
Penuh Inspirasi, Sharing Session dan Bazaar Temu Alumni Warnai Perayaan Dies Natalis ke-65 Fikom Unpad
Suasana inspiratif dan penuh antusiasme memenuhi Auditorium Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) pada Sabtu, 13 September 2025 lalu. Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65, Fikom Unpad sukses menggelar “Sharing Session Alumni FIKOM” yang menghadirkan enam alumni lintas generasi dengan karier gemilang di berbagai bidang.
Acara yang dimoderatori oleh Dosen Fikom Unpad sekaligus Education Influencer, Ira Mirawati, ini bertujuan untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja nyata. Para alumni membagikan kisah perjalanan, tantangan, serta tips bagi para mahasiswa yang akan segera meniti karier, sejalan dengan tema besar Dies Natalis “Harmoni, Memberi Arti untuk Negeri”.
Keenam alumni yang hadir sebagai pembicara adalah Robeth MV (Corporate Secretary, Pertamina Patra Niaga), Soleh Solihun (Komedian, Sutradara), Ishfihana Hafny (Vice President of Technology, Asset Integrity Risk & RCM PT. Pertamina), Dioma Asatsuku (Head of Sports, Vidio.com), Adhi Pratama (Public Relations, Persib), dan Ronal Surapradja (Komedian, Influencer).
Pengalaman dan Karakter, Aset Utama para Lulusan
Satu benang merah yang kuat dari seluruh pembicara adalah penekanan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan. Robeth MV (alumni angkatan 1996) menegaskan bahwa adab dan akhlak jauh lebih utama. “Jaga jejak digital kalian, karena itu akan diperhatikan perusahaan, dan teruslah menjadi pribadi yang adaptif,” pesannya.
Hal ini didukung oleh Dioma Asatsuku (alumni angkatan 2010) yang menyatakan bahwa rekruter lebih fokus pada pengalaman organisasi dan dampak nyata yang dihasilkan. Ishfihana Hafny (alumni angkatan 1992) menambahkan, “Portofolio pengalaman adalah aset yang sangat berharga. Kemampuan beradaptasi, ketahanan diri, dan kecerdasan emosional adalah kunci untuk bertahan di dunia kerja.” ujarnya.
Bekal Utama: Keterampilan dari Kegiatan Kampus
Para pembicara juga membagikan bagaimana kegiatan non-akademik di kampus menjadi bekal utama mereka. Soleh Solihun menceritakan secara detail perannya sebagai Wakil Ketua BEM FIKOM dan pendiri majalah kampus “Karung Goni” (Kabar, Ungkapan, Gosip, dan Opini). “Pengalaman berorganisasi dan terutama berlatih menulis di majalah kampus itulah yang menjadi fondasi karier saya, dari mulai menjadi jurnalis hingga sekarang,” ungkap Soleh.
Pentingnya kemampuan menulis juga diamini oleh Adhi Pratama (alumni angkatan 2002). Perjalanannya dari wartawan Koran Sindo hingga menjadi Humas PERSIB membuktikan bahwa kemampuan menulis adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki mahasiswa komunikasi di bidang apa pun.
Bangun Mentalitas: Adaptif, Unik, dan Haus Ilmu
Selain karakter dan keterampilan, pola pikir juga menjadi penentu. Ronal Surapradja (alumni angkatan 1995) berbagi kisah uniknya yang beralih dari cita-cita masuk kedokteran ke dunia komunikasi. “Reputasi sebagai mahasiswa lulusan Fikom Unpad saja tidak cukup. Kalian harus punya sesuatu yang unik dan terus mempertajam kompetensi,” kata Ronal, yang melanjutkan studi hingga S3 di Fikom Unpad karena dorongannya untuk terus belajar.
Dioma Asatsuku menutup dengan pesan kuat bagi mahasiswa komunikasi. “Jangan minder dicap generalis. Justru itu keunggulan kita. Sifat generalis memungkinkan kita masuk dan beradaptasi di berbagai bidang industri,” pungkasnya.
Acara ini berhasil memberikan gambaran dan inspirasi terkait peta jalan karier yang komprehensif bagi para mahasiswa, mencakup pentingnya membangun karakter, mengasah keterampilan praktis, dan memiliki mentalitas yang adaptif untuk menjawab tantangan zaman.
Bazaar Temu Alumni
Selain sesi diskusi inspiratif, kemeriahan acara juga dilengkapi oleh bazaar yang digelar di Dome Fikom Unpad. Sebanyak 14 stan yang diisi oleh para dosen, karyawan (doskar), serta alumni turut berpartisipasi dengan menjual aneka produk, mulai dari makanan, minuman, hingga pakaian. Kemeriahan ini dilengkapi dengan panggung hiburan yang menampilkan talenta musik dari dosen, karyawan, dan mahasiswa yang ingin berpartisipasi, menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat sepanjang hari. (TAH)


