
Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) Membantu Mengembangkan Desa Kabetan di Sulawesi Tengah
Toli-Toli, 12 September 2025 – Dr. Saleha Rodiah, M.Si., Dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (Unpad) telah mengikuti Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, yang berlangsung dari 6 hingga 12 September 2025. Program ini merupakan program pengabdian masyarakat yang berkolaborasi dengan berbagai program studi dan universitas lainnya, antara lain Irfan Zidni, S.Pi., MP., Ph.D dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Sri Raharno S.T, M.T dan Indria Herman, ST.,MT.,Ph.D dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Roza Yusfiandayani, S.Pi. dari Insititut Pertanian Bogor University (IPB), dan Dr. Eddy Prasetyo Nugroho, M.T. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Desa Kabetan, yang terletak di sebuah pulau dan berjarak 1,5 jam perjalanan perahu dari Kota Toli-Toli, menghadapi tantangan besar. Desa ini terbagi menjadi tiga dusun—Soppe, Butun, dan Bumbung—dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan dan petani. Keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok seperti beras, sayuran, dan air bersih, serta kondisi pendidikan yang belum merata, menjadi masalah utama yang ingin diatasi oleh tim PMKI.
Tim PMKI, yang terdiri dari kolaborasi beberapa universitas merumuskan sejumlah solusi berdasarkan permasalahan yang ada. Proyek ini mencakup beberapa luaran penting, seperti pemasangan solar panel dan genset untuk elektrifikasi, pembuatan rumpon portabel untuk perikanan, diversifikasi produk olahan ikan, dan pengolahan pupuk organik cair.
Di sektor pendidikan, tim PMKI juga memberikan kontribusi signifikan. Dengan kondisi sekolah yang terbatas dan sulit dijangkau, program ini mengembangkan kurikulum muatan lokal, membuat media komunikasi edukatif, dan memberikan pendampingan manajemen untuk perpustakaan desa bernama Kukosuai. Terkait kondisi geografis yang memisahkan dusun, Dr. Saleha Rodiah, M.Si., mengusulkan agar titik layanan perpustakaan dibuat di lokasi strategis, seperti di dermaga Dusun Soppe dan di samping masjid Dusun Bumbung.
Usulan ini bertujuan untuk mempermudah akses informasi bagi seluruh warga desa, terutama anak-anak, tanpa harus menempuh perjalanan yang sulit. Dengan adanya dinding yang akan dipasang oleh pemerintah desa untuk melindungi koleksi buku dari air laut dan hewan, diharapkan perpustakaan dapat berfungsi lebih optimal dan menjadi pusat literasi yang sesungguhnya.
Program PMKI ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Dr. Saleha Rodiah, M.Si., berharap rencana pengembangan perpustakaan desa dapat segera terealisasi. Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antar-institusi pendidikan dalam membantu masyarakat pedesaan. Program ini juga menunjukkan pentingnya peran teknologi dan pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan masyarakat, terutama di daerah terpencil. (SR & ENR)

