Hall (1904) menyebut masa remaja sebagai periode badai dan tekanan (storm and stress) tentu bukan tanpa alasan. Pada masa ini, ketidakstabilan emosi kerap menimbulkan kegelisahan dan permasalahan yang menjadikan remaja galau dan stres. Namun sangat disayangkan, ketika ternyata banyak remaja yang kesulitan untuk mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Atas dasar tersebut, Ira Mirawati bersama beberapa dosen Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran berinisiasi mendirikan sebuah layanan konsultasi online gratis berbasis website bagi remaja Indonesia di akhir tahun 2016 bernama sobatmu.

Sobatmu menerima curhatan atau ungkapan permasalahan remaja dan memberikan tanggapan serta alternatif solusi dengan menggunakan pendekatan komunikasi. Jika terdapat permasalahan yang tidak dapat diatasi dengan sekadar pendekatan komunikasi, maka sobatmu akan menghubungkan remaja dengan pihak-pihak yang memang bisa memberikan solusi atau pihak-pihak yang memang berwenang menangani mereka, seperti psikolog atau psikiater. Dengan demikian, para remaja akan mengetahui langkah-langkah apa yang dapat mereka tempuh atau siapa pihak yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan mereka tersebut.

“Walaupun tidak bisa memberi rekomendasi klinis, setidaknya mereka jadi punya tempat cerita ketimbang curhat di medsos tapi malah dapat reaksi tak diinginkan,” ungkap Ira Mirawati selaku pendiri sekaligus Managing Director sobatmu.

Meski telah beridiri sejak tahun 2015, keberlangsungan sobatmu sempat terhenti karena padatnya jadwal para konsultan sobatmu yang terdiri dari tim dosen Fikom Unpad dan Tim TPBK Fikom Unpad. Kemudian sejak tahun 2019 lalu, sobatmu.com kembali aktif dengan tim baru, yang terdiri dari tim konsultan email, tim konsultan instagram, dan tim media sosial. Ketiga tim ini terdiri dari dosen dan mahasiswa terlatih yang akan dengan senang hati menjadi tempat para remaja menuangkan keluh kesahnya. Mereka akan memposisikan diri sebagai sahabat bagi para remaja dan berusaha memberikan alternatif-alternatif jalan keluar bagi permasalahan yang dialami remaja.

Sebelum pandemi terjadi, Ira dan tim rutin menggelar sosialisasi layanan sobatmu dengan menggelar roadshow ke berbagai sekolah dan kampus. Namun, sejak pandemi melanda, kegiatan sosialisasi harus terhenti. Ira pun berpikir menemukan alternatif sosialisasi lain agar platform ini tetap bisa menjangkau khalayak yang lebih luas. Atas rekomendasi dari para mahasiswanya, Ira pun diminta untuk membuat akun TikTok.

“Terus terang awalnya saya ragu juga main TikTok, karena itu sepertinya dunia remaja. Saya sudah jauh dari remaja,” selorohnya.

Namun, anggapan miring seputar aplikasi TikTok pun ia enyahkan. Ia menilai, TikTok akan mempunyai manfaat lebih banyak, terutama untuk menyebarkan beragam konten edukasi dan konten positif. Karena itu, Ira mulai membuat akun TikTok pada akhir Juni 2020. Hal ini yang kemudian membawa wanita asal Bandung ini menjadi salah satu nominator ajang TikTok Awards Indonesia 2020 kategori “Best of Learning and Education”.

 

Bu-Ira-1

Melalui berbagai jenis media digital, Ira bersama tim sobatmu terus berupaya mengedukasi remaja bahwa tidak ada yang salah untuk bercerita, sekecil atau seremeh apapun masalahnya. Remaja yang tidak memiliki masalah pun boleh bercerita ke sobatmu. Sobatmu siap mendengarkan berbagai cerita remaja. Hal ini sebagai langkah sobatmu untuk menumbuhkan kebiasaan remaja untuk menceritakan hal-hal yang ia pikirkan dan rasakan.

“Kita berusaha promote di berbagai media sosial kalau mau curhat itu gak harus punya masalah. Sekedar cerita tentang keseharian atau pengalaman juga gapapa”, ungkap wanita yang kini juga dikenal dengan panggilan Ira ‘TikTok’.

Dengan visi mewujudkan generasi muda Indonesia yang mampu mengatasi permasalahannya, tangguh, dan optimistis, sobatmu berusaha menjadi tempat yang dapat dipercaya oleh para remaja dalam mengungkapkan permasalahan yang mereka hadapi dengan memberikan layanan konsultasi online gratis yang dapat diakses dari mana pun dan kapan pun. Layanan konsultasi online ini tidak terbatas pada waktu, sehingga remaja dapat berkonsultasi setiap hari. Nantinya, sobatmu akan merespon setiap curhatan yang masuk maksimal 1×24 jam.

Kini Ira dan tim sedang mengembangkan sobatmu dalam bentuk aplikasi, sehingga diharapkan dapat menjangkau dan menghimpun remaja se-Indonesia untuk lebih bisa menceritakan permasalahannya dan menghindari dari risiko remaja yang ingin mengakhiri hidupnya.

“Aplikasi sedang dikembangkan berbasis android sehingga diinginkan akan terorganisir dengan baik. Diusahakan aplikasi dapat digunakan mulai bulan Mei mendatang ya dan kedepannya dapat lebih bekerja sama dengan lembaga yang membiayai sehingga dapat menambah tim dan konsultan,” harap Ira.

Bagi kamu yang ingin bercerita atau curhat ke sobatmu, untuk saat ini kamu bisa mengirimkan pesan melalui website sobatmu.com, email sobatmudotcom@gmail.com, Instagram, Twitter, dan TikTok @sobatmudotcom, serta LINE @303zngpf. Kamu dapat bebas bercerita ke sobatmu tentang apapun secara gratis sampai seterusnya, tanpa ada batasan waktu. Jadi, jangan simpan masalah kamu sendirian, curhat dulu aja ke sobatmu. (TIH)

[expand title =”Sumber”]

Hall, G. S. (1904). Adolescence: Its psychology and its relations to physiology, anthropology, sociology, sex, crime, religion and education, Vol. 1. D Appleton & Company. https://doi.org/10.1037/10616-000

[/expand]