
Belajar, Berproses, dan Berkarya: Jejak Perjalanan Dimas Wahyudi Alumni Mankom Fikom Unpad 2021
Bagi Dimas Wahyudi, perjalanan di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran bukan sekadar proses akademik, melainkan fase penting yang membentuk serta memperluas cara berpikir dan arah karirnya. Selama menempuh studi di Program Studi Manajemen Komunikasi, Dimas merasakan bagaimana suasana belajar yang terbuka, dinamis, dan kolaboratif baik dengan dosen, teman, maupun individu dengan latar belakang berbeda yang dapat menumbuhkan semangat eksplorasi. Dari diskusi di kelas, proyek kampus, hingga pengalaman organisasi, semua menjadi fondasi kuat yang kemudian ia bawa ke dunia kerja.
Fase Tersibuk, Fase Terbaik
Bagi Dimas, setiap semester di Fikom punya ceritanya sendiri. Namun, salah satu masa yang paling berkesan adalah ketika ia menapaki semester lima yaitu periode dimana hampir setiap hari dipenuhi berbagai aktivitas. Mulai dari tugas kuliah berbasis proyek, personal project yang melibatkan kampus, hingga kesibukan di kegiatan Himpunan Mahasiswa yang sedang berada di puncak program kerja. Meski padat, justru masa ini menjadi titik penting dalam proses pembelajarannya. Ia banyak belajar mengatur waktu, beradaptasi, dan bekerja sama dengan berbagai pihak. “Itu masa paling sibuk, tapi juga masa paling seru dan penuh pembelajaran,” kenangnya.
Dari Ruang Organisasi ke Lingkungan Profesional
Sebelum terjun aktif di organisasi kampus, Dimas sempat skeptis apakah kegiatan tersebut akan berpengaruh pada kariernya. Namun, pengalaman itu justru menjadi salah satu keputusan terbaik selama masa kuliah. Melalui organisasi di Fikom, ia belajar mengelola tim yang beragam, bekerja sama dengan orang-orang kreatif, dan mengubah ide-ide abstrak menjadi proyek yang nyata. Pengalaman itu menumbuhkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi yang kini terbukti penting di dunia kerja.
Hal tersebut semakin terasa ketika Dimas menjalani magang. Dunia profesional membuka pandangannya tentang bagaimana teori dan praktik berpadu. Ia memahami jobdesk secara konkret, beradaptasi dengan ritme kerja, serta belajar menyelesaikan tantangan di lapangan yang tak ditemukan di ruang kelas. Bagi Dimas, magang menjadi jembatan yang memperlihatkan bagaimana ilmu dan pengalaman di Fikom benar-benar bisa diterapkan di industri komunikasi.
Kini, Dimas tengah berkarir di perusahaan pertamanya sebagai Assistant Marketing di bawah arahan direktur. Di posisi ini, ia menerapkan banyak hal yang sebelumnya dipelajari selama kuliah di Fikom: kemampuan riset, berpikir berbasis data, hingga mengelola tim dan ide secara strategis. Baginya, setiap tantangan di dunia kerja adalah kesempatan untuk mengasah profesionalisme dan membuktikan bahwa pengalaman di bangku kuliah baik akademik maupun organisasi benar-benar menjadi bekal yang nyata di dunia industri komunikasi.
Andai Bisa Mengulang Masa Kuliah
Jika diberi kesempatan untuk kembali ke masa kuliah, Dimas ingin memanfaatkannya dengan lebih maksimal. Ia mengaku ingin lebih banyak ikut lomba, bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa seperti panahan, serta lebih serius mengembangkan karier dan personal project. Baginya, menjadi mahasiswa adalah masa yang penuh privilege waktu terbaik untuk bereksplorasi, mencoba hal baru, dan menyiapkan diri sebelum menghadapi realitas dunia kerja.
Pesan untuk Mahasiswa Fikom: Rencanakan, Prioritaskan, dan Nikmati Prosesnya
Menutup ceritanya, Dimas membagikan pesan untuk mahasiswa Fikom agar lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus menikmati setiap proses selama kuliah. Ia menekankan pentingnya memiliki target dan rencana sejak awal agar tidak kebingungan di tengah banyaknya peluang yang ditawarkan kampus. Menurutnya, setiap mahasiswa perlu menentukan prioritas apakah ingin menonjol di prestasi akademik, membangun pengalaman profesional, memperluas relasi, atau mengasah kemampuan kreatif. Namun di balik semua itu, Dimas berpesan untuk tetap menikmati perjalanan untuk mendapatkan berbagai pengalaman.(NN)
