
Kompetisi dan Prestasi Adiva Raissa dalam Mewujudkan Mimpi
Adiva Raissa Nabila, mahasiswi Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan 2024, sukses meraih posisi 2nd Runner Up dalam ajang National Public Speaking Competition PRAction UI 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Indonesia dan mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang memiliki minat di bidang komunikasi publik. Dalam kompetisi ini, Adiva melewati proses seleksi yang ketat. Seleksi dimulai dari tahap penyisihan video speech hingga tampil langsung di final di Universitas Indonesia.
Perjalanan Mengembangkan Kemampuan Public Speaking
Ketertarikan Adiva terhadap dunia public speaking mulai tumbuh sejak SMP. Namun, ia baru benar-benar mengembangkannya saat SMA. Saat itu, ia menyadari jurusan IPA yang diambil kurang sesuai dengan minat dan bakatnya. Karena itu, ia mulai mengeksplorasi lomba yang sesuai passion-nya. Dari situ, ia makin tertarik mengikuti kompetisi nasional di bidang public speaking.
Pengalaman Mengikuti Kompetisi PRAction UI 2025
Pengalaman berharga saat mengikuti PRAction UI 2025 dimulai dari babak penyisihan. Pada tahap ini, 137 peserta dari berbagai perguruan tinggi diminta mengumpulkan video speech di YouTube. Meski sempat merasa kurang percaya diri dan pasrah menunggu hasil, ia akhirnya lolos ke babak final. Kesempatan ini dimanfaatkan Adiva untuk memperbaiki dan mematangkan pidatonya. Ia juga merasakan pengalaman berharga berlomba langsung di kampus bergengsi UI. Ini merupakan lomba pertamanya di sana.
Dalam kompetisi ini, Adiva memilih tema “Stop Overtourism, Start Sustainable Ecotourism!” sebagai pesan utama pidatonya. Ia menilai bahwa generasi muda, terutama Gen Z, perlu lebih sadar terhadap fenomena wisata berlebihan yang merusak lingkungan, sekaligus mendorong pariwisata yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih hijau dan lestari.
Tantangan dan Strategi Menghadapi Kompetisi
Tantangan terbesar bagi Adiva adalah menyesuaikan durasi pidato agar tidak berlebihan serta bersaing dengan finalis lain yang sudah sangat berpengalaman. Ia mengatasinya dengan latihan intensif, berdoa, dan terus percaya diri dengan gaya dan ciri khasnya sendiri. Menurutnya, tujuan mengikuti lomba bukan semata untuk menang, tetapi untuk mendapatkan pengalaman dan terus mengembangkan diri.
Dalam membagi waktu antara kuliah dan persiapan lomba, Adiva menjadwalkan coaching dengan dosen pembimbing sejak awal. Ia menargetkan naskah selesai jauh hari sebelum deadline, dan saat kuliah fokus menyelesaikan tugas dengan prioritas yang jelas agar tidak kewalahan. Menurutnya, waktu sangat berharga dan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Pengalaman Berharga dari Masa SMA
Pengalaman mengikuti berbagai lomba sejak SMA seperti Wonderkind Festival, Walisongo Language Festival, dan Arab Fest sangat membantu membentuk cara tampil Adiva yang percaya diri dan komunikatif seperti sekarang. Namun, salah satu pengalaman paling berkesan bagi Adiva adalah saat menjadi Juara Harapan 1 dan masuk 10 besar nasional dalam ajang Inisiator Muda Moderasi Beragama 2023.
Dari 34 finalis yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Adiva berhasil terpilih sebagai salah satu Duta Inisiator Muda Moderasi Beragama. Tantangan dalam ajang ini sangat berkesan, karena Adiva harus menyelenggarakan acara offline yang melibatkan partisipan dari 6 agama berbeda di Jakarta.
Menjadi bagian dari top 10 merupakan pengalaman yang berharga bagi Adiva. Dari situ, ia belajar bagaimana merangkul perbedaan, memimpin kegiatan lintas keyakinan, dan memperkuat kepekaan sosial semua menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhannya.

Adiva menjadi Inisiator Muda Moderasi Beragama 2023
Mewujudkan Mimpi Lewat Proses
Melalui setiap kompetisi dan pengalaman yang ia jalani, Adiva membuktikan bahwa keberhasilan bukan sekadar soal podium, tapi tentang keberanian untuk mencoba, belajar, dan berkembang.
Dengan semangat untuk terus melangkah dan terbuka terhadap tantangan baru, Adiva berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat bahwa setiap usaha, sekecil apa pun, punya arti dalam perjalanan menuju versi terbaik dari diri kita sendiri. (DF)
