
Prestasi Catherine Sihaloho Sebagai Mahasiswa dan Atlet Anggar Berbakat
Mahasiswa Universitas Padjadjaran memiliki prestasi di berbagai bidang, salah satunya adalah Catherine Sihaloho, mahasiswa Fikom Unpad berasal dari Jakarta yang sekarang sedang menempuh semester 6 di program studi Ilmu Komunikasi. Meski sedang mencari tempat magang dan mengembangkan topik skripsi, Catherine tetap aktif latihan anggar, sebuah olahraga yang telah menjadi bagian hidupnya sejak usia 13 tahun saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pilihan Catherine untuk menjadi atlet anggar bukanlah kebetulan semata. Sebelum menjadi atlet anggar, Catherine pernah mencoba cabang olahraga lain yaitu catur, tetapi Catherine memilih cabang olahraga anggar karena ia melihat olahraga anggar sebagai sesuatu yang menarik karena membutuhkan strategi yang matang.
Selama perjalanannya menjadi atlet bertahun-tahun, Catherine telah mengikuti berbagai tingkat perlombaan mulai dari tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Di tahun 2021, Catherine mendapatkan kesempatan untuk bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) mewakili DKI Jakarta. Pengalaman bertanding di PON 2021 ini menjadi pengalaman paling menarik menurut Catherine karena itu merupakan PON pertamanya. Meskipun merupakan pengalaman yang menegangkan karena bertanding dengan senior-senior yang lebih berpengalaman, Catherine berhasil meraih medali perunggu di PON 2021. Selain itu, Catherine menganggap pertandingan tersebut paling menarik karena ia juga berkesempatan untuk menjelajah keindahan Papua selama PON 2021.
Catherine mengakui bahwa sebagai atlet, ia harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tempat baru. Dalam setiap pertandingan, ia harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru agar dapat bertanding dengan baik dan prima.
Bagi Catherine, menjadi atlet anggar bukan hanya tentang meraih prestasi dan bertanding, tetapi juga tentang menjalin hubungan dengan sesama atlet dan mendapatkan banyak teman baru dengan hobi yang sama, menjelajahi tempat baru untuk bertanding, dan belajar tentang kedisiplinan dan komitmen yang tinggi selama latihan, yang akhirnya diimplementasikan ke kehidupan sehari-hari. Salah satu hal yang membuat Catherine senang menjadi atlet anggar adalah karena telah memberikan ia keluarga baru dan memiliki teman-teman yang selalu mendorong Catherine untuk menjadi versi terbaik dari dirinya.

Selain memiliki banyak keuntungan, menjadi atlet anggar juga dihadapi oleh banyak tantangan. Salah satunya adalah manajemen waktu yang baik untuk menyeimbangkan antara pendidikan, latihan anggar, dan waktu dengan kerabat terdekat. Bagi Catherine sendiri, kewajiban untuk berlatih hampir setiap hari menjadi salah satu tantangan untuk tetap mengerjakan kewajibannya dalam pendidikan dan terkadang harus mengorbankan waktu berkumpul dengan kerabat terdekat. Namun Catherine mengakui bahwa hal tersebut masih bisa dihadapi, dibuktikan dengan banyaknya prestasi Catherine sebagai atlet anggar dan keaktifannya di kampus.
Bagi mereka yang tertarik untuk menjadi atlet anggar, Catherine menyarankan untuk bergabung dengan klub anggar di daerah masing-masing. Pelatihan awal dan persiapan fisik sebelum memulai latihan dengan pedang adalah hal penting yang perlu dipersiapkan.
Dalam perjalanan Catherine Sihaloho sebagai seorang mahasiswa yang berprestasi dan atlet anggar, ia telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjalani kedua peran tersebut. Tidak hanya memberikan gambaran tentang keberhasilan dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan atlet anggar, tetapi juga memberikan dorongan dan motivasi bagi mereka yang tertarik untuk mengejar prestasi dalam olahraga anggar. (JJC)
