
Mahasiswa Unpad Kembangkan INTAN, Pemanggang Otomatis untuk Modernisasi Produksi Kemplang Tunu
JATINANGOR, FIKOM UNPAD. Berangkat dari persoalan yang dihadapi dalam proses produksi kemplang tunu di Sumatera Selatan, mahasiswa Universitas Padjadjaran mengembangkan INTAN (Inovasi Termal Adaptif Nusantara), perangkat pemanggang berbasis mikrokontroler yang dilengkapi sistem pembalikan otomatis dan pemantauan suhu.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) dalam proyek bertajuk “Transformasi Produksi Kemplang Tunu melalui Smart Rotary Roaster Berbasis Mikrokontroler: Solusi Peningkatan Kapasitas dan Standarisasi Mutu Produk Lokal Sumatera.”
Tim INTAN melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu di Unpad. Dua di antaranya berasal dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) Fikom Unpad, yaitu Irfan Fransisco dan Iwan Ridwan Ramdani.
Keduanya berkolaborasi dengan Ahmad Faruq dari Teknik Informatika, Daryl Yudhopatria dari Fisika, serta M. Rafi Aulia Amrullah dari Teknologi Pangan. Tim didampingi dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fikom Unpad, Andri Yanto, S.Sos., M.I.Kom.
Berangkat dari Persoalan Produksi Kemplang Tunu
Pengembangan INTAN dilakukan selama Juni hingga Agustus 2026. Prosesnya diawali dengan pengamatan terhadap kebutuhan produksi kemplang tunu di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Dalam proses tradisional, pemanggangan kemplang menggunakan bara membutuhkan operator untuk membolak-balik produk secara terus-menerus. Selain membuat operator berada dalam paparan panas selama proses produksi, perubahan suhu bara juga dapat memengaruhi pemerataan kematangan dan meningkatkan risiko kemplang menjadi gosong.
Persoalan tersebut kemudian diterjemahkan tim menjadi kebutuhan untuk membuat perangkat yang dapat membantu proses pemanggangan menjadi lebih mudah dikontrol tanpa menghilangkan karakter tradisional kemplang tunu.
Tim selanjutnya melakukan perancangan, pembuatan, pemrograman, hingga pengujian perangkat.
Teknologi yang Tetap Mempertahankan Bara
INTAN mengintegrasikan sejumlah fungsi dalam satu perangkat, mulai dari otomatisasi proses pemanggangan, pemantauan suhu, layar kontrol, hingga pengaturan proses. Perangkat juga menggunakan material yang aman untuk kontak dengan pangan.
Sistem pembalikan otomatis membantu mengurangi pekerjaan berulang yang sebelumnya harus dilakukan operator secara manual. Sementara itu, pemantauan suhu memungkinkan kondisi pemanggangan lebih mudah diawasi.
Meski membawa teknologi ke dalam proses produksi, tim sejak awal tidak ingin menggantikan karakter khas pengolahan kemplang tunu yang menggunakan bara.
“INTAN tidak dirancang untuk menghilangkan karakter tradisional pemanggangan kemplang tunu menggunakan bara. Kami mempertahankan ciri khas tersebut melalui otomatisasi pemanggangan, pemantauan suhu, layar kontrol, dan penggunaan material yang aman untuk pangan agar prosesnya lebih mudah diawasi serta mengurangi keterlibatan intensif operator,” ujar Ketua Tim PKM-KI INTAN, Irfan Fransisco.
Pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai alat untuk membantu proses produksi, bukan menggantikan karakter produk lokal yang telah berkembang di masyarakat.
Kolaborasi Lintas Disiplin untuk Menjawab Persoalan Lokal
Pengembangan INTAN juga memperlihatkan bagaimana persoalan di masyarakat dapat didekati melalui kolaborasi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.
Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi bekerja bersama mahasiswa Teknik Informatika, Fisika, dan Teknologi Pangan dalam mengembangkan satu perangkat yang membutuhkan perpaduan pemahaman mengenai kebutuhan pengguna, teknologi, sistem perangkat, hingga karakter produk pangan.
Dari proses tersebut, tim telah menghasilkan perangkat INTAN skala penuh, dokumen teknis produk, video demonstrasi dan pengoperasian, media publikasi, serta Hak Cipta yang telah diterbitkan.
Mendukung Inovasi, Produktivitas, dan Produksi Berkelanjutan
Pengembangan INTAN juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pemanfaatan inovasi teknologi untuk mendukung proses produksi pangan lokal.
Inovasi ini beririsan dengan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan teknologi berbasis mikrokontroler yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata dalam proses produksi kemplang tunu. Otomatisasi pembalikan, pemantauan suhu, dan sistem kontrol menunjukkan bagaimana teknologi dapat dikembangkan dengan tetap mempertimbangkan karakter produksi lokal.
INTAN juga berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, khususnya melalui upaya mengurangi pekerjaan manual berulang dan paparan panas yang dialami operator selama proses pemanggangan. Dalam pengembangan lebih lanjut, teknologi ini berpotensi mendukung proses produksi usaha pangan lokal agar lebih terkontrol dan konsisten.
Sementara itu, keterkaitannya dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production terlihat dari upaya membangun proses produksi yang lebih terstandar dan mengurangi risiko produk gosong akibat fluktuasi suhu dan proses pemanggangan manual. Penggunaan material yang aman untuk kontak pangan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan perangkat.
Pengembangan INTAN sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas bidang. Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi, Teknik Informatika, Fisika, dan Teknologi Pangan menggabungkan keahlian masing-masing untuk menjawab persoalan yang ditemukan di masyarakat.
Melalui pengembangan INTAN, mahasiswa Unpad menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat tumbuh dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Modernisasi tidak selalu berarti meninggalkan cara tradisional, tetapi dapat dilakukan dengan menghadirkan teknologi yang membantu proses produksi menjadi lebih terkontrol sekaligus mempertahankan karakter produk lokal.
Pengembangan selanjutnya akan diarahkan pada penyempurnaan sistem, standardisasi komponen, pengujian pada kondisi produksi yang lebih beragam, serta kolaborasi dengan sentra produksi dan pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang agar INTAN dapat memberikan manfaat yang semakin nyata bagi pengembangan produksi kemplang tunu.
Penulis/PIC: Irfan Fransisco Ketua Tim PKM-KI INTAN Universitas Padjadjaran
Editor : Humas Fikom Unpad

