
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggelar Forum Diskusi “Penguatan Wisata Ramah Muslim di Destinasi Pariwisata”
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran melaksanakan forum diskusi dengan judul “Penguatan Wisata Ramah Muslim di Destinasi Pariwisata” pada hari Kamis 4 April, 2024 di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad. Forum diskusi ini merupakan upaya dalam memperkuat wisata ramah muslim di destinasi pariwisata. Forum diskusi ini mengundang berbagai pakar dalam bidang pariwisata, serta hadir pula Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, sebagai pembicara.
Acara forum diskusi ini dibuka oleh MC, dilanjutkan pembacaan doa oleh Pak Dr. Heru Rianto Budiana, Sag., Msi., kemudian dilanjutkan dengan sambutan Deputi Bidang Pengembangan Infrastruktur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Staf Khusus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Acara dilanjutkan dengan keynote speech dari Sapta Nirwandar sebagai Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center yang membahas mengenai halal hospitality di luar negeri dan global halal tourism services.
Diskusi sesi 1 bertemakan “Arah dan Kebijakan Pengembangan Wisata Ramah Muslim.” Diskusi dipandu oleh moderator yaitu Dr. Efi Fadilah, S.Sos., M.Pd., yang merupakan peneliti di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Terdapat tiga panelis dalam diskusi sesi 1 yaitu:
- Dessy Ruhati sebagai Deputi Bidang Kebijakan Strategis, membahas mengenai “Kebijakan dan Strategi dalam Pengembangan Wisata Ramah Muslim”
- Dadang Rahmat Hidayat yang merupakan Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Padjadjaran, membahas mengenai “Strategi Komunikasi dalam Peningkatan Literasi mengenai Wisata Ramah Muslim di Desa Wisata”
- R. Wisnu Rahtomo yang merupakan Dosen Poltekpar NHI Bandung, membahas mengenai “Ekosistem Ramah Muslim di Desa Wisata”
Setelah diskusi sesi 1, terdapat sharing session yang membahas mengenai pentingnya sertifikasi halal di Indonesia dan dunia, sinergi wajib halal di 3000 desa wisata, dan pilot project desa wisata halal di Indonesia. Terdapat tiga pembicara dalam sharing session yaitu:
- Rina Indiastuti, Rektor Universitas Padjadjaran
- Muhammad Aqil Irham, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) – Kemenag
- Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pada sesi 2, diskusi berfokus pada “Peluang dan Tantangan Wisata Ramah Muslim di Desa Wisata”. Diskusi dipandu oleh moderator yaitu Firstman Marpaung, yang merupakan Koordinator Percepatan & Digitalisasi Ekonomi Kreatif, Kabupaten Bandung. Terdapat empat panelis dalam diskusi sesi 2, yaitu:
- Wendiansyah yang merupakan Ketua Pokdarwis Desa Alamendah Kabupaten Bandung, membahas mengenai “Potensi Wisata Ramah Muslim di Desa Wisata”
- Abdul Syakur yang merupakan Kepala Pusat Kerja Sama dan Standarisasi Halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), membahas mengenai Sertifikasi Halal untuk Produk/ Layanan di Desa Wisata
- Aan Yugiastomo sebagai Direktur Pengembangan Ekosistem Bisnis dan Digital, Istiqlal Global Fund, membahas mengenai “Peran Industri Digital dalam Penguatan Wisata Ramah Muslim di Desa Wisata”
- Maulidan Isbar sebagai Ketua Asosiasi Desa Wisata Jawa Barat, membahas mengenai “Digitalisasi Desa Wisata sebagai Ekonomi Baru yang Berkelanjutan”
Setelah pemaparan diskusi dan sesi tanya jawab, kesimpulan dan rekomendasi disampaikan oleh Bambang Cahyo Murdoko yang merupakan Direktur Pengembangan Destinasi 2. Selama diskusi berlangsung, audiens melontarkan pertanyaan kepada panelis dan pembicara sehingga diskusi berjalan aktif. Selanjutnya, acara forum diskusi “Penguatan Wisata Ramah Muslim di Destinasi Pariwisata” ditutup oleh master of ceremony dengan melakukan sesi dokumentasi. (JJC)

Tag:Fikom Unpad, kemenparekraf


