
Bedah Film Dokumenter “Ngomi O Obi” bersama TV Tempo
Tempo dan Program Studi Televisi dan Film Fikom Unpad menggelar bedah film dokumenter dengan judul “Ngomi O Obi”, yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Mei 2025 pukul 09.00 WIB di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad. Acara ini menghadirkan pemateri Niky sebagai Director of Photography, Anton Apriana yang merupakan Direktur Tv Tempo, Mochamad Arbani Dosen Program Studi Televisi dan Film dan Mama Nia sebagai tokoh dalam film, serta dihadiri oleh mahasiswa program studi Televisi dan film, Jurnalistik, serta Manajemen Produksi Media.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Televisi dan Film Dr. Sri Seti Indriani, M.Si. Beliau menyampaikan mahasiswa harus mampu mengkritisi sebuah film. “Film ini adalah film yang istimewa karena mengangkat sebuah kehidupan di Pulau Obi” tuturnya.
Pembicara pertama yaitu Niky menyampaikan bahwa “komunikasi dalam pembuatan film dokumenter itu sangat penting”. Selain itu, kondisi lapangan mempengaruhi hasil pada film dokumenter, beliau menyarankan kepada mahasiswa jika akan membuat film dokumenter, untuk lebih dekat secara personal dengan masyarakat yang akan dijadikan narasumber pada film dokumenter yang akan dibuat. “Sebelum membuat film dokumenter, kita harus menjelaskan dulu tujuan dan apa yang ingin kita lakukan serta kita harus ngobrol agar sangat dekat dengan narasumber” tuturnya.
Pembicara kedua yaitu Anton Apriana mengatakan bahwa Tempo memiliki produk unggulan, salah satunya adalah Tv Tempo yang memiliki film dokumenter, “Film Dokumenter merupakan produk unggulan, salah satunya produk hasil Tv Tempo ini”. Selain itu, Anton Apriana juga menjelaskan bahwa jurnalisme yang baik adalah dengan melakukan pendekatan dalam aspek manfaat. “Film dokumenter merupakan wujud jurnalisme dalam bentuk audio visual yang menggambarkan dampak lingkungan seperti dampak dari Perusahaan tambang, serta bagaimana dampak lingkungan oleh tambang terhadap nelayan yang ada di pulau Obi” tuturnya. Anton Apriana juga menyampaikan bahwa film dokumenter dapat menjadi media pembelajaran dengan melihat isu-isu yang ada, karena orang-orang pada saat ini sudah jarang membaca koran atau majalah.
Pembicara ketiga yaitu Mochamad Arbani menyatakan bahwa “Film dokumenter pada dasarnya sama seperti film-film lain, hanya saja keunggulan film dokumenter sangat fleksibel” tuturnya. Menurut beliau, film dokumenter “Ngomi O Obi” ini dapat diklasifikasikan sebagai film Ecodocumentry. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa “dalam membuat film dokumenter akan banyak menemukan hal yang tidak terduga”. Film dokumenter juga dapat menjadi media informasi yang menampilkan suatu kehidupan yang nyata.
Pembicara keempat yaitu Mama Nia menyampaikan bahwa pada awalnya saya diajak untuk menjadi narasumber pada film ini. Biasanya di pulau Obi hanya ada yang foto-foto saja, tidak menyangka akan diajak bermain film seperti ini. Mama Nia juga berpesan semoga dengan adanya Tv Tempo, masyarakat obi dapat dikenal lebih luas dari sektor pertanian, nelayan, maupun pertambangannya. “Dengan adanya tambang di pulau Obi, dapat membantu perekonomian kami sebagai masyarakat Obi” tuturnya. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto Bersama. (HS)


