Nadin Azani, Mahasiswa Fikom yang Aktif Sebagai Volunter Operasi SAR
Nadin Azani, merupakan mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fikom Unpad yang aktif dalam berbagai kegiatan. Sebagai mahasiswa, Nadin aktif di Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) dan Unit SAR Unpad. Sejak tahun 2018 sampai dengan saat ini, Nadin adalah Atlet Federasi Arung Jeram Indonesia Kota Bandung.
Menjadi mahasiswa di Fikom Unpad memberikan kesempatan untuk Nadin mengikuti berbagai kegiatan. Pada awalnya, Nadin merasa bimbang untuk memilih Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Palawa Unpad atau Unit Search and Rescue (SAR) Unpad. Namun, karena keinginannya sejak lama menjadi volunter, akhirnya mahasiswa Jurnalistik angkatan 2016 ini memutuskan untuk menjadi bagian dari Unit SAR Unpad.
Di Unit SAR Unpad terdapat pendidikan pelatihan dasar, di mana Nadin diberikan banyak materi dan latihan lapangan. Mulai dari belajar seputar kesehatan, pertolongan pertama, jungle rescue, navigasi darat, vertical rescue, water rescue, dan masih banyak lagi. Setelah lulus dari pelatihan dasar tersebut, ada pula masa bimbingan sebagai pendidikan lanjutan, di sanalah Nadin belajar lebih banyak dan lebih dalam lagi seputar dunia pencarian dan penyelamatan (SAR).
Nadin memiliki keinginan untuk bisa berpartisipasi dalam operasi SAR, mengingat tujuan awalnya pun untuk menjadi seorang volunter. Setiap ada kabar operasi bencana, Unit SAR Unpad biasanya mengadakan rapat untuk membahas apakah mereka perlu turun tangan atau tidak, dan kalaupun perlu turun tangan, siapa saja personel yang akan dikirimkan, jika sudah ada keputusan barulah bisa diberangkatkan. Dengan bermodalkan keinginan kuat, bekal dari berbagai pelatihan yang telah dilalui, dan kesempatan yang terbuka lebar, Nadin akhirnya bisa berpartisipasi dalam berbagai operasi SAR.
Banyak kegiatan operasi penyelamatan dan pencarian yang dilakukan oleh gadis yang menyukai aktivitas outdoor ini. Beragam pula perjalanan yang telah dilaluinya. Ketika operasi SAR di Bendungan Bantarheulang, Ciamis pada tahun 2020, saat operasi tersebut dijalankan Nadin menemui kesulitan. Pada awalnya Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) sudah membuat skema dan jalur evakuasi, tetapi warga meminta penyelamat (rescuer) untuk memotong jalur sehingga jalur malah menjadi lebih sulit bagi penyelamat, hal ini mengakibatkan penyelamat harus melewati sawah dengan membawa korban beserta perahu karet yang digunakan. Padahal jika mengikuti rencana awal dari Basarnas, penyelamat bisa lebih mudah melakukan evakuasi, menurut perempuan yang punya hobi berenang ini.
Nadin memiliki banyak pengalaman yang paling tidak terlupakan, salah satunya adalah ketika terdapat bencana longsor di Cimanggung pada tahun 2021. Kala itu Nadin Azani bertugas untuk trauma healing (penyembuhan trauma) bagi anak-anak yang terdampak bencana tersebut. Anak-anak di sana selalu antusias untuk mengikuti kegiatan yang diadakan. Bahkan setelah posko dibubarkan, anak-anak masih menanyakan kapan Nadin dan tim bisa kembali bermain bersama mereka. Senyum ceria anak-anak itu selalu membuat Nadin merasa bersemangat dan bersyukur. Dari berbagai kegiatan operasi SAR inilah Nadin dapat mempelajari banyak hal, mulai dari ilmu navigasi darat, cara mengontrol diri sendiri, berhadapan dengan orang lain, dan banyak kemampuan lainnya. Selain memiliki banyak manfaat, ada pula kepuasan tersendiri bagi Nadin ketika bisa saling membantu dengan sesama. Nadin Azani menyampaikan, selama ada kesempatan dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam operasi SAR di kemudian hari, tentu dia akan ikut turut serta di dalamnya.
Menurut peraih medali perak Arung Jeram Porda Bogor 2018 ini, apalah arti kesuksesan dan kepintaran ketika kita tidak bisa membantu dan bermanfaat bagi orang lain. (Nabila Azhari)

