
Fikom Unpad Gelar Lokakarya Kurikulum Program Doktor Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Program Doktor Ilmu Komunikasi pada Selasa, 12 Mei 2026, bertempat di Fikom Knowledge Heritage, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Fikom Unpad dalam memperkuat mutu akademik, khususnya pada jenjang pendidikan doktoral. Lokakarya tersebut difokuskan pada pembahasan, penelaahan, serta penyempurnaan dokumen kurikulum Program Studi S3 Ilmu Komunikasi agar semakin relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan akademik, serta standar pendidikan tinggi yang berlaku.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Fikom Unpad, Dr. Ira Mirawati, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa proses penyusunan dan evaluasi kurikulum di lingkungan Fikom Unpad terus berjalan secara bertahap. Kurikulum jenjang S1 telah dikirimkan ke senat, sementara kurikulum S2 telah selesai dan memasuki tahap revisi.
Untuk jenjang S3, Dr. Ira Mirawati, S.Sos., M.Si berharap lokakarya ini dapat menjadi ruang bersama bagi para guru besar dan dosen pengampu Program Doktor untuk memberikan masukan terhadap dokumen kurikulum yang telah disusun.
“Program S3 diharapkan dapat menyampaikan sejauh mana penyusunan kurikulumnya telah berjalan. Bapak dan Ibu pengampu S3 juga diharapkan dapat memberikan masukan dan telaahan terhadap dokumen kurikulum yang sudah disusun,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Rd. Hj. Funny Mustikasari Elita, M.Si. yang telah mengawal proses penyusunan kurikulum, serta kepada para guru besar yang telah meluangkan waktu untuk memberikan telaah dan masukan. Lokakarya kemudian dibuka secara resmi dengan pembacaan basmalah.
Sementara itu, Ketua Program Studi S3 Ilmu Komunikasi Fikom Unpad, Dr. Kunto Adi Wibowo, M.Comn., menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum Program Doktor Ilmu Komunikasi berpedoman pada naskah kurikulum yang telah dibuat sebelumnya. Dokumen tersebut telah mengalami revisi berdasarkan hasil diskusi dengan dosen pengampu Program Doktor, namun masih belum bersifat final karena terdapat beberapa hal yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
“Dokumen ini belum final. Masih ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi dengan para dosen pengampu,” jelasnya.
Dalam proses evaluasi kurikulum, tim kurikulum telah melakukan berbagai langkah, di antaranya melalui tracer study, survei, wawancara, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama alumni. Selain itu, tim juga melakukan diskusi dengan dosen yang sedang menempuh studi di luar negeri serta menganalisis dokumen kurikulum dari sejumlah perguruan tinggi sebagai bahan benchmarking, termasuk salah satunya dari Ohio State University.
Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penting dalam penyusunan dan penyempurnaan kurikulum. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain penyesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Program Educational Objectives (PEO), profil lulusan, bahan kajian, serta struktur mata kuliah.
Dalam lokakarya tersebut, profil lulusan Program Doktor Ilmu Komunikasi turut menjadi salah satu pembahasan penting. Profil lulusan diarahkan agar lebih sesuai dengan karakter pendidikan doktoral, yaitu menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman pemikiran, kemampuan refleksi kritis, penguasaan metodologi, serta kontribusi terhadap pengembangan ilmu komunikasi. Secara umum, lulusan Program Doktor Ilmu Komunikasi diharapkan memiliki pemahaman mendalam mengenai filsafat ilmu komunikasi, mampu melakukan refleksi kritis, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai lokal.
Lokakarya juga membahas landasan pengembangan kurikulum yang mencakup aspek filosofis, sosiologis, historis, serta landasan akademik lainnya. Dalam proses penyusunannya, visi dan misi program studi masih mengacu pada visi dan misi Fikom Unpad sebelumnya, dengan sejumlah penyesuaian untuk memperkuat pengembangan teori, penguasaan perangkat keilmuan, serta pembentukan ilmuwan komunikasi yang berdampak.
Para guru besar dan dosen pengampu Program Doktor turut memberikan berbagai masukan strategis. Salah satu perhatian utama adalah pentingnya memperkuat pemahaman metodologi pada jenjang doktoral. Pendidikan doktor dinilai tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan disertasi, tetapi juga membentuk akademisi yang mampu menjadi pendidik, peneliti, dan pembimbing dengan penguasaan pendekatan penelitian yang luas.
Masukan lain juga menekankan pentingnya kejelasan struktur mata kuliah, keterkaitan antara CPL, PEO, profil lulusan, dan bahan kajian, serta perlunya penyusunan body of knowledge yang kuat. Kurikulum juga dinilai harus memiliki scientific vision yang jelas agar dapat menjadi arah pengembangan keilmuan Program Doktor Ilmu Komunikasi.
Selain aspek perancangan, lokakarya turut menyoroti pentingnya implementasi kurikulum. Kurikulum yang dirancang dengan baik perlu didukung oleh konsistensi pelaksanaan, kesesuaian antara keahlian dosen dan kebutuhan mahasiswa, serta mekanisme pembimbingan akademik yang jelas. Salah satu masukan yang muncul adalah perlunya pemetaan kepakaran dosen Program Doktor agar mahasiswa dapat diarahkan memilih promotor sesuai dengan bidang keahliannya.
Melalui lokakarya ini, Fikom Unpad menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan doktoral di bidang Ilmu Komunikasi. Penyempurnaan kurikulum diharapkan dapat menghasilkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu komunikasi, masyarakat, dan kebijakan publik.(LP).



