Faqih: Mahasiswa Humas Menjadi Content Creator Ratusan Juta Views

Content Creator Al Faqih Fiddin Nurramadani bersama Abima Aryasatya dalam acara buka bersama pemeran “Ghost in The Cell”
Awal Al Faqih Fiddin Nurramadani Menjadi Content Creator
Menjadi content creator komedi bukanlah pilihan yang muncul secara tiba-tiba bagi Al Faqih Fiddin Nurramadani. Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Program Studi Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran yang dikenal melalui akun media sosial “Faqih for President” yang telah memiliki lebih dari 79 ribu pengikut dan 18 juta likes. Faqih telah memiliki ketertarikan terhadap dunia video dan pembuatan konten sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil, ia gemar merekam berbagai aktivitas dan membuat video lucu-lucuan, lalu makin serius mengikuti ekstrakurikuler videografi serta kompetisi film pendek saat menempuh pendidikan di sekolah berasrama.
“Aku dari dulu memang suka bikin video dan konten. Rasanya itu jadi cara buat mengekspresikan diri,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin akrab dengan dunia produksi konten. Bahkan, ia sering terlibat dalam tim dokumentasi berbagai kegiatan sekolah dan perlombaan video.
Ketertarikan itu terus berkembang saat kuliah. Ia memanfaatkan kemampuan editing yang sudah ia pelajari sejak lama untuk aktif dalam kepanitiaan kampus sebagai bagian publikasi dan dokumentasi, sekaligus belajar membuat konten yang menarik dan efektif menjangkau audiens. Ketertarikannya pada dunia marketing dan advertising, yang pernah mengantarkannya menjadi finalis kompetisi video advertising, juga menjadi alasan ia memilih Program Studi Hubungan Masyarakat.
Berbeda dari banyak kreator yang menentukan konsep konten sejak awal, konten komedi Faqih justru lahir alami dari kehidupannya sendiri. Berbagai pengalaman unik sehari-hari, termasuk momen yang awalnya terasa menyedihkan, ia ubah menjadi bahan komedi yang menghibur. Karakternya yang santai dan tidak terlalu serius membuatnya merasa cocok dengan dunia komedi, terinspirasi oleh kreator seperti Kevin Anggara dan Bayu Skak yang menunjukkan bahwa seseorang bisa hidup dari pekerjaan yang disukai sekaligus menghibur banyak orang.
“Hidup paling enak itu ketika kita bisa hidup dari apa yang kita suka,” katanya.
Tantangan Sebagai Content Creator
Meski terlihat menyenangkan, perjalanan Faqih sebagai content creator tidak selalu mulus. Ia sempat menghadapi rasa malu dan komentar meremehkan saat akunnya masih sepi pengikut. Namun, menurutnya, hambatan terbesar justru datang dari proses kreatif itu sendiri, yaitu mencari ide segar, menjaga konsistensi, dan mempertahankan kualitas konten.
“Hambatan terbesar itu nyari ide, menjaga konsistensi, dan mempertahankan kualitas konten,” ujarnya.
Konsistensi dan Personal Branding Menjadi Kunci bagi Faqih
Menurut Faqih, kemampuan menjaga semangat adalah kunci seorang kreator bisa bertahan. Ketika mulai lelah atau kehabisan ide, ia selalu mengingat tujuan besar yang ingin dicapai agar tetap termotivasi untuk terus berkarya.
Selain konsistensi, personal branding juga menjadi aspek penting. Bagi Faqih, jumlah pengikut bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan seorang kreator. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang membangun persona agar mudah diingat audiens.
“Followers itu bisa kamu cari. Yang susah adalah membuat orang ingat sama persona kita,” jelasnya. Karena alasan tersebut, ia selalu mempertahankan ciri khas komedi yang natural dan dekat dengan kehidupan sehari-hari dalam setiap kontennya.
Faqih Bekerja Sama dengan Brand Nasional dan Meraih Ratusan Juta Views
Perjalanan sebagai content creator telah membawa Faqih pada berbagai pencapaian yang membanggakan. Salah satunya adalah kesempatan bekerja sama dengan sejumlah brand nasional ternama. Beberapa brand yang pernah mempercayakan kampanye kepada Faqih antara lain Indomie, Dettol, Shopee, GoPay, GoFood, OVO, Flimty, Garnier, dan Royco. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa konten komedi yang ia bangun mampu menarik perhatian berbagai perusahaan besar.

Faqih berfoto bersama Fatih Unru dalam salah satu momen berkesan selama perjalanan kariernya sebagai content creator.
Selain bekerja sama dengan brand, Faqih juga pernah berada dalam satu frame dan menjalin relasi dengan sejumlah public figure seperti Fatih Unru, Imam Darto, dan Abimana Aryasatya. Pengalaman tersebut menjadi momen yang sangat berkesan dalam perjalanan kariernya. Dari sisi performa konten, pencapaian terbesar yang berhasil diraihnya adalah memperoleh sekitar 266 juta views dalam satu tahun.

Data analytics TikTok akun “Faqih for President” periode 21 Juni 2025–20 Juni 2026 yang menunjukkan total 266,2 juta tayangan, 14,9 juta Likes, 76,4 ribu komentar, dan 1,4 juta bagikan.
Angka tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi, kualitas, dan personal branding mampu menghasilkan dampak yang besar di media sosial.

Profil TikTok Faqih atau “Faqih for President” yang telah memiliki lebih dari 71 ribu pengikut dan 16,9 juta likes.
Keberhasilannya di dunia konten juga memberikan kemandirian finansial. Ia telah mampu membeli telepon genggam sendiri dan tidak lagi bergantung pada uang saku dari orang tua.
Ingin Mengembangkan Karier di YouTube
Meski telah meraih berbagai pencapaian, Faqih masih memiliki target besar. Dalam beberapa tahun ke depan, ia berencana lebih serius mengembangkan konten di platform YouTube, yang menurutnya memberi ruang lebih luas untuk menunjukkan kepribadian dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens lewat vlog, video hiburan, hingga siaran langsung.
Saat ini, sebagian besar proses produksi masih ia kerjakan sendiri, mulai dari mencari ide, menulis konsep, melakukan syuting, hingga editing. Namun ke depannya, ia berharap dapat membangun tim kreatif agar bisa lebih fokus mengembangkan konsep dan personal branding. Bagi Faqih, tujuan terbesarnya bukan sekadar popularitas atau angka penonton, melainkan benar-benar menjalani kehidupan dari pekerjaan yang ia cintai.
“Goals gue sederhana, gue pengen hidup dari apa yang gue suka,” tutupnya.
Perjalanan Faqih ini menunjukkan bagaimana konsistensi membangun konten bisa berbuah jadi karier yang nyata. Saat ini, ia terus aktif membagikan keseharian dan kontennya lewat akun TikTok “Faqih for President”, yang juga diikuti oleh Fikomers lainnya. Yuk, follow dan dukung terus perjalanan Faqih, dan jangan ragu untuk mulai berkarya juga seperti dirinya. Siapa tahu, langkah kreatif kamu berikutnya bisa jadi awal dari sesuatu yang besar!
