
Konferensi Nasional Komunikasi, Media, dan Informasi (KMI) 2024: Menyoroti Partisipasi Publik dalam Era Digital
Jatinangor, 4 Desember 2024 — Departemen Komunikasi dan Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, dengan bangga menyelenggarakan Konferensi Nasional Komunikasi, Media, dan Informasi (KMI) 2024. Bertemakan “Partisipasi Publik dalam Pembangunan dan Demokratisasi di Era Digital”, acara ini bertujuan untuk menjadi wadah diskusi akademik dan praktis yang membahas isu-isu terkini dalam komunikasi, media, dan transformasi digital di Indonesia.
Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 4 Desember 2024, pukul 08.30 hingga 15.30 WIB, bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor. Acara dimulai dengan serangkaian sesi pleno dan dilanjutkan dengan sesi presentasi secara paralel.
Konferensi ini menghadirkan berbagai pembicara ahli, mulai dari akademisi, profesional, hingga praktisi komunikasi yang memiliki kompetensi dalam berbagai topik terkait transformasi digital dan komunikasi modern. Melibatkan perwakilan akademisi dan praktisi yang memberikan wawasan dalam berbagai aspek:
Acara dibuka dengan penyampaian hasil riset dari Guru Besar Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Atwar Bajari, Drs., M.Si. sebagai Keynote Speaker. Prof. Atwar memberikan perspektif tentang implikasi era digital terhadap perubahan partisipasi publik dalam demokrasi. Menurut beliau, media sosial menjadi arena ekspresi, baik gagasan, pendapat, kritik, serta juga mampu melakukan mobilisasi gerakan sosial. Namun, era digital melahirkan tantangan seperti polarisasi, misinformasi, dan manipulasi informasi yang mengancam keutuhan dan kedamaian di masyarakat. Oleh karena itu, Prof. Atwar menegaskan diperlukan literasi digital, regulasi yang adil, dan teknologi yang mendukung transparansi untuk menjadikan ruang digital sebagai pilar demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.
Selain itu, sebagai pembicara dari kalangan praktisi, telah hadir Ir. Enurlaela Hasanah, M.Si., M.Art. yang merupakan seorang Senior Social Development Specialist, yang mengupas strategi pembangunan berbasis masyarakat dan perkembangannya di era digital. Menurut Enurlaela, partisipasi publik dalam pembangunan berbasis masyarakat terbukti meningkatkan transparansi, demokrasi, dan akuntabilitas, seperti yang terlihat dalam program PNPM dan UU Desa. Namun, di era digital, strategi komunikasi yang berbasis teknologi dan terintegrasi dalam sistem pemerintahan menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pembangunan yang inklusif.
Pembicara kedua yaitu Jeffry Oktavianus, Ph.D., seorang akademisi, Asisten Profesor di Hong Kong Polytechnic University, yang membahas inovasi komunikasi kesehatan dalam konteks global. Menurut Jeffry, misinformasi kesehatan dalam media daring dapat berdampak negatif pada masyarakat secara signifikan, sehingga memerlukan upaya kolaboratif untuk mengatasinya. Salah satu yang diungkapkannya adalah mengenai pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memperbaiki dan melaporkan informasi yang salah. Jeffry juga mengungkapkan bahwa norma sosial dan ekspektasi profesional menjadi motivator utama bagi tenaga kesehatan untuk mengambil tindakan terhadap misinformasi yang terjadi pada platform media sosial dengan beragam efeknya masing-masing.
Pembicara ketiga merupakan akademisi yang kerap berkiprah dalam kegiatan praktis sebagai konsultan komunikasi, khususnya public relations. Dr. Trie Damayanti, S.Sos., M.Si. adalah Dosen Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Universitas Padjadjaran, mengulas peran komunikasi dalam mengelola perubahan sosial di tengah era digital. Komunikasi kesehatan melalui pendekatan health branding bertujuan untuk membangun persepsi positif masyarakat terhadap isu kesehatan dengan memanfaatkan strategi seperti branding sehat, layanan kesehatan, dan program kesehatan. Trie memaparkan bahwa strategi komunikasi yang efektif harus dimulai dengan mengubah persepsi masyarakat tentang konsep kesehatan, yang dapat diperkuat melalui promosi berbasis nilai dan citra merek kesehatan.
