
Ketua BEM FIKOM Unpad : Perjalanan Leadership David Mei
Jatinangor, 11 Mei 2025 — David Mei Setiyawan, kerap disapa Mas David, merupakan mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat yang terpilih sebagai Ketua BEM FIKOM Unpad. Pada tanggal 9 Mei 2025 yang lalu, baru saja dilaksanakan launching kabinet Aksaracita yang digelar di Bale Santika. Melalui ini, David berbagi cerita mengenai rintangan dan perjalanannya untuk menjadi pemimpin yang berdampak.
Proses Meyakinkan Diri Sendiri untuk Mengambil Langkah yang Besar
Menjadi pemimpin bukanlah keputusan yang mudah, karena perasaan ragu dan berbagai pertimbangan akan selalu menghampiri. Menurut David, menjadi pemimpin bukan hanya perihal menggurui, namun juga perihal dampak yang bisa diberikan. Tantangan sebagai Ketua BEM FIKOM adalah menjadi representatif mahasiswa Fikom itu sendiri, bukan David sebagai personal yang dikenal banyak orang. Namun, dari segala keraguan dan pertimbangan, David pun menemukan titik terang. Ia menyampaikan bahwa sebuah team akan saling menopang satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, dukungan penuh dari orang orang terdekat juga turut berkontribusi.
Lingkungan Kerja yang Mas David Mei Setiyawan Ciptakan
Menjadi seorang pemimpin berarti bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional para stafnya. Menerapkan sistem transparansi dan pendekatan secara personal membantu David membangun lingkungan kerja yang sehat. David juga menyampaikan bahwa tidak selamanya wibawa pemimpin harus melekat pada dirinya jika tidak dalam acara formal. Semua dilakukan karena David ingin para stafnya merasa dihargai dan didengar. David juga mengkombinasikan antara konsep profesional dan personal. Jika rapat sudah selesai, David akan memberikan wadah untuk stafnya saling terbuka secara personal. Hal tersebut karena David percaya bahwa profesional membangun kekeluargaan.
Nilai yang Ingin Mas David Mei Setiyawan Berikan
Di masa kepemimpinannya, David ingin meninggalkan nilai manfaat kepada para stafnya. Ia ingin melihat para stafnya bisa terlahir menjadi seorang pemimpin kedepannya. David juga menegaskan bahwa siapapun bisa menjadi apapun, karena hal terpenting untuk dilakukan adalah “memulai” terlebih dahulu. (NA)
