
Kuliah Umum Program Studi Televisi dan Film Bersama Ari Ernesto Purnama, Ph.D., Assistant Professor of Cinema Studies di Oregon University
Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran kembali menghadirkan kuliah umum bersama narasumber internasional, yakni Ari Ernesto Purnama, Ph.D., yang menjabat sebagai Assistant Professor of Cinema Studies di Oregon University. Kuliah umum kali ini bertajuk “The Methodology and Methods for Analyzing Film Form & Style: Examining Camera Movement in Narrative Films.” Acara ini dimoderatori oleh Annisa Winda Larasati selaku dosen Televisi dan Film, dan berlangsung pada tanggal 15 Desember 2023, pukul 13.00 WIB, di Ruang Oemi Abdurachman Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Sesi pematerian oleh Kang Ari berangkat dari metodologi yang digunakan untuk mengkaji film, yaitu Poetics of Cinema, sebuah pendekatan kritis yang melihat film sebagai bentuk seni. Pendekatan ini menerapkan metode bottom-up yang dimulai dari pengamatan mendalam dan pemahaman terhadap film secara keseluruhan. Fokus utamanya adalah mengungkap sistem operasi yang mengatur konstruksi objek film. Dengan merinci penataan bentuk dan gaya, pengkaji dapat mengeksplorasi fungsi dan efek estetika yang timbul dari penerapan sistem operasi tersebut. Dengan demikian, Poetics of Cinema memberikan kerangka analitis yang menyeluruh untuk mengurai dan memahami aspek-aspek kreatif dalam produksi film, serta memperhatikan secara khusus bagaimana elemen seperti Mise en scène, sinematografi, editing, dan suara, dapat berinteraksi untuk menciptakan pengalaman estetis yang mendalam.
Selanjutnya, Kang Ari memaparkan bahwa camera movement seringkali terabaikan oleh penonton, padahal ini merupakan salah satu aspek estetika penting dalam sinematografi. Menurut Kang Ari, camera movement dapat menambah dimensi artistik dan emosional ke dalam pengalaman sinematik penonton melalui gerakan kamera yang bersifat reflektif atau merespons kejadian atau situasi tertentu dalam suatu adegan. Camera movement tidak hanya berfungsi sebagai alat merekam atau penyaji gambar, tetapi juga menjadi bagian integral dari narasi atau pesan yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Kang Ari menggunakan istilah reflexive camera movement untuk merujuk pada pergerakan kamera yang dilakukan dengan sedemikian rupa.
Pada akhir sesi, Kang Ari memberikan pesan kepada para mahasiswa untuk memperbanyak menonton film, termasuk film lokal dan mancanegara, dengan memperhatikan aspek estetika, bukan hanya maknanya saja. Kang Ari juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya fokus pada produksi film, melainkan juga menjaga kualitas kajian film sebagai bagian integral dari pengembangan diri. Baginya, keduanya harus bersinergi untuk membantu para pembuat film menciptakan karya-karya yang memiliki visi, originalitas, dan inovasi. “Apapun bentuknya, cobalah untuk berkarya. Tidak perlu terpaku pada peralatannya. Fokuskan pada ide dan story,” demikian pesan Kang Ari pada akhir kuliah umum. (TDF)
Tag:Fikom Unpad, kuliah umum
