
Kuliah Umum “Komunikasi Masa Kini: Peluang, Teknologi, dan Tantangan Karier di era Digital dan Geopolitik Global”
Ikatan Alumni Fikom Unpad dan BEM Fikom Unpad menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Komunikasi Masa Kini: Peluang, Teknologi dan Tantangan Karier di era Digital dan Geopolitik Global pada hari Senin tanggal 5 Mei 2025 pukul 13.00 WIB di Ruang Oemi Abdurachman Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Kuliah umum ini menghadirkan pemateri Dr. Hendri Satrio, Ishfihana Hafny Noer M.M., M.Kom., Henny Hariani M.Si., dan Yudy Nugraha yang dimoderatori oleh FX. Ari Prastowo, M. I.Kom selaku dosen Program Studi Hubungan Masyarakat serta dihadiri mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat dan Program Studi Manajemen Komunikasi.
Acara diawali dengan sambutan Dekan Fikom Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., beliau menyampaikan bahwa sangat penting sharing experience oleh para alumni kepada para mahasiswa untuk memberikan keyakinan dan pembekalan mahasiswa di era digital. “Kita ingin meyakinkan bahwa komunikasi itu bisa ada dimana saja atau multi area tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan semangat bahwa kita terus bisa eksis sebagai sebuah ilmu maupun karir dibidang komunikasi yang cukup menjanjikan” tuturnya.
Pembicara pertama, Dr. Hendri Satrio atau yang sering disapa kang Hensa memaparkan bahwa “Semakin zaman berkembang, semakin banyak bermunculan media-media baru sehingga semakin terbuka peluang bagi anak komunikasi”. Selain itu, kang Hensa juga menyampaikan bahwa “sebagai ‘anak komunikasi’, kita harus memiliki satu skill atau fokus atau sebagai specialist dan bukan generalist untuk survive”.
Selanjutnya pembicara kedua, Ishfihana Hafny Noer, M.M., M.Kom. memaparkan fokus utama Artificial Intelligence pada komunikasi. Beliau mengatakan bahwa “AI sangat bisa membantu kita dalam membuat suatu pekerjaan, namun sebagai pengguna kita juga diharuskan kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakannya”. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa “Faktanya, kevalidan AI hanya 70%”.
Pembicara ketiga, Henny Hariani, M.Si. memberikan tips survive dalam membangun karir di industri komunikasi karena potensi disrupsi AI sebesar 80%, konvergensi industri, dan perlunya adaptasi. Selain itu, beliau juga membahas pilar komunikasi yang terdiri dari komunikator, pesan, media, komunikan, efek dan dampak pada karir ataupun profesi. Henny Hariani, M.Si. juga menyampaikan bahwa “Dalam komunikasi kita membutuhkan skill dan mindset yang logis, sistematis, pintar mengkolaborasikan, dan mampu berkolaborasi multiplatform untuk mampu dan siap dalam bekerja. Selain itu kita juga harus memiliki karakter yang kuat”. Beliau juga menyampaikan bagaimana cara Gen-Z belajar. Sebagai Gen-Z, metode belajar yang dilakukan yaitu melalui mentoring, collaborative learning, membaca dan kurasi, serta membangun jejak digital yang baik.
Sesi terakhir, pembicara keempat yakni Yudi Nugraha menyampaikan bahwa terdapat tiga tahap dalam mengatur krisis atau masalah, yang pertama Pre-Crisis, yaitu mempersiapkan dan mengidentifikasi potensi resiko yang terjadi. Kemudian yang kedua Event, yaitu merespon dan menanggapi permasalahan yang ada. Terakhir Post Event, yaitu tim harus mempunyai integritas untuk cepat tanggap dalam melakukan recovery dan belajar dari kesalahan. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. (DM/HS)


