Festival Budaya 2026 Hadirkan Harmoni Keberagaman Melalui Kolaborasi Budaya Internasional

Festival Budaya 2026
Jatinangor, 25 Juni 2026 — Festival Budaya 2026 kembali hadir sebagai ruang pembelajaran budaya internasional bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran yang diselenggarakan di Lapangan Parkir Balai Santika, Kampus Jatinangor Universitas Padjadjaran, pada 25 Juni 2026.
Festival Budaya 2026 secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Dr. Nindi Aristi, sejumlah dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, serta Romero, perwakilan Kedutaan Besar Italia.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari beberapa program studi di Fakultas Ilmu Komunikasi diantaranya Program Studi Ilmu Komunikasi (2025), Ilmu Komunikasi PSDKU (2025), Jurnalistik (2025), Hubungan Masyarakat (2025), Televisi dan Film (2025), serta Program Studi Manajemen Komunikasi (2024).
Mengenal Budaya Melalui Pengalaman Langsung
Berbagai kegiatan dihadirkan untuk memberikan pengalaman lintas budaya yang lebih mendalam kepada pengunjung. Mulai dari cultural booth, cultural food, hingga cultural performance, seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dari berbagai negara secara menarik dan edukatif.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran serta Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi menyampaikan harapan agar Festival Budaya tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman budaya dunia. Melalui pemahaman lintas budaya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang berkontribusi dalam membangun dialog, kerja sama, dan perdamaian di tengah masyarakat global, sejalan dengan visi Universitas Padjadjaran sebagai perguruan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kontribusi di tingkat internasional.
Tahun ini, Festival Budaya 2026 membawakan tema “Echoes of the Soil: Roots in Motion, Harmonizing Voices Under a Borderless Sky.” Tema tersebut menggambarkan bagaimana identitas budaya tetap berakar pada asal-usulnya, namun mampu bergerak, beradaptasi, dan saling terhubung dalam ruang global yang semakin terbuka.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Festival Budaya 2026 menghadirkan konsep kolaborasi dua negara dalam satu booth. Setiap kelompok menampilkan dua budaya yang hadir berdampingan dalam satu ruang melalui berbagai unsur budaya, seperti makanan tradisional, pakaian adat, bahasa, dan permainan budaya.
Konsep kolaborasi dua negara dalam satu booth memberikan gambaran bahwa setiap budaya memiliki identitas yang berbeda. Jerman dan Prancis, misalnya, meskipun bertetangga secara geografis, tetap memiliki sejarah, bahasa, dan tradisi yang khas. Sementara itu, Jepang dan Norwegia yang berasal dari kawasan berbeda memperlihatkan perbedaan dalam nilai budaya, kebiasaan, dan cara berinteraksi. Melalui cultural booth dan cultural performance, pengunjung dapat melihat bagaimana perbedaan tersebut justru menjadi ruang untuk saling mengenal dan menghargai budaya satu sama lain.
Menampilkan Kreativitas Melalui Brand Ambassador dan Cultural Performance
Selain booth budaya, setiap kelompok juga menghadirkan brand ambassador yang merepresentasikan budaya tertentu melalui kostum, karakter, dan interaksi budaya yang mereka tampilkan sepanjang acara.
Berbagai cultural performance turut memeriahkan festival. Mahasiswa menampilkan beragam pertunjukan yang mengangkat unsur budaya dari dua negara berbeda, mulai dari tari, drama, hingga pertunjukan musik. Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam menginterpretasikan komunikasi lintas budaya melalui seni pertunjukan.
Zara selaku Vice Project Officer Festival Budaya 2026 menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami keberagaman budaya melalui pengalaman langsung.
“Festival Budaya merupakan acara yang diselenggarakan oleh Fikom untuk mengenal serta memahami keberagaman budaya melalui cultural booth, cultural food, dan cultural performance,” ujarnya.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Festival Budaya 2026 turut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengapresiasi kreativitas mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Fikom sangat vibrant ide dan kreativitasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Romero, perwakilan Kedutaan Besar Italia, menilai Festival Budaya sebagai bentuk pembelajaran yang efektif karena memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal budaya dari berbagai negara.

Romero, perwakilan Kedubes Italia, berfoto bersama mahasiswa di booth Filipina x Italia, Festival Budaya 2026 Fikom Unpad.
“Luar biasa, ini merupakan proyek yang sangat baik dibandingkan hanya belajar di dalam kelas. Dalam kegiatan ini mahasiswa bisa mengenal lebih banyak dan lebih dalam suatu budaya. Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi jembatan hubungan baik antara Indonesia dengan berbagai budaya di dunia,” kata Romero.
Apresiasi pada Peserta Festival Budaya 2026
Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta, tim dosen mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya memberikan penghargaan kepada beberapa tim terbaik. Penilaian didasarkan pada kreativitas, kolaborasi, serta pemahaman budaya yang ditunjukkan peserta selama kegiatan berlangsung. Adapun kategori penghargaan tersebut adalah sebagai berikut:
- Best Costume: Tim Italia dari kelas A, Program Studi Hubungan Masyarakat
- Best Booth: Tim Meksiko dan Afrika Selatan dari Kelas A, Program Studi Ilmu Komunikasi
- Best Brand Ambassador: Tim Prancis, dari kelas A, Program Studi Manajemen Komunikasi A
- Best Cultural Performance Juara 1: Tim Ghana dan Yunani dari kelas A, Program Studi Televisi dan Film
- Best Cultural Performance Juara 2: Tim Jamaika dan Fiji Kelas B, Program Studi Jurnalistik
- Best Cultural Performance Juara 3: Tim Selandia Baru dan India, Kelas B, Program Studi Televisi dan Film
Penghargaan kategori Best of the Best, berhasil diraih oleh Ilkom PSDKU yang mengangkat budaya Peru dan Tiongkok.

Ilmu Komunikasi PSDKU, peraih Best of the Best, Festival Budaya 2026 Fikom Unpad
Seluruh penghargaan yang diberikan menjadi bentuk apresiasi atas proses yang telah dilakukan setiap kelompok, mulai dari riset budaya, pengembangan konsep, hingga penyajian budaya secara kreatif. Lebih dari sekadar pembelajaran di kelas, proses tersebut menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan komunikasi lintas budaya melalui kolaborasi dan kreativitas.
Menjembatani Budaya Melalui Pendidikan
Festival Budaya merupakan implementasi dari pembelajaran mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang telah diselenggarakan sejak 1988. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari bagaimana individu maupun organisasi berkomunikasi di tengah keberagaman budaya, memahami perbedaan nilai, norma, dan cara pandang, serta mengembangkan sikap saling menghormati dalam interaksi lintas budaya.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran tersebut, Festival Budaya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari melalui riset budaya, kolaborasi antarkelompok, serta penyampaian pesan budaya kepada masyarakat secara kreatif dan edukatif.
Kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat pemahaman terhadap keberagaman budaya sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dalam lingkungan multikultural di era globalisasi.
