
Mengharmoniskan Dunia Musik dan Sound Editing Film: Perjalanan Inspiratif Pandu Watu Alam sebagai Dosen dan Seniman
Pandu Watu Alam, M.Pd., dosen Program Studi Televisi dan Film di Fikom Unpad, memiliki perjalanan karier yang unik. Berbeda dengan kebanyakan dosen lainnya, latar belakang pendidikannya tidak berakar dari dunia film, melainkan dari seni musik. Beliau menempuh pendidikan S1 dan S2 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan jurusan seni musik. Ketertarikannya pada scoring dan tata suara film dimulai sejak masa kuliah, saat terlibat dalam proyek film pendek bersama teman-teman dari universitas lain. Minatnya yang besar terhadap produksi audio, scoring, dan aransemen musik kemudian semakin berkembang.
Kesempatan untuk mengajar di Fikom Unpad datang ketika formasi dosen membutuhkan tenaga pengajar dengan latar belakang musik. Setelah melalui serangkaian tes yang panjang, Pak Pandu diterima dan resmi mengajar pada Januari 2021. Meski awalnya lebih fokus pada musik, ia kemudian juga mendalami aspek komunikasi dan televisi film. “Di UPI, saya belajar untuk mengajar musik. Jadi, saat mengajar di Fikom Unpad, saya beradaptasi dengan materi baru yang berfokus pada produksi film, tapi tetap sejalan dengan minat saya di bidang tata suara,” ungkapnya.
Motivasi awal Pak Pandu untuk menjadi dosen berasal dari dukungan kedua orang tuanya. Mereka mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan hingga S2 dan berharap ia bisa mengajar di universitas terkemuka. Sebelum bergabung dengan Fikom Unpad, Pak Pandu sempat mengajar seni budaya di sekolah menengah, serta seni musik di sekolah internasional dan swasta. Di sela-sela kesibukannya sebagai dosen di Prodi Televisi dan Film, Pak Pandu juga sesekali mengisi seminar dan kuliah umum di kampus lamanya, serta masih aktif dalam dunia musik dengan melakukan scoring untuk berbagai proyek, seperti film dan iklan, melalui home studio pribadinya.
Ia juga terlibat dalam proyek sound editing dan scoring di luar akademik. Salah satu proyek yang paling berkesan baginya adalah film musikal berbahasa Sunda, Cakrabuana (2019), yang semua dialognya dinyanyikan. Film ini mendapatkan banyak penghargaan, termasuk di Balinale, dan dapat diakses melalui YouTube. Selain Cakrabuana, ia juga terlibat dalam proyek scoring untuk film Maybe Someday, Another Day, But Not Today, yang juga mendapat apresiasi tinggi.
Pak Pandu mengakui bahwa perkembangan teknologi dalam sound editing sangat pesat, terutama dengan munculnya instrumen virtual (VST) dan kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, ia percaya bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan “rasa” yang dihasilkan oleh manusia dalam menciptakan musik. “Teknologi memang membantu, tapi rasa dan sentuhan manusia tidak pernah bisa tergantikan,” jelasnya. Perkembangan dalam sound editing dan teknologi VST membuat instrumen virtual semakin mirip dengan suara asli, namun sentuhan pribadi tetap menjadi elemen penting dalam proses penciptaan musik.
Dalam mengajar di Fikom Unpad, Pak Pandu tidak menargetkan mahasiswa untuk menjadi ahli dalam memainkan alat musik atau menjadi komposer. Fokusnya adalah membantu mahasiswa memahami pentingnya selarasnya visual dan bunyi dalam karya film. Ia percaya bahwa membangun kesadaran akan tata suara merupakan aspek yang krusial dalam produksi film. Pak Pandu selalu menekankan kepada mahasiswa untuk konsisten dalam berkarya, dan menyeimbangkan pemahaman antara audio dan visual, karena kedua elemen ini saling mendukung untuk menciptakan karya yang utuh.
Sebagai seorang dosen yang juga aktif di dunia industri, Pak Pandu melihat banyak potensi dalam perkembangan industri televisi dan film di Indonesia, khususnya dalam bidang sound editing. Ia berharap bahwa mahasiswa dan lulusan Program Studi Televisi dan Film Fikom Unpad dapat memanfaatkan peluang yang ada dan mampu beradaptasi dengan tantangan di dunia nyata. “Kampus hanya memberikan bekal, tetapi yang akan menempa kamu sebenarnya adalah dunia nyata,” katanya. Ia berharap ilmu yang diberikan di kampus dapat menjadi fondasi yang kuat bagi para mahasiswa untuk menghadapi tantangan di luar sana.
Pak Pandu adalah contoh nyata bagaimana passion, ketekunan, dan konsistensi dapat membawa seseorang pada pencapaian yang luar biasa. Perjalanannya mengharmoniskan dunia musik dan sound editing dalam dunia perfilman menjadi inspirasi bagi banyak mahasiswa dan insan perfilman di Indonesia. (TDF)
