
Azqi Az Zahra: Dulu Penggemar Biasa, Kini Bagian Penting Karier Idola
Fikom Unpad bukan hanya tempat bagi para mahasiswa berprestasi baik bidang akademik maupun non-akademik. Fikom Unpad tentunya juga menjadi tempat bagi para mahasiswa yang passionate dalam mengembangkan kemampuannya, seperti Azqi Az Zahra Kairun Nissa. Perempuan yang kerap disapa Azqi ini merupakan satu dari sekian banyak mahasiswa program studi Manajemen Produksi Media (MPM) Fikom Unpad yang berhasil menorehkan berbagai pencapaian luar biasa dalam hidupnya melalui dunia video editing. Kesukaannya dalam bidang video editing telah muncul sejak Ia menduduki bangku Sekolah Menengah Pertamanya di Bandung. Sejak itu, Azqi memang sudah sangat suka untuk mengotak-ngatik aplikasi penyuntingan video hingga mengulik berbagai teknik editing yang terdapat dalam film atau video yang Ia saksikan. Bukan hanya dalam bidang video editing, Azqi juga memiliki ketertarikan untuk membuat dan merencanakan konten media sosial yang membuatnya memiliki cita-cita yang kuat untuk menjadi seorang content creator.
Ketertarikannya terhadap dunia video editing dan content development juga membawanya memilih program studi Manajemen Produksi Media sebagai tempatnya mencari ilmu. Dengan tekad yang kuat terhadap apa yang Ia sukai, Azqi meyakini bahwa pilihannya untuk menuntut ilmu di program studi tersebut merupakan keputusan yang tepat dan sesuai dengan rencana karier kedepannya. Selama menempuh pendidikannya di Fikom Unpad, Azqi merupakan pribadi yang bukan hanya aktif dalam kegiatan akademik perkuliahan. Ia juga turut aktif dalam berbagai kegiatan di luar perkuliahan seperti menjadi salah satu bagian dari Asisten Laboratorium Humas Fikom Unpad dan staf divisi Hubungan Eksternal dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Manajemen Produksi Media (Hima MPM). Dalam keaktifannya di HIMA MPM, Azqi berhasil membuat sebuah art exhibition dengan tajuk “Tunjuk Rasa: Pusparagam” yang berkaitan dengan warna dan emosi manusia. Perjalanannya dalam menuntut ilmu di program studi Manajemen Produksi Media membuatnya banyak belajar untuk bisa mengembangkan softskill seperti kolaborasi dan kerjasama tim dalam dirinya serta mengasah kreativitas yang dimiliki melalui karya-karya berkualitas yang Ia ciptakan di setiap tugas atau proyek yang diberikan.
Melalui kecintaannya untuk menekuni dunia video editing dan content development, Azqi bukan hanya bisa memilih untuk mempelajari apa yang Ia sukai. Hal tersebut juga membawanya untuk bisa berinteraksi sekaligus bekerjasama dengan seseorang di belahan bumi lainnya yang Ia idolakan. Semuanya bermula di era pandemi, ketika media sosial TikTok sedang ramai-ramainya digunakan untuk melepas jenuh masa ‘di rumah aja’. Saat itu Azqi tertarik pada salah satu content creator TikTok, @antonychenn karena konten-kontennya yang kreatif dan lucu. Antony merupakan seorang content creator multi-platform dari Massachusetts, Amerika Serikat yang kerap membagikan berbagai macam skits serta menampilkan video-video popular mengenai anime. Saat itu, Azqi kerap mengisi waktu luangnya dengan menonton film-film yang viral, termasuk anime “Attack on Titan” yang sempat hype ketika pandemi. Dengan skits-nya yang juga membahas “Attack on Titan” serta paras yang juga mirip dengan ‘Levi’ salah satu karakter utamanya, membawa Azqi menjadi salah satu followers sekaligus fans dari Antony.
Sebagai seorang fans Azqi kerap mengikuti kegiatan Antony sebagai seorang content creator, termasuk menjadi penonton live streaming video game yang Antony lakukan via platform Twitch. Melalui live streaming tersebut, Azqi banyak menemukan funny moment. Dengan motivasi ingin membuatnya lebih lucu, akhirnya berbagai funny moment tersebut Ia kompilasikan menjadi sebuah video 30 detik yang kemudian Ia bagikan melalui server milik Antony di platform Discord. Alih-alih diabaikan, siapa yang menyangka ‘keisengan’ yang Azqi lakukan sebagai seorang fans berhasil menyita perhatian sang idola hingga Antony menghubunginya secara langsung dan menyatakan bahwa dirinya menyukai gaya video editing yang Azqi miliki. Bukan hanya itu, Azqi juga diberikan sebuah penawaran menjanjikan untuk menjadi editor YouTube-nya. Dan ya, tanpa tapi, hingga hari ini Azqi bukan hanya berhasil menjadi fans dari idolanya tersebut. Namun berhasil terlibat di dalam perjalanan konten idolanya dengan menjadi editor sejak idolanya hanya memiliki 18 ribu subcribers hingga memiliki 1.58 juta subcribers di akun YouTubenya hari ini. Kesempatan ini juga menjadi kesempatan yang sekaligus membukakan pintu rejekinya dengan merintis karier sebagai seorang video editor freelancer untuk banyak klien. (ZS)
