
Webinar Strategi Komunikasi Publik Pemerintah di Masa Pandemi COVID-19
Departemen Komunikasi Korporasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengadakan webinar bertajuk “Strategi Komunikasi Publik Pemerintah di Masa Pandemi COVID-19”. Webinar tersebut berlangsung pada Kamis, 25 November 2021 secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti lebih dari 250 partisipan.

Meskipun tema ini bukan pertama kali dibahas, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.H., S.Sos., M.Si., merasa bahasan ini masih sangat relevan untuk dibincangkan. “Barangkali ini menjadi sangat penting bahwa, dalam kondisi seperti ini, sebetulnya sumber yang sangat ditunggu dan harusnya dipercaya adalah sumber dari pemerintah,” tutur Dekan Fikom Unpad tersebut. “Kami berharap webinar ini bisa memberikan kemanfaatan yang sebaik-baiknya sehingga pandemi COVID-19 ini bisa berakhir segera dengan strategi komunikasi yang tepat,” ucapnya.

Direktur Institut Pembangunan Jawa Barat Universitas Padjadjaran (Injabar Unpad), Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara webinar tersebut.“Komunikasi ini sangat dipentingkan menjadi satu jalinan strategi untuk pengendalian pandemi, baik oleh pemerintah maupun oleh semua sektor publik,” ungkap beliau. Sebelum masuk ke sesi pemaparan materi oleh para narasumber, lebih dari 200 partisipan yang bergabung melakukan foto bersama sebagai salah satu bagian dari rangkaian Webinar Strategi Komunikasi Publik Pemerintah di Masa Pandemi COVID-19.

Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., menjadi narasumber pertama yang memaparkan materinya. Beliau mengangkat “Government Public Communication in Pandemic Era” sebagai topik yang dibahas pada webinar kali ini.
Beliau menyampaikan strategi apa saja yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menangani pandemi COVID-19. Salah satunya yang berkaitan dengan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).“Yang kami lakukan untuk menghadapi pandemi COVID-19 saat ini, kami membuat berbagai aplikasi,” tutur Bupati Sumedang tersebut. Beberapa aplikasi tersebut di antaranya ada MAUNEH (Mau Update Data Agar Bansos Tidak Nyeleneh), MAIJAH (Mari Bekerja dan Cegah COVID-19), MARKONAH (Mari Kerja Online dari Rumah), dan AMARI COVID-19 (Aplikasi Mawas Diri), tidak lupa pemerintah Sumedang juga memanfaatkan media sosial yang digunakan oleh banyak masyarakat, yakni WhatsApp, dan membuka layanan WA KEPO (WhatsApp Kebutuhan Informasi dan Pelayanan Online).

Selanjutnya, hadir pula Wakil Dekan Fikom Unpad, Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., menjelaskan terkait topik “Komunikasi Pemerintahan Pandemi COVID-19: Rekomendasi Penyusunan Strategi Komunikasi”. Beliau menyampaikan beberapa rekomendasi yang merupakan hasil dari diskusi Tim Kajian Injabar bersama Tim BP2D untuk merumuskan prinsip-prinsip dan kebijakan komunikasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Rekomendasi tersebut di antaranya, mengutamakan pendekatan komunikasi publik yang dilakukan dengan pendekatan mitigasi dan komunikasi risiko; menggunakan perencanaan komunikasi yang matang dan konsisten; sampai menerapkan strategi satu pintu, sehingga informasi yang disampaikan tidak tumpang tindih.
Dosen Prodi Humas Fikom Unpad, Dr. Heru Ryanto Budiana, M.Si., menjadi narasumber selanjutnya yang menyampaikan materi perihal “Komunikasi Pemerintah Berbasis Kearifan Lokal, Belajar dari Pandemi COVID-19”. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan pentingnya keterlibatan publik dalam pendekatan komunikasi risiko. “Karena kalau publik tidak terlibat, maka tidak akan terjadi perubahan perilaku yang diinginkan dalam tujuan komunikasi yang disampaikan,” ujarnya. Beliau menambahkan, “Kearifan lokal itu justru adalah sebuah value, sebuah nilai, sebuah norma, sebuah tatanan, yang memang sudah dikenal oleh masyarakat kita.”
Setelah para narasumber menyampaikan paparannya, rangkaian selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan seputar perihal konsistensi dalam penanganan COVID-19 sampai bagaimana cara menyikapi hoaks. (NA)
