
Fikom for The Wild 2024
Departemen Sosial dan Lingkungan BEM Fikom Unpad menggelar acara Fikom for The Wild 2024. Bekerja sama dengan The Aspinall Foundation, BEM Fikom Unpad mengajak Mahasiswa Fikom untuk lebih mengenal spesies primata yang terancam punah di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 9 Juni 2024.
The Aspinall Foundation merupakan salah satu lembaga konservasi khusus sebagai Pusat Rehabilitasi Primata Endemik Jawa. Didirikan pada tahun 2010, Pusat Rehabilitasi Satwa ini berfokus untuk merehabilitasi primata endemik Jawa yang terancam punah. Salah satu lokasi pusat rehabilitasi The Aspinall berada di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Wilayah ini merupakan wilayah kerja dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat. Beberapa jenis primata yang dirawat di sini adalah Owa Jawa, Surili, dan Lutung Jawa spesies Jawa Barat.

Fikom for The Wild 2024 dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran Mahasiswa Fikom akan spesies-spesies primata yang terancam punah. Pada acara ini, partisipan dilibatkan secara aktif dan partisipatif melalui sejumlah rangkaian acara. Pada sesi pematerian, mahasiswa diberikan pengetahuan dasar mengenai primata beserta karakteristiknya, jenis makanan, kebiasaan dan bagaimana kondisi alam mempengaruhi kehidupan para primata.
Teh Indah dan Kang Wildan, pengurus inti Pusat Rehabilitasi Satwa di Ciwidey, menginformasikan bahwa The Aspinall Foundation hadir di beberapa lokasi di Jawa untuk menyelamatkan dan merehabilitasi satwa hingga akhirnya dapat kembali dilepas liarkan. Selama 14 tahun menjalankan program tersebut, lebih dari 200 ekor Owa Jawa, Surili, dan Lutung Jawa sudah dilepas liarkan. Menurut penuturan mereka, terdapat kurang lebih 31 satwa yang saat ini mereka rawat.
Mahasiswa juga diajak untuk menyusuri jalan di kawaasan konservasi untuk melihat primata-primata langka secara langsung. Melalui kegiatan ini mahasiswa mengetahui bagaimana alur rehabilitasi primata yang tidak mudah dan memakan waktu. Beberapa tahapan yang harus dilalui antara lain pemeriksaan kesehatan, masa karantina, masa sosialisasi, dan habituasi. Masing-masing tahapan dilaksanakan dengan tempo waktu yang berbeda-beda. Setelah dilepas liarkan, satwa-satwa ini juga tetap dipantau hingga sebulan ke depan.

Tubagus Mohammad Raihan, Wakil Ketua BEM Fikom Unpad, menuturkan rasa bangganya kepada Departemen Sosial dan Lingkungan. Beliau juga berharap, dengan diadakannya acara ini dapat memberikan manfaat bagi Mahasiswa Fikom. “Semoga Fikom for The Wild ini dapat meningkatkan kesadaran teman-teman akan pelestarian satwa-satwa yang terancam punah.”
###
Siti Zhafira Hasnaini (+62)81296828887)
[email protected]