Kunto Adi Wibowo, Ph.D. sebagai Ketua Pusat Studi Komunikasi, Media, Budaya, dan Sistem Informasi Universitas Padjadjaran dan juga aktif menjadi konsultan dan pengamat komunikasi politik hadir sebagai pembicara keempat. Kunto mengungkapkan hasil riset tim Pusat Studi Komunikasi, Media, Budaya, dan Sistem Informasi tentang gerakan sosial “Peringatan Darurat” yang menjadi viral di media digital pada saat isu revisi Undang-Undang Pilkada berkembang. Menurut Kunto, berdasarkan hasil riset, diketahui bahwa gerakan sosial “Peringatan Darurat” memanfaatkan framing diagnostik untuk mengidentifikasi masalah seperti revisi UU Pilkada. Sementara itu, framing motivasional sebagai ajakan aksi masih jarang digunakan. Media online dan X/Twitter menunjukkan peran signifikan dalam menyebarkan isu ini, didukung oleh kehadiran figur publik yang memperluas resonansi antara diskusi daring dan aksi luring.
Diskusi sesi pleno pada Konferensi Nasional Komunikasi, Media, dan Informasi tersebut difasilitasi oleh Dr. phil. Subekti W. Priyadarma, M.A. sebagai moderator. Subekti merupakan dosen Prodi Manajemen Komunikasi yang berhasil memaksimalkan interaksi antara pembicara dan peserta yang mengajukan beragam pertanyaan. Subekti menyatakan bahwa sesi pleno ini sangat komprehensif karena menghadirkan para ahli, baik dari akademisi, praktisi, maupun akademisi yang juga terjun sebagai praktisi.
Konferensi Nasional KMI 2024 mengangkat berbagai sub-tema strategis untuk mendalami berbagai aspek komunikasi dan media, yang mencakup: (1) Transformasi Digital dan Regulasi Media, (2) Komunikasi dalam Perubahan Sosial, (3) Komunikasi Kesehatan di Era Digital, (4) Komunikasi Krisis dan Manajemen Isu Publik, (5) Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, dan (6) Media, Budaya, dan Demokrasi di Era Digital.
Konferensi Nasional KMI 2024 diikuti oleh 96 pemakalah, yang terdiri dari 36 peserta luring dan 60 peserta daring. Peserta terdiri dari kalangan mahasiswa, praktisi, dan dosen dari 30 institusi di beragam wilayah, seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Setelah konferensi, tidak sedikit pemakalah yang akan melanjutkan diskusi dan kerja sama penelitian lanjutan berdasarkan diskusi yang terjadi baik di kalangan pembicara maupun peserta.
“Saya sangat senang karena dalam perbincangan para pembicara setelah sesi pleno digagas beberapa hal untuk mengembangkan kolaborasi lebih lanjut, di antaranya diungkapkan oleh Jeffry dari Hong Kong Polytechnic University bersama Kunto sebagai Kepala Pusat Studi Media, Budaya, dan Sistem Informasi di Fikom Unpad. Selain itu di sesi paralel terungkap penelitian-penelitian yang menarik dan juga mengundang niatan untuk mengembangkan penelitian tersebut di wilayah yang berbeda. Hal yang terjadi sangat menggembirakan dan saya berharap Fikom dapat mengadakan konferensi serupa di tahun depan”, ungkap Prof. Dr. Eni Maryani, M.Si. sebagai Kepala Departemen Komunikasi dan Informasi yang juga merupakan penggagas Konferensi Nasional KMI 2024.
Nabila, salah seorang peserta dari Universitas Diponegoro menyatakan bahwa dia bersyukur sekali bisa ikut konferensi ini, dan menurutnya, tidak hanya pemilihan pembicara yang sangat baik tetapi juga kerja sama panitia serta adik-adik mahasiswa yang sangat membantu peserta dalam mengikuti konferensi.
Seorang Dosen Fikom Unpad, Tantri Annisa Hanjani, yang juga merupakan peserta pemakalah pada sesi paralel tidak lupa menyatakan bahwa dia berharap Fikom dapat mengadakan konferensi serupa di tahun depan.
Kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi, Media, dan Informasi (KMI) 2024 menjadi salah satu upaya penting dalam mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi tantangan dan peluang di era demokrasi digital. Dengan mengusung tema besar yang relevan, acara ini menjadi forum inspiratif bagi semua pihak yang terlibat untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, buah pemikiran, serta solusi inovatif. (NF)
Buku Agenda Konferensi Nasional KKMI: https://bit.ly/BukuAgendaKMI2024
Buku Abstrak: https://bit.ly/BukuAbstrakKMI2024
Link PPT Pembicara: https://bit.ly/PPTPembicaraKMI2024


