
Kemenag Jabar dan Fikom Unpad Dorong Humas Jadi Agen Perubahan di Era Digital
Bandung. Perkembangan media digital membuat peran humas pemerintah tidak lagi sebatas menyampaikan informasi. Humas juga dituntut mampu membaca dinamika publik, mengelola isu, mengantisipasi krisis komunikasi, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Kehumasan dalam Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan” pada 14-15 Juli 2026 di Bandung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi kehumasan di lingkungan Kementerian Agama, terutama dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital. Selain membuka ruang yang luas untuk menyampaikan informasi, perkembangan teknologi juga memunculkan tantangan berupa disinformasi, hoaks, serta pembentukan opini yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa kehumasan harus menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, humas perlu mampu mengelola komunikasi secara strategis, menyampaikan informasi secara cepat dan akurat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
“Di era digital seperti saat ini, kehumasan memiliki peran yang sangat menentukan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” ujar Dudu saat membuka kegiatan, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam memperkuat transformasi birokrasi melalui pengembangan kompetensi di bidang komunikasi publik dan kehumasan.
Humas, lanjut Dudu, juga perlu mengambil peran sebagai agen perubahan. Peran tersebut tidak hanya dijalankan dengan menyampaikan program dan kebijakan, tetapi juga membantu masyarakat memahami perubahan, membangun dialog, serta menghadirkan komunikasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya berharap humas mampu membangun narasi positif, mengedepankan data dan fakta, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan komunikasi publik yang humanis dan solutif,” tuturnya.
Fikom Unpad Perkuat Kompetensi Kehumasan Digital
Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Fikom Unpad, Dr. Ira Mirawati, M.Si., mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam memperkuat kapasitas komunikasi publik di lingkungan kementerian.
Menurut Ira, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa lembaga pemerintah tidak hanya berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga membangun komunikasi publik yang lebih transparan, responsif, dan dekat dengan masyarakat.
“Langkah ini merupakan sebuah gerakan positif yang patut kita apresiasi bersama. Ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga untuk tidak sekadar beradaptasi dengan era digital, tetapi juga secara proaktif membangun komunikasi publik yang lebih transparan, responsif, dan dekat dengan umat,” ujar Ira.
Ia menambahkan, Fikom Unpad mendukung penguatan kehumasan pemerintah melalui pendekatan akademik dan praktik komunikasi yang relevan dengan perkembangan media digital.
“Kami dari ruang akademik sangat bangga dapat hadir sebagai mitra strategis yang mendukung penuh transformasi kehumasan yang visioner ini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Padjadjaran menghadirkan narasumber dengan kompetensi di bidang komunikasi publik, media digital, dan manajemen komunikasi pemerintahan.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun pesan, mengelola media digital, membangun hubungan dengan publik, serta merespons berbagai persoalan komunikasi yang berkembang di masyarakat.
Diikuti 100 Peserta dari Seluruh Jawa Barat
Pelaksana Tugas Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Muhammad Nur Rochmat Robi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta dari kantor kementerian agama kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Peserta terdiri atas pranata humas, penyuluh agama, dan penghulu. Ketiga unsur tersebut dinilai memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat serta menjadi representasi Kementerian Agama dalam menyampaikan informasi dan memberikan pelayanan publik.
“Kehadiran ketiga unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi komunikasi publik karena masing-masing memiliki peran strategis sebagai representasi Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat,” ujar Robi.
Melalui kegiatan ini, pranata humas, penyuluh agama, dan penghulu diharapkan dapat membangun pola komunikasi yang lebih terkoordinasi, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Penguatan kapasitas kehumasan tersebut juga diharapkan mendukung proses digitalisasi tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penulis: Humas Fikom Unpad
Foto – Foto : Divia Fikom Unpad


