudah menyukai olahraga catur, renang, dan juga lari. Pada saat Jawa Barat terpilih menjadi tuan rumah Peparnas pada 2016, pemerintah menyelenggarakan latihan judo bagi para disabilitas pada 2014. Elda bersama temannya mengikuti latihan tersebut, dari sanalah ia mulai terjun ke dunia judo.
Elda mengaku pernah mengalami insecure karena merasa progres latihannya yang kurang bisa memenuhi target. Kendati demikian, teman-teman Elda tetap memberi dukungan yang amat besar. Sampai-sampai mereka pernah membawa Elda yang sedang tertidur pulas menuju ke tempat latihan judo, mereka juga membawakan pakaian judo miliknya supaya Elda bisa mengikuti latihan. Dukungan dari orang-orang di sekitar Elda perihal kegiatan judo ini membuat dirinya merasa sangat senang. Proses yang ia lalui sampai ke titik sekarang tidaklah instan, ada masanya Elda merasa kesulitan untuk bisa mengenali gerakan yang ada, seperti gerakan kuncian dan bantingan. Namun, seiring berjalannya waktu dan dibarengi banyaknya latihan, Elda bisa mengetahui garis besar gerakan-gerakan tersebut, bahkan sampai bisa membuat varian ala dirinya sendiri. Hal itu dapat dirasakannya setelah bertemu dengan banyak orang yang memiliki teknik yang berbeda-beda.
Selama perjalanannya menjadi atlet, salah satu dari lima orang pelopor judo disabilitas di Jawa Barat ini sudah mengikuti setidaknya 6 sampai 7 pertandingan. Hebatnya lagi, ia selalu membawa pulang medali dari kejuaraan tersebut, mulai dari medali perunggu, medali perak, sampai medali emas sudah pernah ia peroleh. Elda mengakui hal tersebut bisa terjadi juga berkat doa dan dukungan keluarganya. Saat ini, pria yang belakangan sedang tertarik untuk belajar literasi keuangan ini sedang kuliah mengambil jurusan Bimbingan dan Konseling di IKIP Siliwangi. Elda ingin mencoba untuk bisa berkontribusi perihal bagaimana memberikan pelayanan kepada mereka yang disabilitas.
Wawa Gunawan, Atlet cabang olahraga angkat berat
Sumber foto : Dokumentasi pribadi
Wawa telah memulai kariernya di bidang angkat berat sejak tahun 2017. Di samping kegiatannya sebagai seorang atlet yang rutin berlatih, Wawa juga aktif mengelola sebuah bengkel yang terletak di GOR Padjadjaran. Saat kedatangan Wawa di VOC Podcast #1, ia menyampaikan biasanya mengerjakan kegiatan di bengkel tersebut sebelum mengikuti latihan. Wawa mengaku bahwa ia memang menyukai hal-hal yang terkait bidang otomotif. Salah satu wujudnya adalah dengan membuat motor roda tiga yang bisa membantu mobilitas para penyandang disabilitas. Baginya, dari semua kejuaraan yang pernah ia ikuti, Porda Jabar 2018 yang dilangsungkan di Kabupaten Bogor merupakan ajang yang paling berkesan, karena itu merupakan pertandingan pertamanya. Wawa menyampaikan keberhasilannya saat ini turut diiringi oleh dukungan orang di sekitarnya, terlebih oleh orang tua beliau.
Wawa Gunawan juga menyampaikan pesan untuk teman-teman lainnya supaya tetap semangat, punya jiwa yang kuat, dan jangan sampai menyerah. “Jadi kita harus buktikan diri sendiri bahwa kita itu bisa, kita itu mampu, kita itu kuat, pokoknya disabilitas semangat semuanya,” tambahnya.
Elda dan Wawa mengunjungi Fikom Unpad Jatinangor pada Kamis, 2 Desember 2021, disambut hangat oleh Wakil Dekan Fikom Unpad Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si dan Kepala Departemen Komunikasi Massa Dr. Herlina Agustin, M.Si. Elda dan Wawa menjadi narasumber dalam VOC Podcast #1 yang membahas prestasi disabilitas. (NA)
