
Orasi Ilmiah dan Fikom Apresiasi, Puncak Dies Natalis Ke-62 Fikom Unpad
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran memperingati Dies Natalis ke-62 yang jatuh pada hari Minggu, 18 September 2022. Serangkaian acara digelar untuk memperingati hari bersejarah ini, sebagai puncak acara diselenggarakan Orasi Ilmiah dan Fikom Apresiasi pada Senin, 19 September 2022 pukul 08.00 -12.00 WIB. Acara yang dihadiri oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta tamu undangan digelar secara hybrid di Ruang Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad, melalui zoom meeting, serta live di youtube fikom unpad.
Rangkaian Kegiatan Dies Natalis Ke-62 Fikom Unpad telah dilaksanakan sejak bulan Juni 2022 hingga September 2022. Kegiatan terdiri dari peluncuran buku, webinar series komuniaksi, lomba seni, lomba olahraga, Fikom bersyukur, Fikom Berbagi, donor darah, Orasi Ilmiah, Fikom Apresiasi, dan ditutup dengan family gathering yang akan dilaksanakan pada 24 September 2022.
Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat Dies Natalis ke-62 untuk Fikom Unpad. Beliau menyampaikan harapan pada Fikom Unpad “Kami sangat berharap semoga Fikom Unpad tetap semangat, tetap berkreasi dari sisi pengembangan ilmu dan teknologi, serta ilmu komunikasi semakin bermanfaat dan mendunia” tuturnya. Beliau juga menyampaikan agar kita selalu semangat dan bersyukur serta tetap memandang kedepan sebagai suatu peluang dan tantangan.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., dalam pidatonya menyampaikan bahwa Fikom Unpad dalam usianya ke-62 tahun telah menjalani berbagai kiprah dinamis sebagai bagian integral dari Universitas Padjadjaran. Sampai saat ini Fakultas Ilmu Komunikasi yang mengelola 10 program studi bersamaan dengan 3 departemen terus melakukan optimalisasi kelembagaan dan sinergi antar unit pengelola dalam menjalankan fungsinya. Sampai tahun ini program studi di lingkungan Fikom Unpad masih mempunyai peminat yang cukup tinggi dalam berbagai skema seleksi penerimaan mahasiswa, dimana tahun 2022 ini tercatat 16.949 lebih calon mahasiswa bersaing untuk memperebutkan 751 tempat di semua prodi dan semua jenjang dengan tingkat keketatan 1 : 22.5. Pada rangkaian Dies ke-62 Fakultas Ilmu Komunikasi, diselenggarakan berbagai kegiatan, dengan tema “Komunikasi Mewujudkan Kebangkitan Bersama”. Diakhir pidato nya beliau menyampaikan terimakasih kepada panitia Dies Natalis ke-62 Fikom Unpad serta berbagai pihak yang telah membantu berbagai aktivitas Dies Fikom Unpad tahun ini, terimakasih juga disampaikan kepada para senior yang menjadi pendahulu pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan yang telah menyumbangkan karyanya kepada fakultas.
Acara selanjutnya adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Dian Wardiana Sjuchro, M.Si. dengan judul “Radio Komunitas: Kemarin, Hari Ini dan Esok”. Dalam orasinya beliau menyampaikan percikan pemikiran mengenai eksistensi Radio Komunitas. Radio Komunitas sebenarnya tak bisa dipisahkan dari lahirnya UU 32/2002 tentang Penyiaran. Radio komunitas mulai dikenal di Indonesia pada dekade tahun 2000-an, radio-radio komunitas di Indonesia lahir mendahului lahirnya UU Penyiaran, sehingga melahirkan istilah adanya radio gelap dalam peristilahan dunia radio. Dimana, radio-radio komunitas lahir ketika eksistensinya belum diakui oleh perundang-undangan. Pasca kelahiran UU Penyiaran, kehidupan radio komunitas di Indonesia sangat semarak. Radio komunitas lahir di hampir semua kabupaten/kota di Jawa Barat dengan jumlah yang mencengangkan. Pada era tahun 2002 sampai beberapa tahun berikutnya terjadi semacam eforia kebebasan informasi, sehingga mendorong orang untuk mengisi kebebasan informasi tersebut dengan berbagai aktivitas yang semarak. Namun Sejak UU Penyiaran disahkan oleh DPR RI keberadaan radio komunitas di Indonesia telah mengandung berbagai kontroversi. Eksistensi radio komunitas jelas ditolak oleh mayoritas pelaku penyiaran di Indonesia, terutama para pemilik radio swasta yang eksisting. Menurut beliau, pada Musyawarah Anggota Jaringan Radio Komunitas Jawa Barat mendatang perlu membahas bagaimana menghadapi era konvergensi media yang tengah melanda bisnis komunikasi, bersiap menyambut pengembangan kanal frekuensi, dan membuka berbagai peluang bagi pengembangan berbagai kegiatan yang mungkin dilakukan oleh radio komunitas, misalnya kegiatan radio kebencanaan, yang selama ini mendapat dukungan dari pendonor dari Jepang. Diakhir orasinya, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada sivitas akademika yang tengah memperingati Dies Natalis ke-62 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Dr. Aceng Abdullah, M.Si. menyampaikan orasi dengan judul “Tantangan dan Peluang Ilmu Komunikasi dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia”. Beliau menyampaikan bahwa korupsi di Indonesia seolah sudah membudaya karena korupsi terjadi di segala lapisan masyarakat dari mulai korupsi dengan nilai triliunan rupiah yang dilakukan oleh pejabat tinggi sampai korupsi recehan yang dilakukan pegawai kecil di tingkat kelurahan atau di jalan raya berupa pungli (pungutan liar). Korupsi ini pun sudah berlangsung sejak lama, sejak jaman raja-raja di Pulau Jawa dan juga daerah lain di Indonesia. Karena itulah Indonesia selalu diposisikan sebagai salah satu negara korup oleh sejumlah lembaga anti korupsi internasional. Kendati penindakan terus dilakukan, namun korupsi tidak terlihat mereda. Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sudah dilakukan melalui berbagai cara, namun hingga saat ini masih saja terjadi korupsi dengan berbagai cara yang dilakukan oleh berbagai lembaga namun terdapat hambatan dalam melakukan pemberantasan korupsi, antara lain berupa hambatan: struktural, kultural, instrumental, dan manajemen. Para akademisi ilmu komunikasi memiliki peluang yang besar untuk berperan serta dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi di Indonesia yang makin masif ini melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Pada akhir orasinya beliau menyampaikan bahwa ilmu komunikasi memang bukan panasea yang dapat menyembuhkan aneka penyakit, termasuk memberantas korupsi di Indonesia. Meski demikian ilmu komunikasi diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi dalam upaya pemberantasan korupsi ini bersama-sama dengan bidang ilmu lainnya.
Pada kegiatan Orasi Ilmiah dan Fikom Apresiasi ini dilaksanakan pula peluncuran buku sivitas akademika Fikom Unpad dan peluncuran Divia TV Unpad. Acara selanjutnya adalah Fikom Apresiasi, sebuah apresiasi bagi seluruh sivitas akademika Fikom Unpad baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan dengan berbagai kategori yakni Dosen dan Tendik Purnabakti, mahasiswa berprestasi, tenaga kependidikan berprestasi, dosen berprestasi, dosen dengan publikasi terbanyak, serta dosen favorit dari setiap prodi. Acara ditutup dengan penampilan akustik dari mahasiswa Fikom Unpad. (DM)

