
Seminar Nasional “Keberagaman Konten Media: Antara Harapan dan Realitas dalam Dominasi Industri Media”
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengusung tema “Keberagaman Konten Media: Antara Harapan dan Realitas dalam Dominasi Industri Media”. Seminar digelar pada Kamis, 3 Oktober 2024, di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Fikom Unpad Official.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta yang hadir. Selanjutnya, seminar dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dr. Jenny Ratna Suminar, selaku Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, yang menyampaikan mengenai pentingnya memahami media dan konten dalam menerima paparan informasi.
Seminar ini menghadirkan empat narasumber yang dengan keahliannya memberikan wawasan mendalam terkait tema besar yaitu keberagaman konten media. Narasumber menyajikan beragam topik yang relevan dengan keberagaman konten media, mulai dari pentingnya menyajikan keberagaman, regulasi penyiaran, dan teknologi komunikasi.
Hellena Souisa, Ph.D – Keberagaman Konten di Televisi
Hellena dalam disertasinya mengangkat tenang keberagaman konten pada televisi. Hellena juga memaparkan kondisi konten televisi di Indonesia saat ini. Pengusaha televisi menguasai saluran televisi dengan konten yang sama. Meskipun banyak program televisi yang dihadirkan, namun jika tidak mampu menawarkan keberagaman, maka media – media tersebut juga perlu bertransformasi.
Dr. Adiyana – Regulasi Konten Media
Dr. Adiyana yang merupakan Ketua KPID Jabar menyampaikan tentang peran dan fungsi KPID, dilengkapi dengan penyampaian terkait dengan data pemirsa penonton televisi saat ini, kemudian menampilkan data tambahan yaitu data Gen-Z yang menonton tayangan-tayangan di TV, OTT dan media sosial. Tantangan yang dihadapi KPID Jabar sebagai lembaga yang berkaitan dengan regulasi juga muncul. KPID berusaha mengingatkan media-media lokal untuk menghdirkan keberagaman, namun media lokal masih kesulitan dalam segi ekonomi dan SDM.
Dr. Abie Besman, M.Si – Industri Televisi dan Keberagaman Konten
Abie Besman menyampaikan bahwa sebuah media dan jurnalisme dapat memberikan kepercayaan bagi publik, berkaitan juga dengan bagaimana memunculkan keberagaman konten pada media. Beliau juga menyoroti perkembangan media saat ini, khususnya media televisi yang kini bisa dikatakan bertransformasi melalui media yang ada dalam dunia digital. Pada dunia digital, sebuah kemewahan bukan lagi pada aturan, melainkan pada diri sendiri.
Detta Rahmawan, M.A – Keberagaman Konten dan Isu Publik
Detta Rahmawan menjadi pembicara terakhir sesi seminar dengan pembahasan mengenai isu publik. Apakah benar viralitas adalah kunci dalam penyebaran isu publik dan keberagaman konten? Teknologi memiliki kaitan dengan isu publik. Lewat teknologi, bisa menghadirkan pengetahuan akan isu yang harus dibicarakan dan menghasilkan keberagaman. Homeless media dan aktivisme digital ini menjadi cara untuk membantu dalam menghasilkan isu yang lebih beragam.
Setelah presentasi materi, sesi diskusi dibuka dengan dipandu oleh Preciosa Alnashava Janitra, M.Si, yang berperan sebagai moderator. Para peserta seminar antusias mengajukan berbagai pertanyaan. Beberapa pertanyaan yang muncul berfokus pada berita atau informasi yang muncul di televisi ataupun media massa merupakan informasi yang sama terus-menerus kemudian dengan hadirnya media sosial bagaimana Jurnalisme di media bisa tetap ideal dan menghasilkan. Setelah diskusi berjalan, acara ditutup oleh Kepala Departemen Komunikasi dan Informasi, Prof. Eni Maryani, M. Si.
Seminar Nasional ini harapannya dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang sangat relevan dan penting mengenai bagaimana pentingnya keberagaman konten media serta seperti apa semua pihak dapat mendukung terlaksananya keberagaman konten yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. (TAH)
