Sejumlah Mahasiswa Fikom Tampil sebagai Pengaji Makalah dalam Konferensi MAC 2016

BANDUNG – Konferensi Internasional Komunikasi bertajuk MAC’16 (Media at Crossroads) yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) belum lama ini, bukan hanya diikuti oleh para dosen atau praktisi Komunikasi, tetapi juga oleh para mahasiswa Fikom Unpad. Yang menarik, konferensi ini tidak hanya dihadiri mahasiswa Program S-2 dan S-3, tetapi juga mahasiswa Program S-1 bahkan mahasiswa Program D-3 di lingkungan Fikom Unpad.
Sejumlah mahasiswa S-1 Fikom Unpad menyampaikan hasil risetnya. Misalnya saja pada sesi pertama panel tujuh ada Indah Afif Khairunnisa. Mahasiswa Program Studi Jurnalistik angkatan 2011 ini menyampaikan makalah hasil risetnya yang berjudul Politically Intertwined: Mainstream Media and (Counter) Terror Agendas. Indah berkerja sama dengan Dekan Fikom Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat dan dosen jurnalistik Nunik Maharani Hartoyo.
Dalam panel yang dimoderatori Dandi Supriadi, ada juga mahasiswa Fikom lainnya yakni Rinaldi Panji Putra. Panji yang merupakan mahasiswa berprestasi Program Diploma 3 Fikom mempresentasikan risetnya yang berjudul Discourse Prohibition Immigrant of Muslim into The United States as a Campaign Strategy of Donald Trump.
“Untuk mengerti fenomena yang terjadi,” ujarnya menjelaskan tujuan dari riset yang dia lakukan.
Selain itu, pada sesi kedua panel empat yang dimoderatori Dr. Eni Maryani ada Margaretha Sinaga dari Prodi Manajemen Komunikasi dengan riset berjudul The Strategy of Using Facebook by Teman Ahok to Collect One Million Jakartan ID Cards. Mahasiswi angkatan 2012 ini melakukan riset bersama Kaprodi Ilmu Komunikasi Dr. Purwanti Hadisiwi dan Sekprod Diploma Kismiyati El Karimah, MSi.
Mahasiswa yang akrab disapa Retha ini menjelaskan mengapa dan bagaimana Facebook dapat digunakan sebagai alat untuk membuat social movement. Menurutnya, alasan Facebook digunakan, salah satunya karena tidak menghabiskan biaya yang terlalu banyak dan dapat menyebarkan informasi secara gratis. Lalu, ia menambahkan kalau Facebook adalah media yang strategis untuk digunakan dalam membuat social movement. (Rio Feisal)
